MOMENTUM

MOMENTUM
jadian



Masa lalu ya masa lalu, masa sekarang ya masa sekarang. Jangan hidup di masalalu tapi hiduplah di masa sekarang. Inget boleh baper jangan!.


Alena telah siap dengan pakaian sekolahnya dia sudah tidak terlambat bangun lagi. dia lalu turun berjalan ke arah lemari es lalu mengambil susu coklat kesukaannya.


"Bang hari ini gue bawa mobil sendiri!" Teriak alena.


"Terserah"


Sesampainya di sekolah alena memarkirkan mobil sport kesayangannya di parkiran. Lalu dia turun berjalan menuju kelas nya.


"Eh neng alena nggak telat lagi ya?" Goda joko teman sekelas alena.


"Iya nih babang joko neng alena udah NGGAK telat lagi" kata alrna sambil menirukan suara joko. Joko yang mendengar itu hanya tertawa renyah.


Begitulah sifat alena kadang kadang galak, judes, dingin, kadang juga sangat ceria ramah. Entahlah sifat alena itu tergantung moodnya.


"Eh len sini deh" panggil cristiana.


"Kenapa?"


"Katannya mau ada siswa baru disini" kata cristiana antusias.


"Nggak tau juga gue" jawab alena.


"Ihhh lo mah nggak seru" kata alena.


"Kalo cowok pasti langsung gue deketin" ujar cristiana.


"Lo mah apa" ledek alena.


"Ihhh ya nga-" belum selesai cristiana berbicara bu sumijah sudah memasuki kelas.


"Pagi anak anak" sapa bu sumijah.


"Pagi buu" balas semua murid.


"Hari ini kelas kita kedatangan siswa baru, ayo masuk" jelas bu sumijah.


Deg


"Ayo perkenalkan nama kamu" kata bu sumijah pada murid baru itu.


"Perkenalkan nama saya dirga ferdian, saya pindahan dari bogor" kata dirga memperkenalkan diri.


"Ada yang inggin di tanyakan?" Tanya bu sunijah.


"Baiklah dirga kamu duduk di belakang joko, joko angkat tangan mu" joko pun mengangkat tangannya.


------


Kringg...


"Len lo kenapa sih, dari tadi diem mulu" tanya crustiana.


"Ehh nggak papa kok, ayo kekantin" elak alena.


"Yaydah ayo" saat mereka inggin meninggalkan jelas tiba tiba dirga datang.


"Haii" sapanya.


"Hai juga" balas cristiana.


"Kalian mau ke kantin ya?" Tanya dirga.


"Iya"


" gue boleh ikut nggak, soalnya kan gue belum kenal sama lingkungan sekolahan" jelas dirga.


" kan bisa sama yang lain" sinis alena yang langsung mendapatkan senggolan dari cristiana.


"Boleh kok ayo" kata cristiana.


Sesampainya di kantin ternyata kantin sudah sangat padat sudah tidak ada lagi tempat duduk yang kosong.


Alena mengedarkan pandangan ke sekitar untuk mencari tempat duduk, ternyata sudah tudak ada ayo yang kosong.


Tetapi dia melihat adanya cowok yang mengantarkan dia pulang kemarin maksudnya plus yang ia tabrak kemari.


Alena menoleh ke belakang ternyata dirga menatap ke arahnya seolah tidak ingin mengalihkan pandangannya.


Dengan kesal alena langsung saja pergi meninggalkan dirga dan cristiana menuju ke arah meja cowok yang ia tabrak kemarin.


Brakk... (suara gebrakan meja).


"Gue ikut gabung" kata alena. Kok nggak sopan ya? Ya emang gitu sifatnya tergantung moodnya dan sekarang moodnya sedang sangat buruk.


"Bisa nggak jadi cewek itu nggak usah bar bar gini" kata cowok kemarin.


"Lo kenal sama dia tar?" Tanya teman cowok itu.


"Nggak juga" jawab cowok itu.


"Ehh, namanya siapa neng? Kenalin nama abang, abang diko" kata diko sambil tersenyum manis.


"Alena" balas alena singkat.


"Namanya cantik kaya orangnya"


"Bucin lo" ledek cowok kemarin.


"Oh ya kenalin nama dia tara zidaniel gusfian" kata diko memperkenalkan tara.


