
Arena*****
" berfikir apa yang harus kulakukan? " dalam hati Yin Liang Zhen
" apa-apaan anak ini?? apakah dia menganggapku hanya bercanda? lihat saja kali ini aku akan menyerang mu dengan kuat... " gumam suara kecil Pangeran Frezenx
" jurus bunga hati teratai merah .... " Pangerang Frezenx menyerang
di sisi lain Yin Liang Zhen tidak fokus dalam pertarungan, akhirnya serangan dari Pangeran Frezenx tidak sengaja melukai tubuh luar Yin Liang Zhen.
" ahhh... " suara sakit Yin Liang Zhen
" apa-apaan bocah itu?? sudah aku peringatkan jangan lengah terhadap lawan!! tetapi di pertarungan kali ini apakah dia bisa menahan serangan itu... " dalam hati Liu Luo hawatir
" Hay... nak!! " Raja Intaz Harya memanggil Yin Liang Zhen di pertengahan pertandingan
" maaf Yang Mulia, apakah Anda memanggil saya? " jawab Yin Liang Zhen
" ya.. tentu.. " Raja Intaz Harya
" maaf saya Pangeran dari Kerajaan Utara.. yaitu Pangeran Frezenx, saya telah menjeda pertarungan Anda!! " Raja Intaz Harya
" ahahh... Anda terlalu sungkan Yang Mulia " jawab Pangeran Frezenx
Raja Intaz Harya turun dari atas singgah nya...
Raja Intaz Harya datang kepada Yin Liang Zhen, Yin Liang Zhen bingung mengapa Raja Intaz Harya menghampiri dirinya..
" (duduk) salam Yang Mulia.. (berdiri) saya merasa sangat terhormat dapat dihadiri langsung oleh Raja Intaz Harya "kata Yin Liang Zhen
" hahhhh... kau terlalu sungkan anak muda " kata Raja Intaz Harya
" sedikit kemari aku ingin berbicara denganmu!! " perintah Raja Intaz Harya
Yin Liang Zhen pun menuruti..
" ada apa Yang Mulia? " Yin Liang Zhen bingung
" aku ingin mengetahui siapa guru dirimu?? karna diriku merasa kekuatan dirimu nak sungguh unik " kata Raja Intaz Harya
" itu....( tiba-tiba berpikir) maafkan saya Yang Mulia yang tidak bisa memberitahu anda, jika saja saya mencoba memberitahu anda maka saya di anggap penghianat oleh guru saya sendiri.. saya tidak ingin itu terjadi.. maafkan saya Yang Mulia " Yin Liang Zhen menghormat
" hmmmm..(senyum).. baiklah baiklah aku tidak akan memaksa dirimu untuk mengatakannya... " Raja Intaz Harya melambai tangan
" terimakasih atas pengertian Yang Mulia " Yin Liang Zhen menghormat
" tapi asal kau tahu nak, dunia yang seperti ini tidak akan adanya belas kasih.. " Raja Intaz Harya
" maksudnya Yang Mulia " Yin Liang Zhen bingung
" kau akan mengerti sendiri terhadap dirimu...
dunia ini tindakan belas kasih jika tidak ada imbalannya.. dunia ini pun tidak akan menghormati jika tidak ada yang paling hebat di antara mereka.. tidak akan ada saling menghormati jika tidak ada yang berkuasa.. ingat lah itu nak " Raja Intaz Harya pergi
" .............??? " Yin Liang Zhen hanya terdiam
" apakah sudah berbicara nya?? " Pangerang Frezenx sudah tidak tahan ingin mengalahkan Yin Liang Zhen
" apa?? ya waktu!! " Yin Liang Zhen baru tersadar
" apa yang dikatakan anak itu?? " Pangerang Frezenx melihat Yin Liang Zhen
" Pangeran dari Kerajaan Utara bukankah tidak ada yang bisa menandinginya. jadi kali ini akan ku buktikan aku dapat menang dari Pangeran Frezenx " penuh percaya diri
" apa?? apakah anak ini meremehkanku?? rasakan ini.. jurus angin penghancur ... " Pangeran Frezenx mengeluarkan jurus setengah kekuatan terbesarnya
" ketahanan tombak... hah!! (menahan serangan).... kuat sekali, jika diriku lengah sedikit saja tadi mungkin aku akan jatuh " dalam hati Yin Liang Zhen
" tidak papa kau dapat menahan serangan itu... tapi kali ini kamu tidak akan pernah nanya lagi... jurus putaran bangau... " Pangeran Frezenx mengeluarkan seluruh kekuatannya
" penahan teratai api Budha...(mengeluarkan jurus menahan).. teratai api Buddha hisablah jurus itu.. " kekuatan Pangerang Frezenx perlahan dihisab
" tidak!! bagaimana itu mungkin?? kekuatanku jangan hisab!!! " teriak Pangerang Frezenx
tetapi kekuata t**ereta api Budha tidak akan berhenti menghisap jika kekuatan lawannya nya tersedot habis.
