MOMENTUM

MOMENTUM
ungkapan tanpa sengaja



Kantin sekolah...


Alena dan cristiana duduk di meja pojok yang ada di kantin tempat yang biasa mereka tempati untuk makan.


"Lo pesen apa? Biar gue pesenin sekalian" kata cristiana


"Bakso sama es teh aja"


"Tunggu bentar gue pesen dulu" Cristiana pergi meninggalkan alena sendiri untuk memesan makanan mereka. Tak lama kemudian cristiana kembali dengan membawa 2 mangkuk bakso.


"Kok lo sendiri yang bawa?" Tanya alena. Karena biasanya mbak kantin lah yang mengantarkan pesanan mereka.


"Mbak kantinnya lagi repot, kasian tau" jawab cristiana.


"Ohh, minumannya mana"


"Ntar di anter mbak kantin"


Tak lama minuman mereka datang merekapun langsung menikmati makanannya masing masing.


Brak


Suara gebrakan meja berhasil membuat tubuh alena dan cristiana terpelonjat kaget. Alena menatap tajam ke arah pelaku, siapa lagi kalau bukan vino.


"Lo mau gue mati tersedak" teriak alena.


"Gue ikut gabung" tanpa mendapat persetujuan alena vino, kevin dan teman temannya langsung duduk satu meja dengan alena.


Sedangkan alena tetap menikmati makanannya dan tidak menghiraukan keberadaan vino, kevin dan teman temannya. Suasana berubah menjadi hening.


"Lo makan kok ngak bagi-bagi sih" akhirnya vino membuka suaranya.


"Pesan aja sendiri, noh" kata alena sambil menunjuk ke arah mbak kantin penjual bakso.


Suasana kembali hening. Tak ada satupun yang membuka suaranya, hanya ada suara berisik dari murid lain yang juga sedang makan di kantin. Alena sesekali melirik ke arah kevin yang sendari tadi menatapnya.


"Lo ngapain ngeliatin gue kayak gitu" sewot alena.


"Hah" kevin bingung dia tertangkap basah sedang memandangi wajah cantik alena. "Ngak kok" lanjutnya.


"Emang lo kesini mau makan apa cuma mau ngeliatin gue kayak tadi" sinis alena. Alena kembali memakan mekananya Sedangkan kevin hanya diam dan sesekali melirik alena.


"Ga usah ngeliat alena kagak gitu, ntar jatuh cinta lagi" sindir vino.


"Emang udah" tanpa sadar mulut kevin kata kata iti dengan sendirinya.


"Hah" semua melongo mendengar apa yang baru saja di ucapkan kevin.


"Astaga gue tadi bilang apa" batin kevin.


"Gue ngak suka sama lo, jauh jauh deh dari gue" alena berdiri. "Cris ke kelas yuk udah kenyang gue" ajak alena. Sedangkan cristiana hanya mengangguk pelan. Ketika mereka hendak meninggalkan kantin cristiana teringat akan sesuatu.


"Eh tunggu dulu, kita belum bayar" kata cristiana.


"Bang bayarin makanan kita berdua" teriak alena kepada vino. Alena kembali menarik tangan cristiana menjauh dari kantin.


"Lo yang makan kenapa gue yang bayar" teriak vino yang tidak terima. Tetapi tidak ada respon dari alena.


Di perpustakaan...


"Len" panggil cristiana. Alena pun menoleh dan menaikan sebelah alisnya pertanda bertanya ada apa.


"Kevin beneran suka sama lo ya?  Sejak kapan? Lo juga kapan kenal sama dia? Lo juga suka sama dia?"


"Paan sih lo"


"Emang li ngak suka sama dia?"


"NGGAK!! Ngapain coba suka sama biang rusuh" sinis alena.


"Gitu-gitu juga most wanted sekolah ini, udah gitu nakal, ganteng pula" ujar cristiana.


"Lo bangga sama orang nakal?" Tanya alena.


"Ya ngak gitu juga sih"


"Terus?"


"Kalo anak nakal itu semua murid sama guru pasti kenal."


"Satu kata buat lo" ucap alena tampak serius.


"Apa?" Cristiana penasaran dengan apa yang akan alena ucapakan.


