
"Yaudah hati hati di jalan" kata alena sambil tersenyum manis lalu melenggang masuk ke dalan apartemen.
"Kok gue jadi deg degan sih di senyumin gitu" batin arga.
Pagi ini alena berniat untuk bersekolah. Dia berangkat sangat pagi kali ini entah mengapa.
"Eh alena udah masuk lo? Kemarin kemana aja?" Tanya joko.
"Nenangin diri" jawab alena cuek.
"Nggak boleh cuek cuek sama temen sendiri" sindir joko.
"Udah deh minggir lo gue mau duduk" akta alena kemudian melengkupkan kepalanya di atas meja.
Tiba tiba bayangan arga selalu saja muncul di pikirannya. Apakah alena menyukai arga?
"Nggak nggak nggak !" Kata alena sambil memukul mukul kepalanya.
Alena melengkupkan kepalanya kembali ke meja.
Baru saja alena terjun ke dalam mimpinya tapi ada seseorang yang memanggil namanya.
"Len" panggil orang itu. Kemudian alena mengangkat kepalanya disana dia terkejut orang yang beberapa hari ini dia sudah berdiri tegak di hadapannya.
Ya orang itu adalah vino tapi ada satu orang lagi di belakang vino dia adalah dirga.
"Bang vino! lo dari mana aja! gue khawatir banget tau nggak gue telfon telfon lo tapi ponsel lo nggak aktif lo dari mana aja?" Tanya alena heboh.
"Maaf" hanya itu yang keluar dari mulut vino.
"Nggak papa"
"Ngapain lo" ketus alena kepada dirga.
"Cuma mau bilang nanti lo disuruh pulang kerumah sama mama" kata dirga.
"Buat apa?"
"Masalah lo sama tara"
"Nanti gue datang sekalian selesain masalah!" Kata alena lalu pergi meninggalkan kelas.
Alena berjalan menuju ruang osis buat apa lagi kalau bukan untuk bertemu arga.
"Argaaa..."panggil alena setengah berteriak. Ternyata di dalam ruang osis bukan hanya arga yang di sana. Tetapi juga ada sebagian pengurus osis.
"Kenapa sih" kata arga lalu menarik tangan alena agar keluar dari ruangan.
"Gue mau minta tolong sama lo" kata alena.
"Apa?"
"Lo mau ya jadi pacar bohongan gue, biar gue nggak di jodohin sama tara" kata alena. Reflek arga langsung membelakan matanya taoi sedetik kemudian arga langsung menetralkan raut wajahnya.
"Kenapa bohongan?" Tanya arga.
"Karna lo kan nggak mungkin suka sama gue" kata alena pelan.
"Kata siapa?"
"Emang lo suka sama gue?" Tanya alena antusias.
"Mungkin! Karna jujur saat gue deket sama lo gue ngerasa nyaman banget" ungkap arga.
"Lo beneran nggak lagi nge-prank gue kan?" Kata alena.
"Gue serius!"
"Kalau gue boleh jujur gue juga sama kaya lo!" Kata alena jujur.
"Jadi kalau gue minta lo jadi oacar gue lo mau dong" goda arga.
"Lo nembak nggak ada romantis romantisnya banget!" Sinis alena.
"Gue nggak bisa romantis" kata arga jujur.
"Coba lo ngomong kaya tadi gitu!" Perintah alena.
"Lo mau jadi pacar gue?"uajar arga.
"Mau" jawab alena.
"Dasar" kata arga lalu mencubit hidung alena.
"Ihh kan jadi merah" kata alena sambil mengusap usap hidungnya yang merah akibat cubitan arga.
"Nanti mau pulang ke rumah?" Tanya arga.
"Iya tapi lo ikut ya! "Kata alena.
"Iya yaudah balik sana" kata arga.
"By sayangku" kata alena menggoda arga lalu berlalu pergi.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Dirumah alena....
"Assalamualaikum" ucap alena dan arga bersamaan saat memasuki rumah.
