
4 Bulan Kemudian :)
Di pagi hari Rumah Yin Liang Zhen
" astaga...( suara Yin Liang Zhen terkejut ) ini sudah pagi! mengapa guru tidak bangunkan ku? ah... harus cepat siap-siap ini " kata Yin Liang Zhen terburu-buru
setelah beberapa menit
" guru-guru bangun " Yin Liang Zhen berteriak di hadapan kalung tempat berdiamnya guru Xi
" ............ krik..krikk.... " suara heningnya tidak dijawab oleh guru Xi.
" apa? mengapa guru tidak menjawab? ( kata Yin Liang Zhen bingung ) guru tidak menjawab saat ada kepentingan seperti ini. guru di mana?.... hah!! sudah lah, aku harus cepat bergegas " kata Yin Liang Zhen sambil berlari.
Yin Liang Zhen cepat bergegas pergi ke tempat pertandingan. berlari begitu cepat, tetapi setelah Yin Liang Zhen sampai di tempat pertandingan dia bingung.
" apa?? ( Yin Liang Zhen bingung apa yang dilihatnya ) di mana semua orang? bukankah hari ini pertandingannya. jadi di mana semua orang? " Yin Liang Zhen bingung seperti orang bodoh.
" hahaha.... lucu sekali seperti orang bodoh " seseorang tertawa di belakang Yin Liang Zhen
" siapa itu?" dalam hati Yin Liang Zhen
Yin Liang Zhen pun berbalik arah belakang dan melihat seseorang wanita memiliki tanda di dahinya.
" siapa kau? apaan cara bicaramu mengataiku bodoh?" Yin Liang Zhen dengan nada seperti marah
" hahaha...... " Liu Luo tertawa
Liu Luo adalah wanita yang menertawakan Yin Liang Zhen. Liu Luo anak dari pendeta penjaga kerajaan Harya.
" Yin Liang Zhen jangan sembarangan kamu lawan dia!! dia adalah anak pendeta kepercayaan di Kerajaan Harya. ya walaupun kekuatanmu tak kalah kuat tetapi tetap saja kau harus menghormatinya! " kata guru Xi tiba-tiba muncul.
"hah, guru. kapan guru datang? ( kata Yin Liang Zhen bingung )... guru kenapa baru datang? guru tahu aku malu di sini, diriku seperti orang bodoh yang kesana kesini mencari sesuatu tidak ada disini " kata Yin Liang Zhen
" sudah diam!! lihat saja wanita itu. wanita itu bernama Liu Luo, kau ingin dianggap oleh Kerajaan Harya. kau harus mengalahkan dia dulu di pertandingan Pencari Pendekar Terkuat!!! mengerti " kata guru Xi
" baik guru!!! ( Yin Liang Zhen mengangguk ). tapi guru sepertinya dia tak mudah dikalahkan, dia seperti memiliki banyak trik " kata Yin Liang Zhen sambil mengamati Liu Luo
" hah, kau ini. lihatlah dulu lawanmu dan kenali titik lemahnya. lawan dia si saat pertanding, bukan sekarang " kata guru Xi
" baik guru " Yin Liang Zhen mengaguk
" hai bocah kenapa kau masih diam di situ? Apa kau tak punya mulut? berapa kotak bertanya? " Liu Luo berteriak terhadap Yin Liang Zhen
" hehehehe... maaf!! ( Yin Liang Zhen sambil menggaruk kepala ) oh, ya.. di mana pertandingan Pencari Pendekar Terkuat. sepertinya aku tertinggal dan dengan yang lain " kata Yin Liang Zhen
" huh!! anak yang bodoh " Liu Luo sambil berbalik badan dan berjalan
.............. Yin Liang Zhen hanya diam
" hey bodoh, kenapa kau tidak mengikuti berjalanan? katanya ingin mengikuti Pencari Pendekar Terkuat. kenapa kau masih diam? " kata Liu Luo tegas
" hahaha.. maaf kak aku tidak tahu, baiklah aku akan mengikuti kak dari belakang " jawab Yin Liang Zhen sambil mengikuti Liu Luo dari belakang
Yin Liang Zhen pun hanya mengikuti Liu Luo dari belakang. sambil mengamati tubuh Liu Luo karena ingin mencari titik kelemahan Liu Luo.
