
Panji duduk dengan tatapan kosong, dia beberapa kali berbalik menatap ke arah pintu menunggu dengan cemas dan penuh harapan pada seseorang yang akan datang membantunya
Pintu terbuka, perasaan panji menjadi hangat senyumnya yang mengembang hilang tanpa sadar saat melihat orang yang masuk ke dalam, pikiran panji bertanya tanya siapa gadis ini, penampilannya sangat sederhana dia mengenakan kaos kebesaran dan celaba jeans belel yang murah, doa mengenakan topi dan masker untuk melindungi bagian atas tubuhnya
Mata panji masih mengerut kebingungan saat gadis itu duduk dengan tenang di depannya, hatinua terasa dingin tanpa sadar saat melihat tatapannya yang dingin.
Gadid itu duduk lalu mengambil posisi yang sangat santai. Dia menarik napasnya dan berbicara dengan lembut "panji" suaranya rendah dan tenang
Panji menatap gadis itu lalu bertanya hati hati "siapa?" dia tidak jadi mengucapkab kata katanya begitu melihat tatapan dingin gadis itu
Gadis itu membuka maskernya memperlihatkan senyuman dingin miliknya "aku, risa apa kau bisa mengingatnya?" dia bertanya dengan ramah
Panji terhenyak, pikirannya menjadi kosong "risa" dia berbicara tanpa sadar
Risa menoleh pada dinding sebentar sebelum berbalik menatap panji kembali "aku dengar kau di jandikan kambing hitam?"
risa tersenyum kecil seolah olah dia mengingat sesuatu yang menyenangkan "bagaimana rasanya panji?" dia menatap panji dengan dingin "di tusuk oleh orang kepercayaanmu sendiri?"
Panji menggertakan giginya "apa ini perbuatanmu?" dia bertanya dengan wajah menghitam penuh kemarahan
Risa mengangguk mantap
"apa jasmine mengetahuinya?"
Panji duduk dengan tatapan kosong, dia beberapa kali berbalik menatap ke arah pintu menunggu dengan cemas dan penuh harapan pada seseorang yang akan datang membantunya
Pintu terbuka, perasaan panji menjadi hangat senyumnya yang mengembang hilang tanpa sadar saat melihat orang yang masuk ke dalam, pikiran panji bertanya tanya siapa gadis ini, penampilannya sangat sederhana dia mengenakan kaos kebesaran dan celaba jeans belel yang murah, doa mengenakan topi dan masker untuk melindungi bagian atas tubuhnya
Mata panji masih mengerut kebingungan saat gadis itu duduk dengan tenang di depannya, hatinua terasa dingin tanpa sadar saat melihat tatapannya yang dingin.
Gadid itu duduk lalu mengambil posisi yang sangat santai. Dia menarik napasnya dan berbicara dengan lembut "panji" suaranya rendah dan tenang
Panji menatap gadis itu lalu bertanya hati hati "siapa?" dia tidak jadi mengucapkab kata katanya begitu melihat tatapan dingin gadis itu
Gadis itu membuka maskernya memperlihatkan senyuman dingin miliknya "aku, risa apa kau bisa mengingatnya?" dia bertanya dengan ramah
Panji terhenyak, pikirannya menjadi kosong "risa" dia berbicara tanpa sadar
Risa menoleh pada dinding sebentar sebelum berbalik menatap panji kembali "aku dengar kau di jandikan kambing hitam?"
risa tersenyum kecil seolah olah dia mengingat sesuatu yang menyenangkan "bagaimana rasanya panji?" dia menatap panji dengan dingin "di tusuk oleh orang kepercayaanmu sendiri?"
Panji menggertakan giginya "apa ini perbuatanmu?" dia bertanya dengan wajah menghitam penuh kemarahan
Risa mengangguk mantap
"apa jasmine mengetahuinya?" Panji duduk dengan tatapan kosong, dia beberapa kali berbalik menatap ke arah pintu menunggu dengan cemas dan penuh harapan pada seseorang yang akan datang membantunya
Pintu terbuka, perasaan panji menjadi hangat senyumnya yang mengembang hilang tanpa sadar saat melihat orang yang masuk ke dalam, pikiran panji bertanya tanya siapa gadis ini, penampilannya sangat sederhana dia mengenakan kaos kebesaran dan celaba jeans belel yang murah, doa mengenakan topi dan masker untuk melindungi bagian atas tubuhnya
Mata panji masih mengerut kebingungan saat gadis itu duduk dengan tenang di depannya, hatinua terasa dingin tanpa sadar saat melihat tatapannya yang dingin.
Gadid itu duduk lalu mengambil posisi yang sangat santai. Dia menarik napasnya dan berbicara dengan lembut "panji" suaranya rendah dan tenang
Panji menatap gadis itu lalu bertanya hati hati "siapa?" dia tidak jadi mengucapkab kata katanya begitu melihat tatapan dingin gadis itu
Gadis itu membuka maskernya memperlihatkan senyuman dingin miliknya "aku, risa apa kau bisa mengingatnya?" dia bertanya dengan ramah
Panji terhenyak, pikirannya menjadi kosong "risa" dia berbicara tanpa sadar
Risa menoleh pada dinding sebentar sebelum berbalik menatap panji kembali "aku dengar kau di jandikan kambing hitam?"
risa tersenyum kecil seolah olah dia mengingat sesuatu yang menyenangkan "bagaimana rasanya panji?" dia menatap panji dengan dingin "di tusuk oleh orang kepercayaanmu sendiri?"
Panji menggertakan giginya "apa ini perbuatanmu?" dia bertanya dengan wajah menghitam penuh kemarahan
Risa mengangguk mantap
"apa jasmine mengetahuinya?"