"Alena sini sayang" kata mama alena. Ternyata di dalam juga ada keluarga tara.
"Mama mau ngasih tau kamu kalau kamu dan tara akan segera bertunangan!" Kata mama alena.
"Nggak akan ada yang tunangan!" Kata alena.
"Maksud kamu apa ini sudah menjadi keputusan papa sama mama!" Kata papa alena.
"Itu keputusan papa sama mama bukan keputusan alena" bantah alena.
"Dan gue sekarang udah nggak ada hubungan lagi sama lo!" Kata alena sambil menunjuk tara.
"Asal kalian tau aku udah sabar banget menghadapi sikap kalian yang selalu egois!, kalian nggak pernah mikirin perasaan aku gimana!"
"Kalian tega ninggalin aku sama bang vino disini, demi apa demi pekerjaan dan sekarang kalian mau jodohin aku sama dia demi apa? Demi pekerjaan kan!" Ya memang orang tua alena menjodohkan alena denagn tara karena urusan bisnis.
"Saat aku sakit bahkan kalian nggak tau, nggak ada sosok orang tua yang memanjakan anak nya yang lagi sakit" kata alena.
Tanpa mereka sadari ucapan alena bisa membuat mama papa alena sadar jika mereka memang egois.
"Pa aku udah punya pacar, dia" kata alena sambil memegang tangan arga. "Dia pacar alena" lanjutnya.
"Dia adalah lelaki yang alena cintai! Bukan dia" kata alena menunjuk tara.
Beberapa menit kemudian di dalam tuang tamu hening tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut mereka.
"Maaf perjodohan ini batal!" Kata papa alena. Yang membuat alena tidak percaya.
"Tabi bagai mana dengan bisnis kita?" Kata papa tara.
"Sebaiknya kita batalkan saja demi kebaikan anak anak kita!" Ujar papa alena.
Setelah kepulangan keluarga tara papa alena. Berjalan mendekat ke arah alena dan arga.
"Apa kamu benar benar mencintai anak saya?" Tanya papa alena ke arga.
"Saya mencintai anak om dengan tulus" jawab arga.
"Kamu alena! Apa kamu mencintai dia?" Tanya papa alena ke alena dan di balas dengan anggukan oleh alena.
"Baiklah besok malam kita akan mengadakan pertunangan kalian!" Kata papa alena yang membuat alena terkejut sekaligus senang.
"Papa serius?" Tanya alena memastikan.
"Iya"
"Dan kamu bilang ke pada orang tua kamu agar kita bisa menyiapkan acaranya bersama!" Kata papa alena ke pada arga.
"Iya om" jawab arga.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Didalam kamar seorang gadis sedang duduk di depan cermin.
"Alena apa kamu sudah siap sayang" panggil mama alena.
"Iya"
"Ayo sekarang kita turun" ajak mama alena.
Disana alena bisa melihat arga yang sudah menunggunya.
"Baiklah sekarang waktunya pertukaran cincin" kata mc.
Setelah acara pertukaran cincin para tamu di persilakan menikmati hidangan yang sudah ada.
"Selamat dan maaf" kata dirga.
"Makasih, gue udah maafin lo kok" kata alena.
"Ga tolong jaga adik gue ya" ujar dirga.
"Iya tenang aja bakal gue jagain" jawab arga.
"Selamat ya adikku sayang" kata vino seraya mencium kening alena.
"Makasih bang"
"Selamat ya len ga" kata joko dan cristiana bersamaan.
"Makasih"
"Selamat ya sayang, nggak nyangka udah mau jadi calon mantu aja" kata mama arga.
"Makasih ma" jawab alena.
"Sayang maafin mama sama papa ya, udah egois dannggak pernah mikirin perasaan kamu" kata mama alena.
"Alena ydah maafin mama sama papa kok" kata alena.
"Arga" panggil papa alena.
"Iya om"
"Om minta kamu jangan pernah sakitin alena ya! Dan kanu harus jaga alena" kata apapa alena kepada arga.
"Pasti om" jawab arga.
SELESAI.