
pria berkulit coklat itu duduk melamun di depan meja yang memiliki pembatas, matanya beberapa kali menatap dengan penuh antusias, menunggu orang yang akan mengunjunginya
matanya mengerut tidak mengerti saat seorang gadis datang menghampirinya, penampilannya sangat sederhana, dengan kaos berwarna Pink kebesaran dan celana jeans, usianya mungkin masih remaja, dia mengenakan topi berwarna hitam rambutnya begitu tebal di kenang xua
penampilan gadis ini polos dengan rambut terurai memenuhi punggungnya, matanya jernih seperti membawa air sungai yang meluap luap, bibirnya seperti kuncup bunga mekar. dia duduk dengan tenang di depan pria berkulit coklat itu dengan tenang, tidak ada sapaan atau senyuman sebagai pembuka, tapi pria di depannya tertegun seperti merasakan sesuatu yang mengalir di hatinya
"panji" suaranya yang sejernih air memanggil nama pria itu dengan datar
panji menarik alisnya meneliti sekali lagi gadis yang mengunjunginya "si siapa kau?" Dia bertanya dengan waspada
gadis itu menarik bibirnya, tersenyum miring, kepalanya miring satu sisi memberikan tampilan yang menggoda dan polos bersamaan "aku risa"
panji tertegun, matanya melotot pada gadis di depannya "risa" dia mengulangi kata kata risa
panji mengangkat kepalanya pelan pelan, jantungnya seperti di pukul saat melihat tatapan mata yang seperti bintang itu, gadis ini adalah gadis yang di culiknya
Pria berkulit coklat itu duduk melamun di depan meja yang memiliki pembatas, matanya beberapa kali menatap dengan penuh antusias, menunggu orang yang akan mengunjunginya
matanya mengerut tidak mengerti saat seorang gadis datang menghampirinya, penampilan gadis ini polos dengan rambut terurai memenuhi punggungnya, matanya jernih seperti membawa air sungai yang meluap luap, bibirnya seperti kuncup bunga mekar. dia duduk dengan tenang di depan pria berkulit coklat itu dengan tenang, tidak ada sapaan atau senyuman sebagai pembuka, tapi pria di depannya tertegun seperti merasakan sesuatu yang mengalir di hatinya
"panji" suaranya yang sejernih air memanggil nama pria itu dengan datar
panji menarik alisnya meneliti sekali lagi gadis yang mengunjunginya "si siapa kau?" Dia bertanya dengan waspada
gadis itu menarik bibirnya, tersenyum miring, kepalanya miring satu sisi memberikan tampilan yang menggoda dan polos bersamaan "aku risa"
panji tertegun, matanya melotot pada gadis di depannya "risa" dia mengulangi kata kata risa
panji mengangkat kepalanya pelan pelan, jantungnya seperti di pukul saat melihat tatapan mata yang seperti bintang itu, gadis ini adalah gadis yang di culiknya
Pria berkulit coklat itu duduk melamun di depan meja yang memiliki pembatas, matanya beberapa kali menatap dengan penuh antusias, menunggu orang yang akan mengunjunginya
matanya mengerut tidak mengerti saat seorang gadis datang menghampirinya, penampilan gadis ini polos dengan rambut terurai memenuhi punggungnya, matanya jernih seperti membawa air sungai yang meluap luap, bibirnya seperti kuncup bunga mekar. dia duduk dengan tenang di depan pria berkulit coklat itu dengan tenang, tidak ada sapaan atau senyuman sebagai pembuka, tapi pria di depannya tertegun seperti merasakan sesuatu yang mengalir di hatinya
"panji" suaranya yang sejernih air memanggil nama pria itu dengan datar
panji menarik alisnya meneliti sekali lagi gadis yang mengunjunginya "si siapa kau?" Dia bertanya dengan waspada
gadis itu menarik bibirnya, tersenyum miring, kepalanya miring satu sisi memberikan tampilan yang menggoda dan polos bersamaan "aku risa"
panji tertegun, matanya melotot pada gadis di depannya "risa" dia mengulangi kata kata risa
panji mengangkat kepalanya pelan pelan, jantungnya seperti di pukul saat melihat tatapan mata yang seperti bintang itu, gadis ini adalah gadis yang di culiknya