" hey kau anak bodoh, kenapa tersebut tetapi ku? jangan pikir kau peserta Pencari Pendekar Terkuat aku tidak berani melukaimu. Kau hanya baru peserta, bukan pemenang peserta. jadi tidak usah sakit cari gara-gara terhadapku, jangan pikir aku tidak mengetahuinya kau mengamatiku dari belakang " kata Liu Luo marah
" oh.. maaf kak!! " kata Yin Liang Zhen tersenyum
" owh... ingin menyerangku secara diam-diam ya " kata Yin Liang Zhen dalam hatinya
" rasakan ini... magic angin " tiba-tiba Liu Luo menyerang
" hah!! hyaatt. pertahanan angin " Yin Liang Zhen pun langsung menahan serangan Liu Luo
" hahaha.... menarik sungguh menarik.. kau dapat menahan serangan ku. jarang sekali orang yang dapat menahan serangan ku magic agin.... " Liu Luo terkesan
" apakah kau mencoba ingin menguji kekuatan ku. hah sepertinya kau belum pantas "kata Yin Liang Zhen senyum
" hahaha... sepertinya kau sudah meninggi hati ya. dengan hanya menahan satu serangan ku, kau sudah menganggap dirimu hebat lebih dariku. kita lihat saja di saat pertandingan Pencari Pendekar Terkuat nanti " kata Liu Luo balik senyum
" hah.. baiklah. kita lihat saja di saat kita bertanding berdua " kata Yin Liang Zhen sambil berjalan mendahului Liu Luo
" apakah kau ingin diriku memanggilmu bodoh? kau terus diam di belakang dan aku terus berjalan di ke depan, kok hanya diam disitu. kau tahu aku tidak tahu di tempat pertandingan itu " kata Yin Liang Zhen
" kau...!! ( Liu Luo menahan amarahnya )... baiklah terus berjalan mengikutiku dari belakang " Liu Luo berjalan kedepan
Yin Liang Zhen hanya tersenyum
......
setelah beberapa jam
" wah....!! " Yin Liang Zhen tersanjung melihat beribu orang peserta mengikuti Pencari Pendekar Terkuat.
" guru.. peserta nya banyak sekali.. ini pasti berbagai macam kerajaa... " kata Yin Liang Zhen
" yah.. seperti itu lah " kata guru Xi
setelah menunggu berjam-jam.. melihat perlawanan di antara para peserta Yin Liang Zhen melihat kearah atas panggu di tempat para tetua dan urutan di tengah para tetua ada seorang yang paling dipuji yaitu Raja Intaz Harya...
" wah... " Yin Liang Zhen tersanjung melihat Raja Intaz Harya yang begitu dihormati dan dipuji-puji.
" ada apa? " kata guru Xi
" seseorang yang paling berada di tengah para tetua itu, dia terlihat begitu bersinar bagaikan matahari api yang begitu menggelegar... " kata Yin Liang Zhen sambil melihat Raja Intaz Harya
" hah!! Yin Liang Zhen tidak dapat mengalih pandangan dirinya terhadap Intaz Harya.. coba saja kau tahu Yin Liang Zhen kalau dia adalah ayah kandung mu. haaa!! sayang sekali... " kata guru Xi dalam hati nya
" guru-guru... hey guru... apa guru mendengar.. diriku memanggil guru dari tadi " kata Yin Liang Zhen
" hah.. ya " guru Xi kaget
" ada apa? kau membuat ku terkejut " guru Xi memarahi Yin Liang Zhen
" heheh.. maaf guru!! tidak sengaja " Yin Liang Zhen hanya menggaruk kepala..
" ya sudah lah.. liat saja lawan-lawan dirimu.. Janganlah terlalu bersantai.. lawan tetap lah lawan jangan di anggap remeh, jika saja kita lengah sedikit saja maka lawan akan yang mengendalikan kita bukalah diri kita yang mengendalikan lawan, mengerti" kata guru Xi tegas
" ya.. baiklah guru " Yin Liang Zhen mengaguk kan kepalanya
setelah begitu melihat banyak peserta saling beradu dan melawan.. Yin Liang Zhen mengamati lawan yang menang dan melihat bagaimana cara mereka untuk menang.
Yin Liang Zhen terus mengamati Para pelawan dan melihat sisi titik lemah mereka.