
puisi tentang fisika
fisika....
siapa kah kau..
menghitung tanpa Ada batas..
benda bergerak, air yang mendidih..
itulah engkau..
mengukur momentum suatu benda..
mengukur Gaya..
mengukur listrikk..
mengukur energi..
bahkan pergerakan atom..
puisi tentang momentum
momentum..
engkau sangat berguna...
bagaikan matahari...
Yang selalu menyinari bumi...
tanpa engkau...
banyak kecelakaan bisa terjadi...
Banyak orang tewas sia-sia...
terima kasih momentum...
Momentum cinta
Pertama kali bayangmu jatuh tepat di fokus hatiku
Nyata, tegak, diperbesar dengan kekuatan lensa maksimum
Bagai tetes minyak yang jatuh di ruang hampa
Dilambangkan dengan alfa dalam sebuah sudut…
Walau jarak kita bagai matahari dan Pluto
Amplitudo gelombang hatimu berinterfensi dengan hatiku
Seindah gerak harmonik sempurna tanpa gaya pemulih
Bagai benda yang bertumbukan lenting sempurna…
Energi mekanik cintaku tak terbendung oleh friksi
Energi potensial cintaku tak terpengaruh oleh tetapan gaya
Energi kinetik cintaku tak terpengaruh oleh kecepatan
Bahkan hukum kekekalan energi tak dapat
menandingi hukum kekekalan di antara kita
Listrik statis berbanding terbalik dengan listrik dinamis
Yang bergantung pada medium rambatnya lintasan
Bagai nada pada dawai dan pipa organa
Inilah hambatan listrik yang terjadi diantara kita...
Momen cintaku tegak lurus dengan momen cintamu
Menjadikan cinta kita sebagai titik ekuilibrium yang sempurna
yang takkan tergoyahkan impuls ataupun momentum gaya
Inilah resultan momentum cinta kita…
Malam ini
Ku lihat penanggalan qomariah
karna malam ini adalah bulan purnama
ku coba fokuskan mata pada langit malam
tapi cahayanya hanya beberapa kandela
terhalang awan cumulus nimbus hitam
Di ruang 2 x 3 meter
yang diterangi sinar neon 40 watt
saat hipotalamusku tak bekerja aktif
elektron itu mengalir pada korteks serebrum
flasback pada memory waktu lampau
bayangan magnitudo impianku yang mulai berkurang
tereduksi oleh muatan keterbatasan
melewati titik nadir dalam hidup
hidup seperti roda yang berputar kini,
ku berada di bawah sumbu rotasi
bumi masih terus berotasi
apakah sudah tiba momentumnya
saat gaya itu mulai bekerja
dan hatiku dalam pengaruh medannya
Karena evolusi bintang pasti terjadi
lahir bersinar dan akhirnya mati
jika aku diam saja disini
semua pasti tetap terus bergerak
Tapi jika tak ada resultan gaya yang bekerja padamu
akankah hukum Newton III masih berlaku
Ku hanya ingin iman ini stabil
meski ku harus meluruh sekalipun
kusadari radiasi ini menghitamkan hatiku dan
energi yang terbuang percuma
Jika ku harus kehilangan seluruh masa diamku
akankankah semua tetap berjalan pada lintasanNYA
karena ikhlas adalah 1 dibagi 0 dan hasilnya tak terhingga
cintaku hidupku matiku hanya untuk-NYA semata
vektor cintaku
Vektor cinta kita tegak lurus
Jatuh bertaut di hati karena gravitasi
Fluks kasih semakin tak tersisih
Beriak kecil dan kontinu
Sayang ini tak terkuanta
Absolut hanya untukmu
Semakin meningkat anomali hati
Karena amplitudo hadirmu
Kristal senyumu
Menghancurkan amorf gundahku
Paramagnetik harapku
Tanpa paralaks menggemuruh
Senyum tanda cinta
Ketika senyum tepat mengarah di fokus hati
hati bervibrasi tanda polikromatik
beresonansi di jiwa
Ferromagetik melekat rasa
Ini bukan semiotik emburto eco
Ini juga bukan fatamorgana
Ini aurora saat gelombang cinta
berinterferensi konstruktif
Walau jarak kita seperti aphelium
Namun senyumu tetap kekal
tak terbias, tak terfriksi
oleh ruang dan waktu
Archimedes dan Newton tak akan mengerti medan magnet yang berinduksi di antara kita..
Tidak sebanding dengan momen cintaku..
Pertama kali bayanganmu jatuh tepat di fokus hatiku nyata, tegak, diperbesar..
Dengan kekuatan lensa maksimum..
Bagai tetes minyak milikan yang jatuh di ruang hampa..
Cintaku lebih besar dari bilangan Avogadro..
