
"Lo nggak ada niatan bantuin gue gitu?" Kata alena dengan sangat kesal.
Tapi yang di tanya bukannya menjawab tapi hanya diam saja. Akhirnya alena memutuskan untuk bangun sendiri meski sekarang pantatnya terasa lebih sakit.
"Eh lo orang apa setan sih" tanya alena.
Tapi lagi lagi dia hanya diam saja.
"Daripada gue ngomong sama tembok mending gue pergi keburu by jamilah nemuin gue" gumam alena.
"Yaudah ya kalo lo mau diem aja di sini gue jyga nggak ngelarang, sekarang gue mau pergi. byee" ucap alena lalu berjalan melewati lelaki itu.
"Oh ya sory buat yang tadi" katanya lalu pergi melanjutkan perjalanannya yabg sempat tertunda tadi.
Sesampainya di kelas ternyata kelasnya tidak ada guru karena guru sedang rapat.
"Tau gitu gue nggak usah masuk sekolah" batin alena.
Alena langsung masuk dan berdiri di samping cibdy yang sedang asik mengobrol dengan cristiana.
Brakk... (suara gebrakan meja).
"Minggir" ucap alena dingin.
"I-iya" jaeab cindy agak gagap lalu berdiri dari tempat alena.
"Lo dari mana aja?" Tanya cristiana.
"Telat" jawab alena singkat.
"Brarti lo berangkat sendiri?" Tanya cristiana lagi.
"Iyalah"
"Oh iya vino mana?" Tanya alena.
" it-- lah mana orang nya tadi disitu" ujar cristiana.
"Ahh bodoamat" ujar alena lalu melengkupkan kepalanya di meja.
"Lo sakit?"
" nggak"
"Kok wajah lo lesu banget sih" tanya cristiana.
"Gue abis jatuh dari tembok belakang terus nabrak orang terus gue jatuh lagi" ujarnya.
"Hah, kok bisa" pekik cristiana.
"Ya bisalah"
"Jelasin coba!"
"Nggak males!"
"Ihhh alenaaaa jelasinn dong" geram cristiana.
"Nggak males gue capek" Akhirnya cristiana lah yang menggalah.
-----
Vino dan teman temannya sekarang berada di rofftop sekolah.
"Vin" panggil kevin ke vino.
"Hmmm"
"Alena nggak sekolah? Tadi lo kok berangkat sendiri?"
"Nggak tau juga, orang tadi dia belum bangun" jawab vino.
"Ohhh" kevin hanya ber og ria.
"Kenapa? Lo rindu ya bos?" Goda arsen.
"Bacot banget lo!"
"Gapapa kalu bro, gue dukung kok" kata vino sambil menepuk pundak kevin.
"Thanks" jawab kevin.
Sedangkan di dalam kelas alena semakin merasa kepalanya pusing.
"Len kita ke uks aja ya?" Tawar cristiana yang hanya di angguki oleh alena.
Cristiana pun langsung pergi mengantar alena ke uks sekalian membawa tas mereka juga.
"Lo tiduran aja, gue jagain disini" kara cristiana.
"Hmm"
"Lo udah sarapan?"
"Belum"
"Gue beliin makanan ya lo mau apa?"
"Terserah"
"Yaudah nasi goreng aja ya?"
"Hmm"
"Yaudah gue pergi dulu" pamit cristiana.
"Susah ya ngomong sama orang sakit bawaannya cuma hmm hmm mulu" gerutu cristiana.
-------
"Eh udah bell pulang ya?" Tanya alena yang baru saja bangun.
"Iya, mau pulang sekarang?" Tanya cristiana.
"Iya yok" ajak alena.
"Lo udah sehat?" Tanya cristiana.
"Udah cuma pantat gue masih sakit" kata alena.
"Lo masih bisa jalan kan?"
"Ya bisa lah lo kira gue lumpuh gitu?" Ketus alena.
"Hahaha iya udah ayok" merekapun pergi meninggalkan uks. Sesampainya di gerbang sekolah sudah terlihat supir yang menjemput cristiana.
"Lo pulang sama siapa? Kayaknya vino udah pulang duluan deh" ujar cristiana.
