
"Tara kamu ngapain di sini?" Tanya alena ke tara.
"Begini sayang kami semua setuju menjodohkan kamu dengan tara, sebenarnya ini sudah kita rencanakan dari dulu tapi kita bingung pasti kamu akan menolak tara, jadi kita pakai cara tara pura pura udah suka sama kamu dari dulu. Karen mama tau kamu kalau pilih pasangan itu pasti pilihnya yang setia dan sabar. Tara juga setia tapi mungkin kalau mama nggak suruh tara ngelakuin itu pasti kamu juga akan menolak tara. Mama sama papa terpaksa ngelakuin ini untuk meluluhkan hati kamu. Tapi mama tau kamu sudag mencintai tara kan? Jadi ini akan jauh lebih mudah" kata mama alena panjang lebar.
Tak terasaair mata alena satu persatu jatuh. Kenapa mereka tega sekali melakukan ini.
Tapi jujur alenabelum mencintai tara. Dia memang pernah berkata dia mencintai tara. Tapi itu tidak benar, dia berbicara seperti itu agar dia bisa lebih mudah membuka hati nya untuk tara.
"Kalian kenapa jahat banget sama gue" teriak alena.
"Dan lo lo pikir gue udah bener bener suka sama lo?" Ujar alena sambil menunjuk tara.
Tara yang melihat itu hanya bisa diam.
"Gue bahkan belum ada rasa apapun sama lo!"
" gue ngomong kayak gitu biar gue itu bisa mencoba buka hati gue buat lo! Karna gue salut sama cerita bohongan lo itu yang bisa selama itu suka sama gue! Tapi ternyata itu salah"
"Gue benci kalian semua" teriak alena lalu berlari pergi ke luar rumah.
" alena tunggu" panggil mira sambil menangis tetapi tak di hiraukan alena.
Sedangkan di luar rumah alena terus saja berlari sambil menuju gerbang rumahnya dia tidak punya tujuan saat ini tujuan nya hanya satu menenangkan dirinya.
Saat membuka pagar rumahnya alena terkejut ternyata arga masih berada di depan.
"Lo kenapa" tanya arga panik melihat keadaan alena saat ini.
"Bawa gue pergi dari sini" kata alena di sela sela isakannya.
"Lo kenapa sih?" Tanya arga yang dibuat bingung dengan sikap alena.
"Lo mau nggak kalau nggak gue pergi sendiri aja" kata alena ingin meninggalkan tempat.
"Lo sama gue aja bahaya di luar" kata arga lalu manarik tangan alena agar masuk ke dalam mobil.
"Udah ya jangan nangis lagi" entah kenapa arga tidak suka melihat alena menangis.
"Gue sedih ga" ujar alena.
" iya gue juga tau kalau lo lagi sedih! Mana ada orang bahagia sampai nangis kaya gitu" kata arga inggin membuat alena tersenyum.
"Lo nggak seru banget jadi orang" ujar alena.
"Sekarang lo mau kemana?" Tanya arga.
"Nggak tau"
"Lo butuh istirahat, gimana kalau lo kerumah gue aja" ujar arga.
"Gila ya lo, lo mau apain gue" pekik alena. Yang di hadiahi jitakan oleh arga
"Pikiran lo!"
"Ya lo sih masa ngajak anak gadis ke rumah"
"Ya kan dirumah juga ada mama gue" kata arga.
"Ada papa lo juga kan! Nggak nggak nanti gue di marahin lagi!" Kata alena.
"Gue cuma tinggal sama mama!" Ujar arga.
"Lah papa lo kemana?" Tanya alena.
"Mama sama papa udah cerai" kata arga.
"Eh- sory sory" kata alena.
"Nggak papa"
"Emang mama lo mau nampung gue? "Tanya alena memastikan.
"Kenapa nggak?"
"Yaudah ayo cepetan gue udah ngantuk nih" kata alena.
