
jamsine menatap ruangan di yang batu saja dia masukin berputar putar melihat keadaan ruangan, di belakangnya mengikuti risa yang terus menunduk dengan patuh, seperti pelayanan yang mengikuti majikannya, jasmine melirik sekilas memperhatikan sikap risa yang patuh, dia bertanya tanya ada apa dengan sikapnya, tapi dalam satu detik jamsine membuang pikirannya,bapa peduli jasmine. biarkan saja bahkan jika dia saat ini jatuh ke dalam jurang jasmine hanya akan menatapnya dengan tenang dan tidak lupa memberikan senyuman manis sebagai perpisahan.
jasmine menatap risa, lalu berbicara kepadanya dengan wajah mengejek "pastikan kamar ini bersih dan rapih, tamu yang akan datang sangat penting"
risa tidak menatap jasmine, tapi kepalanya mengangguk. matanya tidak pernah lepas menatap lantai yang di injaknya.
tangan jasmine mengepal, melihat sikap lugunya yang pura pura, dia menatap tajam risa dengan penuh kebencian, rasanya dia benar benar ingin datang dan bergegas kearahnya lalu mencabik cabiknya saat ini juga "pastikan semuanya harus sempurna, aku tidak ingin ada kesalahan sedikitpun" dia kembali berkata, matanya penuh rasa jijik saat menatap risa.
risa masih sama menunduk dan menatap lantai, wajahnya yang tertutup masker mencibir kearah jasmine berkali kali, jasmine, tenang saja, semuanya akan sempurna tidak akan ada kegagalan.
jamsine menarik napasnya, merasa jengkel dan tidak berdaya melihat sikap gadis ini, baiklah kita lepaskan saja dia kali ini, nanti malam juga dia sudah tidak akan hadir lagi dalam hidupnya, jasmine mengontrol wajahnya agar tidak terlalu menampakkan kebencian kepada risa "aku akan pergi" dia bergerak keluar dari ruangan meninggalkan risa yang masih berdiri di dalam kamar yang luas.
pelan pelan risa mengangkat kepalanya, matanya menangkap ruangan besar dengan perabotan kelas satu, sofa mewah dan empuk di tempatkan di tengah ruangan, ada lemari kaca yang di penuhi minuman, lampu antik besar menggantung di atas ruangan, gorden tinggi dan panjang menambah kesan mewah pada ruangan, kaki risa bergerak, tangannya mengambil sapu dan alat pel dan mulai membersihkan ruangan, berjam jam lamanya dia membersihkan ruangan, dia sudah lelah dan sangat haus, risa mengambil minuman yang tersedia di atas meja, menegaknya sampai habis, kerongkongannya yang kering terasa segar, dia meregangkan leher dan tubuhnya untuk menghilangkan rasa pegal pegal,
risa terhuyung, tiba tiba saja dia merasakan kepalanya sedikit pusing, dia memejamkan matanya mencoba menjernihkan matanya, tapi itu tidak berhasil kepalanya terasa semakin berat, dia mencoba melangkah ke arah pintu mencoba keluar dari ruangan, tapi langkahnya tidak stabil, dia terhuyung huyung menuju pintu kamar, risa merasa pandangannya semakin buram, tangannya mencoba menggapai pintu di depannya tapi kekuatan tubuhnya benar benar hilang seperti terbawa angin, dia terjatuh di atas lantai kering, risa meringkuk dan semakin merasa pusing, pandangannya menjadi gelap...........
jasmine berdiri di balik pintu dengan tenang berjam jam lamanya, dia pura pura keluar untuk memastikan risa tetap di dalam kamar dan agar tidak ada yang melihat rencanya, telinganya mendengar suara langkah langkah kaki, dia tersenyum tanpa sadar, matanya menatap langit yang biru dan cerah. perasaannya menjadi ringan.
jasmine berbalik lalu dia membuka pintu, dia benar benar puas saat melihat risa yang tergeletak di atas lantai dingin, matanya terpejam. jasmine melangkah lalu berdiri di depan tubuh risa yang tidak berdaya, kakinya menendang nendang tubuh gadis itu, sama sekali tidak ada pergerakan. perasaannya benar benar lega, jasmine melirik gelas bekas risa tadi, jika di lihat dari banyaknya air yang di minumnya dia tidak akan sadar sampai besok pagi,........itu bagus,
...----------------...
panji membuka pintu, lalu melangkah kearah jasmine yang sedang berdiri di depan jendela, hari ini jasmine berdandan sangat mewah seperti seseorang gadis kaya yang akan merayakan acara besar, pipinya berseri seri dengan penuh kebahagiaan.