"Ternyata namanya tara" batin alena.


"Lo nggak pesen makanan gue pesenin mau" tawar diko.


"Nggak, nggak selera makan" jawab alena cuek.


"Kalo nggak makan ngapain ke kantin?" Tanya tara.


"Ya terserah gue dong" ketus alena.


"Woihh.. galak juga tar" kata diko sambil terkekeh. Tara dan diko melanjutkan acara makannya, sedangkan alena hanya diam memandangi wajah tampan tara. Ya memang tara tampannya kelewatan guys.


Brakk.. (suara gebrakan meja).


"Paan sih lo, tara nya aja nggak masalah kok" jawab alena.


"Diem deh lo ngak usah ngebantah gue" teriak zinta sambil menarik rambut alena.


"ANJING!! Lepsin nggak!" Teriak alena yang mengundang banyak siswa.


"Nggak!! Salah li sendiri udah berani deketin tara" kata zinta.


"Emang tara siapa lo?" Ketus alena.


"Pacar gue! Kenapa?" Ujar zinta.


"Ngomong apa sih lo ta!" Kata tara.


"Iihhh sayang kamu kok ngomong gitu" rengek zinta dengan tangan yang masih setia menarik rambut alena. Merasa ada kesempatan alena mengambil jus jeruk tara lalu menumpahkannya ke rambut zinta.


Zinta reflek langsung melepaskan rambut alena.


"Lo!" Geram zinta.


"Apa? Lo tang mulai duluan ya" teriak Alena.


"Dasar cabe murahan lo" teriak zinta.


Ya memang baju sekolah yang alena pakai sangat pas. Rok 5 cm diatas lutut, 2 kancing baju atas yang terbuka. Tapi kalian jangan salah alena sebenarnya adalah gadis yang baik.


"Cabe kok ngomong cabe" jawab alena.


Zinta mengangkat tanggan nya hendak menampar alena.


Plak (bunyi tamparan).


"Ta-ra a-ku nggak ber-" belum selesai zinta berbicara tara sudah dulu memotongnya.


"Pergi" ucap tara dingin.


Zinta pun pergi siapa yang berani melawan tara jika seperti ini. Apalagi dia yang sudah menampar tara. Ya memang tamparan itu seharusnya untuk alena tapi saat zinta ingin melayangkan tamparan nya tara terlebih dahulu menarik alena ke belakangnya.


"Lo ikut gue" ucap tara dingin kepada alena.


"Ihhh... lepasan nggak" kata alena meronta ronta.


------


Di taman belakang...


"Ngapain kesini?" Tanya alena datar. Tali tara hanya diam tak bergeming sambil menatap lekat wajah alena.


"Lo kalo nggak ngomong gue pergi nih!" Ancam alena. Setelah beberapa menit tara juga masih saja diam.


"Oke gue pergi" kata alena sambil berjalan meninggalkan tara. Tapi baru dua langkah tara sudah membuka suara.


"Tunggu!" Kata tara alena pun berbalik menghadap tara.


"Apa?"


"Mulai hari ini lo pacar gue" kata tara penuh dengan penekanan.


"Lo nembak gue" tanya alena tidak percaya. Tara hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Hahahahahaa..." tawa alena pecah sat itu juga.


"Heh!, manusia tembok! setau gue orang nyatain cinta itu dikasih bunga dikasih coklat, lah ini apaan coba" sinis alena.


"Gue nggak bisa romantis" kata tara.


"Sory rapi gue nggak mau" ketus alena.


"Sory juga gue nggak nerima penolakan" ucap tara datar.


"Ehh, apaan sih lo engak gue nggak mau!" Tolak alena.


" gue bilang gue nggak nerima penolakan" kata tara penuh dengan penekanan.


"Tapi gue nya ngak mau taraaaa...." rengek alena.


"Harus mau!"


"Nggak mauuuu"


"Gue nggak peduli mulai hari ini lo pacar gue!"


"Nggak nggak siapa lo ngatur ngatur gue!"


"Gue pacar lo"


"Nggak gue masih single yaa" elak alena.


"Sekarang udah enggak, mulai hari ini mulai detik ini juga lo ALENA ADITITANIA resmi jadi pacar gue" teriak tara untung taman lagi sepi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Tinggalkan jejak guys!


Jangan lupa vote.


Gimana seru nggak?