"Tadi aja nangis nangis nggak jelas, lah sekarang?" Gumam arga yang masih di dengar alena.
"Ngomong apa lo barusan?" Ketus alena.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Udah sampai" kata arga. Tetapi tidak ada sahutan dari alena.
Ternyata alena terlelap di dalam mobil saat perjalanan. Terpaksa arga harus menggendong nya.
"Kayak nya mama udah tidur deh" gumam arga saat melihat lampu di rumahnya padam.
"Arga.. dari mana aja kam- Astaghfirullah itu anak siapa kamu apain?" Pekik mama arga.
"Astaga mama ngagetin aja" kata arga.
"Itu anak gadis orang kamu apain!"
"Nggak arga apa apain ma, dia cuma ketiduran di mobil" jelas arga.
"Terus kenapa kamu bawa ke sini?"
"Tadi dia nangis nangis kayaknya lagi ada masalah di rumahnya"
"Yaudah yaudah sekarang kamu bawa dia ke kamar tamu aja" kata mama arga.
" iya" lalu arga membawa alena ke kamar tamu. Setelah meletakkan alena arga langsung keluar dari kamar itu.
Pagi harinya....
Alena membuka matanya betapa terkejutnya dia saat menyadari dia tidak berada di kamarnya sekarang.
"Hah gue dimana nih" gumamnya.
Tok to tok!
"Masuk" ujar alena.
"Mandi turun sarapan" kata arga lalu keluar lagi. Mendengar itu alena hanya bisa melonggo.
"Kok ada sih manusia kayak gitu?" Gumamnya.
Setelah selesai mandi alena bergegas turun. Ternyata di sana juga ada mamanya arga, bagaimana jika mamanya arga orangnya galak. Alena merasa agak takut untuk turun akhirnya dia hanya melamun dintangga.
"Ehh nak alena sini ayo sarapan bareng" panggil mama arga.
"Eh iya tan" kata alena kikuk.
Setelah itu alena ikut bergabung di meja makan bersama arga dan mamanya. Setelah acara sarapan selesai alena berniat membantu mamanya arga.
"Alena bantuin ya tan" kata alena.
"Boleh" kata mama arga. Mereka pun membawa piring bekas makan mereka ke dapur karena memang di rumah arga tidak ada pembantu.
"Maaf ya tante alena jadi ngerepotin tante" kata alena.
"Tante nggak ngerasa di repotin sama kamu kok! Malah tante seneng jadi rumah ini jadi rame. Soalnya cuma tante sama arga yang tinggal di sini" kata mama arga.
"Makasih tante" kata alena tulus.
"Tapi kalau kamu ada masalah sama keluarga kamu, kamu harus selesaikan dengan baik baik" nasihat mama arga.
"Ita tante, oh ya nama tante siapa?" Tanya alena.
"Oh ya kita belum kenalan ya" kata mama arga sambil tersenyum.
"Nama tante sarah kamu, tapi kamu panggilnya mama aja ya!" Suruh mama arga.
"Iya deh ma" kata alena terkekeh.
"Udah selesai nih, kamu susul aja arga ke kamarnya" kata mama arga.
"Iya" alena pun pergi mencari kamar arga.
Sesampainya di lantai 2 ada 4 kamar satu pintunya berwarna putih mungkin kamar mama arga yang ke dua pintunya berwarna coklat sepertinya itu kamar arga yang 2 lagi pintunya berwarna navy seperti yang tadi malam di tempati alena.
Lalu alena berjalan ke arah ointu yang berwarna coklat.
"Argaa.. gue boleh masuk nggak?" Kata alena setengah berteriak.
"Masuk aja" setelah mendengar jawaban arga alena baru masuk. Ternyata kamar arga bisa di bilang sangat rapi di kategori kamar laku laki, aroma kamar arga juga sangat sama dengan aroma arga (yaiyalah namannya juga kamarnya wkwkwk).