MOMENTUM

MOMENTUM
kebohongan



Sesampainya di tempat tongkrongan yang biasa di pakai vino untuk nongkrong ternyata di sana sangat ramai.


Alena terus berjalan hingga melewati beberapa anak laki laki yang nongkrong disana sesekali ada yang menggoda nya.


"Haii... cantik mau ketemu abang ya" goda salah satu cowok.


"Minggir!" Kata alena dingin.


"Eitss.. galak bener neng" ujar cowok itu.


"Gue bilang minggir!" Bentak alena.


"Ehh lo nggak usah kasar dong" kata cowok itu sambil mencekal erat pergelangan tangan alena.


Alena terus memberontak tetapi kekuatannya tidak sebanding dengan kekuatan cowok itu.


"Lepasin!" Kata orang yang baru datang.


"Lo kenal dia ga?" Tanya cowok itu.


"Eh arga tolongin gue dong" ujar alena.


Ya orang itu adalah arga.


"Dia cewek gue" kata arga dingin.


"Wahh.. mulut lo minta di bogem ya" kesal alena.


"Ehh sory ga gue nggak tau" kata cowok itu lalu melepaskan cekalannya.


Arga menarik tangan alena menjauh dari tempat itu.


"Ngapain di sini?" Tanya arga seperti biasa dengan ekspresi datar.


"Nyari vino" jawab alena apa adanya.


"Vino siapa lo" tanya arga.


"Lo kenal vino" tanya alena balik.


"Vino siapa lo" tanya arga lagi.


"Ishh... bino itu abang gue" jawab alena.


"Ohh" hanyaitu yang keluar dari mulut arga.


"Vino di situ nggak?" Tanya alena.


"Enggak"


"Lo tau biasanya vino nongkrongnnya di mana selain di sini?" Tanya alena.


"Sejak dia masuk sma dia udah nggak nongkrong di sini lagi" jelas arga.


"Oh gitu, yaudah gue balik dulu deh" kata alena lalu berjalan meninggalkan arga.


"Mau pulang langsung apa cari vino" tanya arga.


"Cari vino"


"Gue temenin!" Ujar arga.


" Nggak usah lo lanjut nongkrong aja sama temen temen lo!" Tolak alena.


"Lo cewek nggak baik keluar malem malem" ujar arga.


" Yaudah, pake mobil gue aja" kata alena.


"Ayo" mereka pun mencari vino ke tempat tempat tongkrongan yang mereka lewati.


Tiba tiba alena melihat ada arsen dan jack. Mungkin saja vino ada di situ karena sekarang vino sering berkumpul dengan teman teman kevin.


"Ga ga ga berheti dulu" kata alena sambil menepuk nepuk pundak arga.


"Kenapa?"


"Itu ada temen temennya bang vino, kita coba kesana dulu" kata alena yang dapat anggukan dari arga.


Sesampainya di sana diko dan jack berada di depan warung. Tapi entah kenapa alena tidak melihat adanya kevin.


Alena mengedarkan pandangan ke sekeliling ternyata matanya menemukan sosok kevin yang sedang bernyanyi di bawah pohon.


Menghitung hari detik demi detik


Menunggu itu 'kan menjemukan


Tapi kusabar menanti jawabmu


Jawab cintamu


Jangan kau beri harapan padaku


Seperti ingin tapi tak ingin


Bukan pura-pura


Jangan pergi dari cintaku


Biar saja tetap denganku


Biar semua tahu adanya


Dirimu memang punyaku


Jangan kau beri harapan padaku


Seperti ingin tapi tak ingin


Bukan pura-pura


Jangan pergi dari cintaku


Biar saja tetap denganku


Biar semua tahu adanya


Dirimu memang punyaku


Belum pernah kujatuh cinta


Sekeras ini seperti padamu


Jangan sebut aku lelaki


Bila tak bisa dapatkan engkau


Lagu yang di nyanyikan kevin (mungkin dia sedang dalam fase galau😂)


Alena berjalan menghampiri jack dan arsen lalu di ikuti oleh arga di belakang nya.