Walau jarak kita bagai matahari dan neptunus..
Namun amplitudo gelombang hatimu berinterferensi dengan hatiku..
Seindah gerak harmonik sempurna tanpa gaya pemulih..
Bagai kopel gaya dengan kecepatan angular yang tak terbatas..
Energi mekanik cintaku tak terbendung oleh friksi..
Energi potensial cintaku tak terpengaruh oleh tetapan gaya..
Bahkan hukum kekekalan energipun tak dapat menandingi hukum kekekalan cinta di antara kita..
Lihat hukum cinta kita..
Cintaku tegak lurus dengan momen cintamu..
Menjadikan cinta kita sebagai titik equilibrium yang sempurna..
Dengan inersia tak terhingga..
Takkan tergoyahkan oleh impuls atau momentum gaya..
Inilah resultan momentum cinta kita..
Fisika itu ibarat raksa
Gak punya rasa
Soal-soalnya gak bisa diterka
Tugasnya sulit luar biasa
Tapi aku tetap suka
Karena asa perlu logika
Fisika itu kayak prisma
Dari satu jadi
Tujuh warna
Dari optik ke Thermodinamika
Fluida hingga Tata surya
Fisika itu mudah kata Yohanes Surya
Fisika itu terlalu mudah kata yang sok bisa
Fisika itu terlalu sulit kata yang gak mau bisa
Fisika itu selalu punya cara mudahbuat ngatasin hal sulit, itu kata kita
Yang harus dipercaya
Fisika belajar tata surya
Bukan bahas sosok roy surya
Eh.. Suryo ya???Maklum orang sunda
Belum pernah ke Surabaya. haha
Fisika itu hati
Gak bisa bertahan sendiriperlu paru-paru dan Jantung di dada kiri
Serta gerak tangan dan kaki
JadiJangan cintai fisika sepenuh hati
Tapi sepenuh diri
Agar fisika gak basi
Archimedes dan Newton tak akan mengerti
Medan magnet yang berinduksi di antara kita
Einstein dan Edison tak sanggup merumuskan E\=mc2Ah tak sebanding dengan momen cintaku…
Pertama kali bayangmu jatuh tepat di fokus hatiku
Nyata, tegak, diperbesar dengan kekuatan lensa maksimum
Bagai tetes minyak milikan jatuh di ruanghampa
Cintaku lebih besar dari bilangan avogadro…
Walau jarak kita bagai matahari dan Plutosaat aphelium
Amplitudo gelombang hatimu berinterfensi dengan hatiku
Seindah gerak harmonik sempurna tanpagaya pemulih
Bagai kopel gaya dengan kecepatan angular yang tak terbatas…
Energi mekanik cintaku tak terbendung oleh friksi
Energi potensial cintaku tak terpengaruh oleh tetapan gaya
Energi kinetik cintaku \= -mv~
Bahkan hukum kekekalan energi tak dapatmenandingi hukum kekekalan di antara kita
Lihat hukum cinta kita
Momen cintaku tegak lurus dengan momen cintamu
Menjadikan cinta kita sebagai titik ekuilibrium yang sempurna
Dengan inersia tak terhingga
Takkan tergoyahkan impuls atau momentum gaya
Inilah resultan momentum cinta kita….
Malam ini
Ku lihat penanggalan qomariah
karna malam ini adalah bulan purnama
ku coba fokuskan mata pada langit malam
tapi cahayanya hanya beberapa kandela
terhalang awan cumulus nimbus hitam
Di ruang 2 x 3 meter
yang diterangi sinar neon 40 watt
saat hipotalamusku tak bekerja aktif
elektron itu mengalir pada korteks serebrum
flasback pada memory waktu lampau
bayangan magnitudo impianku yang mulai berkurang
tereduksi oleh muatan keterbatasan
melewati titik nadir dalam hidup
hidup seperti roda yang berputar
kini, ku berada di bawah sumbu rotasi
bumi masih terus berotasi
apakah sudah tiba momentumnya
saat gaya itu mulai bekerja
dan hatiku dalam pengaruh medannya
karna evolusi bintang pasti terjadi
lahir bersinar dan akhirnya mati
jika aku diam saja disini
semua pasti tetap terus bergerak
Tapi jika tak ada resultan gaya yang bekerja padamu
akankah hukum Newton III masih berlaku
Ku hanya ingin iman ini stabil
meski ku harus meluruh sekalipun
kusadari radiasi ini menghitamkan hatiku
dan energi yang terbuang percuma
Jika ku harus kehilangan seluruh masa diamku
akankankah semua tetap berjalan pada lintasanNYA
karena ikhlas adalah 1 dibagi 0 dan hasilnya tak terhingga
cintaku hidupku matiku hanya untuk-NYA semata.