"semua sudah selesai" panji berkata dengan tenang lalu mendekati jasmine untuk menagih bonus yang di janjikannya
jasmine berbalik, wajahnya yang full make up membuatnya benar benar sangat cantik dan hidup, matanya memancarkan pesona tajam yang memikat, rambutnya yang terurai membingkai wajah indahnya, bibirny terpoles lipstik benar benar cantik, panji terdiam sebentar, seperti kehilangan kesadarannya, senopati benar benar gila menyianyiakan gadis seperti ini.
"aku akan membuangnya ke danau"
jasmine melirik panji, perasaannya mencair, dia tersenyum lebar tanpa bisa di tahan, seperti ada yang meledak di dalam hatinya, dia sangat bahagia saat mendengar ucapan panji. bagus danau dingin dan tenang adalah tempat yang cocok untuk melenyapkan gadis kotor seperti itu "Aku suka rencana itu" Dia memuji panji dengan sungguh sungguh.
panji melirik jasmine, lalu menyeringai kecil, saat mendengar ucapan jasmine, dia meledek jasmine di dalam hatinya, dia bisa melihat dengan jelas isi hati jasmine yang benar benar ingin melenyapkan risa, dia bergerak lebih dekat lalu mengelus bahu jasmine tanpa sadar "kau tenang saja, gadis itu tidak akan pernah muncul dari hidupmu"
saat jasmine akan membalas kata kata manis panji, pintu terbuka dengan kasar, seorang pria berlari ke arah mereka dengan wajah pucat seperti orang yang di kejar kejar penagih hutang yang galak "nona" dia tidak bisa mengeluarkan suaranya, lalu pelan pelan menarik napasnya yang hilang dan berdiri dengan sekujur tubuh bergetar "nona, nona jasmine....di luar ada polisi?" Dia memberitahukan informasi kepada jasmine dan panji dengan susah payah
panji dan jasmine langsung bertatapan, wajah mereka berdua sama sama bingung dan mereka berdua tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya sampai anak di depan mereka bergetar "apa masalahnya?" jasmine bertanya dengan tidak sabar
pria itu menarik napasnya mencoba mengumpulkan kata kata dan kekuatannya "polisi melakukan razia, ada yang melaporkan bahwa seseorang......."
sebelum kata katanya juga selesai seperti jasmine tadi pintu kembali terbuka dengan lebih keras, bahkan seperti akan copot dari engselnya, jasmine dan panji sama sama berbalik, mereka melihat panji yang menyerbu masuk seperti serigala terluka yang marah, bibirnya menyeringai kejam dan matanya penuh dengan api kemarahan saat menatap jasmine.
"brengsek, apa yang telah kau lakukan?" Dia meraung seperti guntur, Dia berjalan tergesa gesa seperti peluru yang di tembakan lalu tanpa segan segan mencengkram bahu jasmine dengan kekuatan besar seperti ingin meremukan tangan jasmine.
jasmine yang masih bingung menatap senopati dengan linglung, pikirannya masih lambat dan kosong, dia merasa bahwa ini hanya ilusi, dia kini menatap panji, lalu tiba tiba saja merasa marah karena perbuatan buruk senopati "apa yang kau lakukan! lepaskan aku bajingan!" dia menggeram tidak kalah galak dari senopati
"apa yang aku lakukan?" suara panji melengking tinggi seperti peluit, dia kembali berkata dengan marah "kau yang brengsek, bisa bisanya kau menyuruh dia" senopati mengacungkan jarinya kearah panji dengan wajah jijik "menculik seorang anak pejabat"
panji yang mendengar itu menatap senopati dengan wajah serius, dia berbalik kini menatap jasmine dan menatapnya dengan mata yang dalam. merasa bahwa ini adalah pertanda buruk "anak pejabat siapa?" Dia bertanya dan melangkah ke arah jasmine dan senopati tergesa gesa,
"apa kau tahu siapa orang yang minta dia singkirkan?" senopati bertanya dengan dingin, matanya menyala dengan penuh rasa jijik pada jasmine "dia salah satu anak mentri"
jasmine menatap panji, melihat wajah panji yang serius, kini dia menatap senopati yang marah dan seperti ingin membunuhnya. dia merasa bahwa ini ilusi, apa yang terjadi kenapa menjadi seperti ini.