"Jack vino ke sini nggak?" Tanya alena pada jack.


"Ada tadi cuma tadi ada yang nyamperin terus pergi deh" jawab jack.


"Siapa yang nyamperin?" Tanya alena.


" kalau nggak salah namannya dirga anak baru di sekolah" kata arsen.


"Pergi kemana?" Tanya arga tiba tiba.


"Siapa nih len" tanya arsen.


"Arga" jawab alena.


"Pacar lo?" tanya arsen.


"Mereka pergi ke mana" tanya arga tidak mempedulikan pertanyaan arsen.


"Gue nggak tau jelas tapi waktu dirga nyamperin vino vino kelihatan marah banget" jelas jack.


"Aduhhh gimana nih, kalau bang vino berbuat sesuatu sama dirga" batin alena.


"Gini aja nanti kalau vino balik lagi kesini nanti gue bilangin kalau lo nyariin" kata arsen yang di angguki alena. Lalu pergi memasuki mobil.


"Lo mau pulang langsung apa balik ke tempat tongkrongan tadi?" Tanya alena pada arga.


"Kenapa?"


"Ya nggak papa kalau lo mau pulang ya gue anter" jawab alena.


"Nggak usah gue anter lo pulang aja" kata arga.


" terus lo nanti pulangnya gimana?"


"Naik taksi"


"Lo bawa mobil gue aja besok balikin pas sekolah aja" kata alena. "Lagian ini udah jam setengah satu malam mana ada taksi jam segini" lanjutnya.


Kalau arga pikir pikir memang benar mana ada taksi jam segini.


" udah sekarang lo anterin gue pulang" putus alena.


Sesampainya di rumah alena di buat heran. Kenapa rumahnya ramai sekali apa vino udah pulang?.


"Lo mau mampir dulu? Kayaknya bang vino udah pulang deh" tawar alena.


"Nggak makasih, gue pulang aja"


"Yaudah bawa aja mobil gue bye" kata alena lalu berlari memasuki pagar rumahnya. Karena ia tahu pasti arga akan menolak membawa mobilnya. Kan kasihan nanti pulangnya naik apa dia?.


Alena di buat terkejut karena ternyata yang di dalam rumah adalah ke dua orang tuanya juga ada tara dan dirga! Kapan mereka datang? Dan kenapa mereka di sini.


"Ehhh alena sini sayang kamu dari mana aja?" Panggil mira mama alena. Alena pun bejalan mendekati mamanya dengan malas.


"Habis nyari bang vino!" Kata alena.


"Emangnya vino kemana" tanya galang papa alena.


"Nggak tau udah 3 hari ini nggak pulang" kata alena.


"Oh ya lo tadi katannya habis nemuin vino?" Tanya alena ke dirga.


"Iya" jawab dirga.


"Terus bang vino nya kemana?" Tanya alena.


"Nggak tau habis ngomong sama gue dia langsung pergi" jelas dirga.


"Tara kamu ngapain di sini?" Tanya alena ke tara.


"Begini sayang kami semua setuju menjodohkan kamu dengan tara, sebenarnya ini sudah kita rencanakan dari dulu tapi kita bingung pasti kamu akan menolak tara, jadi kita pakai cara tara pura pura udah suka sama kamu dari dulu. Karen mama tau kamu kalau pilih pasangan itu pasti pilihnya yang setia dan sabar. Tara juga setia tapi mungkin kalau mama nggak suruh tara ngelakuin itu pasti kamu juga akan menolak tara. Mama sama papa terpaksa ngelakuin ini untuk meluluhkan hati kamu. Tapi mama tau kamu sudag mencintai tara kan? Jadi ini akan jauh lebih mudah" kata mama alena panjang lebar.


Tak terasaair mata alena satu persatu jatuh. Kenapa mereka tega sekali melakukan ini.


Tapi jujur alenabelum mencintai tara. Dia memang pernah berkata dia mencintai tara. Tapi itu tidak benar, dia berbicara seperti itu agar dia bisa lebih mudah membuka hati nya untuk tara.