"BODOH!!" kata alena.


"Vin?" Panggil vino.


"Apa?"


" lo beneran suka sama alena?"


"Kepo banget sih jadi manusia" sinis kevin.


"Kayaknya bener deh lo suka sama alena" kata jack.


"Apaan sih lo pada" kata kevin seraya meninggalkan teman-temannya.


Bel pulang sekolah sudah berbunyi 15 menit yang lalu, semua murid SMA Garuda pun berbondong-bondong untuk pulang. Sedangkan di depan gerbang alena masih menunggu vino yang entah dimana. Setelah 20 menit menunggu akhirnya yang di tunggu datang juga.


"Lo lama banget sih bang, gue sampe lumutan nungguin lo" omel alena.


"Gue mau nongkrong sama temen-teman dulu. Lo ikut ngak" tanya vino.


"Kenapa kagak bilang dari tadi, jadi gue ngak perlu nungguin lo" omel alena. " yaudah gue ikut, daripada sia sia gue nungguin lo" lanjutnya.


Mobil vino berhenti di sebuah kafe yang biasa di datangi anak remaja seusia mereka. Alena mengikuti vino masuk ke dalam. Ternyata di dalam juga ada kevin.


"Lo kenapa ngak bilang kalo di sini juga ada kevin" geram alena.


"Lah gue kan tadi udah bilang gue mau nongkrong sama teman-temen gue, kevin juga kan temen gue" ujar kevin.


"Serah lo  gue tunggu di mobil aja"kata alena. Alena membalikan badanya lalu keluar dari kafe.


"Tapi gue lumayan lama len" kata vino dengan nada yang lumayan tinggi.


"Terserah lo puas puasin aja" teriak alena dari luar kafe tapi masih bisa di dengar vino.


Sedangkan di dalam kafe kevin dan teman temanya sudah melihat kehadiran vino dan alena. Vino mendekat ke meja yang diduduki kevin dan teman temannya.


"Lah Alena kenapa balik lagi?" Tanya arsen.


"Ga tau juga ngak jelas tu anak"


"Eh gue keluar bentar" kata kevin hanya di balas anggukkan oleh vino dan lainnya.


Di mobil...


Alena sedang sibuk dengan ponselnya dan memasang earphone di telinganya dan mulai memejamkan matanya. Tetapi sat ia hampir terlelap dalam mimpinya ada suara uang menggangu nya.


Tok tok tok!


Alena menoleh ke arah kaca mobil. Terlihat sosok lelaki yang sedang menatap alena.


Alena yang malas bertemu dengan lelaki tersebut, segera membuang muka ke arah lain.


Tok tok tok!


Alena kembali menoleh ke arah sumber suara. Laki laki itu terlihat mengisyaratkan alena untuk membuka kaca mobilnya.


Dengan malas alena membuka kaca mobil.


"Apaan?" Tanya Alena ketus.


"Galak amat neng" kata kevin sambil mencolek dagu alena.


"Gausah pegang pegang gue" kata alena sambil menepis tangan kevin yang sedang mencolek colek dagunya. Terlihat kevin yang menghela nafas kasar.


"Kenapa nvak ikut masuk?" Tanya kevin .


"Males" jawab alena singkat.


"Males karna ada gue ya?" Tanya kevin lagi, tapi kali ini di sertai dengan wajah lesunya. Alena yang melihat raut wajah kevin merasa sedikit kasihan. Lalu dia tepis rasa kasihan nya.


"Tuh tau"


"Lo kenapa sih?" Tanya kevin. Pasalnya setiap alena bertemu kevin alena selalu sensi.


"Kenapa? Emang gue kenapa?" Kata alena dengan nada sedikit tinggi.


"Kenapa setiap kali lo ketemu gue lo selalu sensi?"


"Gak tau" memang alena tidak tau entah kenapa dia setiapbettemu kevin selalu sensi.


"Aneh lo" kata kevin sembari meninggalkan alena yang masih di dalam mobil.


Alena jadi ingin tau kenapa dia sangat sensi jika bertemu dengan kevin. Sangat lama dia berkutat dalam pikiranya sendiri.


"Ah bodo amat! Ngapain gue mikirin dia" guman alena.