"Emm-- gue naik taksi, lo pulang aja dulu" suruh alena.
"Lo pulang bareng gue aja" ajak cristiana.
"Nggak usah rumah kuta kan nggak searah" elak alena.
"Iya juga sih, yaudah gini aja lo pesen taksi sekarang gue tungguin sampe taksinya datang!" Putus cristiana.
"Udah lo pulang aja lagian mau ujan juga, rumah lo kan jauh banget kasian juga tuh pak supirnya udah nungguin lama" bujuk alena.
"Yaudah deh gue pulang dulu, bye" kata cristiana. Setelah kepergian cristiana alena inggin memesan taksi online tapi saat membuka ponselnya ternyata ponselnya lowbet.
"Tau gini tadi gue nurutin apa kata cristiana" gerutu alena.
"Terus sekarang gue pulang bareng siapa?" Tanya nya pada diri sendiri.
Tiiiiinnn (suara klakson mobil).
"Naik" kata laki laki yang berada di dalam mobil. Alenapun menoleh ke arah sumber suara.
"Nggak gue kan nggak kenal lo" tolak Alena.
"Naik" ucap nya lagi.
"Nggak mau gue nggak bisa asal asalan ikut orang yaa.." ketus alena.
"Lo mau pulang jalan kaki? Yakin?" Tanya laki laki itu.
"Biarin" jaeab alena sewot.
"Lo naik sendiri apa gue gendong" ancam laki laki itu.
"Jawaban gue tetep sama NGAK MAU" kata alena menekan kata yang paling akhir dan berjalan meninggalkan laki laki itu.
Laki laki itu kemudian keluar dari mobil dan mendekatke arah alena lalu...
"Aaaaa ... apa yang lo lakuin" teriak alena.
"Diam atau gue cium lo" ancam laki laki itu lagi.
"Wah.. parah..lo nggak tau siapa gue" kata Alena menantang. Tapi laki laki itu tidak menghiraukannya dia malah memasukkan alena ke dalam mobilnya itu.
"Lo!" Pekik alena.
"Awas aja lo macem2 sama gue" kata alena yang tidak bisa berhenti bicara.
"Gue ini ALENA ADITITANIA semua murid di kelas gue aja takut sama gue" oceh alena lagi.
"Lo bisa diem nggak" kata laki laki itu dengan wajah datarnya.
"Nggak" ketus alena.
"Gue cium lo mau?" Kata laki laki itu d3ngan wajah yang masih datar itu membuat alena bergedik nggeri dan langsung menutup mulutnya.
Setelah kejadian itu suasana di dalam mobil menjadi hening tidak ada yang berbicara.
"Rumah lo di mana?" Tanya laki laki itu.
"Jalan kenanga no.12" setelah setengah jam akhirnya alena sampai juga di rumahnya.
"Turun" kata laki laki itu.
"Nggak lo suruh juga ini bakalan turun" ketus alena. Alena turun dari mobil dan langsung membuka gerbang rumahnya tanpa mengucapkan terimakasih.
Sedangkan laki laki yang berada di dalam mobil menunjukan senyum smirk nya.
Didalam rumah ...
Alena menuju kamar abangnya sesampainya di depan kamar ternyata kamarnya di kunci. Dengan kesal alena menendang pintu itu dan langsung kebuka.
Memperlihatkan vino yang sudah terlelap dengan earphone di telinganya.
"Wahhh....gila enak banget dia tidur tidur gini" kesal alena. Alena berjalan ke samping tempat tidur vino lalu mengambil guling dan memukul mukul vino dengan guling.
"Aduh... aduhh siapa sihhh yang gangguin gue tidur" gumam vino setengah sadar.
"Eh... bangun loo" teriak alena.
"Eh.. apaansih len"
"Apaansih apaansih lo udah tinggalin gue tadi pagi" ketus alena.
"Yaa.. itu salah lo kenapa nggak bangun" elak vino.
"Lo juga salah kenapa nggak bangunin gue coba" tekan alena.
"Emmm yaa.. kan gue males aja lo kalo di bangunin kan susah" alibinya.
"Alasan lo!" Ketus alena lalu meninggalkan kamar vino.