Yin Liang Zhen menggunakan kekuatan teratai api Budha sebenarnya hanya ingin menahan serangan dari Pangeran Frezenx tetapi dia tidak tahu akan berakibat seperti itu.
" apa?? kekuatanku habis " Pangerang Frezenx merunduk
" maaf Pangerang Frezenx bukanlah itu maksudku.. aku hanya ingin menahan serangan dari Pangeran Frezenx yang begitu kuat " Yin Liang Zhen berjalan mendekati Pangerang Frezenx
" pergi sana kau anak sampah!! aku tidak akan memaafkanmu anak sampah!! " kata Pangeran Frezenx berteriak memanggil Yin Liang Zhen dengan sebutan sampah
sebenarnya Yin Liang Zhen tidak ingin membuat Pangeran Frezenx terluka parah, tetapi senantiasa mendengar Pangerang Frezenx memanggil Yin Liang Zhen dengan sebutan sampah..
Yin Liang Zhen langsung bertindak ingin menyerang Pangeran Frezenx, karena telah membuka masa lalunya yang pahit...
karena Yin Liang Zhen waktu kecil sering dihina dipanggil anak sampah tak berguna dan dihina karena memiliki seorang ibu berstatus rendah.
*****
walau begitu nasib Pangeran Frezenx sudah di ujung tanduk, tetap saja berulah. Pangeran Frezenx menggunakan pil hitam yang membangkitkan tenaga hitam...
akan tetapi seseorang yang menggunakan pil hitam, berarti seseorang itu telah mempertaruhkan nyawanya.
pengguna pil hitam harus mengeluarkan tenaga dalamnya, jika tidak mengeluarkan tenaga dalamnya.
berarti harus mengeluarkan nyawanya.
*****
saat Pangeran Frezenx setelah menelan pil hitam maka Yin Liang Zhen harus mengeluarkan kekuatan yang lebih besar.
" apa ini? kekuatan hitam " Yin Liang Zhen
" wah.. wah... Pangeran Frezenx mengeluarkan kekuatan hitam.. " kata-kata para penduduk
" Ayah, Pangeran Frezenx melanggar aturan dalam Pencarian Pendekar Terkuat ini " kata Liu Luo
" kau tenanglah dulu.. kita para tetua akan mengawasi dari sini " pendeta Luo
" baik, Ayah " jawab Liu Luo
" memaksakan diri menggunakan kekuatan pil hitam untuk mengalahkan diriku.. apakah dia tidak memikirkan nyawanya? untuk apa semua ini dia lakukan? " gumam kata Yin Liang Zhen
" ada apa? apakah kau sudah takut? hahahaha " Pangeran Frezenx percaya diri
Yin Liang Zhen tiba-tiba teringat perkataan gurunya dan Raja Intaz Harya..
" jadi, ini maksud dari perkataan Guru dan Raja Intaz Harya!! aku mengerti:) " Yin Liang Zhen menemukan pikiran dirinya
" Hay bocah.. apa tuli? aku sedang berkata padamu " Pangeran Frezenx mulai agak kesal terhadap Yin Liang Zhen
" aku tidak tuli.. lalu " Yin Liang Zhen menjawab
" rasakan ini, jurus api hitam " menyerang
" apa?? pertahanan seribu tangan Budha " Yin Liang Zhen menahan dengan sekuat tenaga
" Ayah, bagaimana ini.. Yin Liang Zhen!! " Liu Luo hawatir
" ini sudah lewat batasan.. mungkin para tetua akan kesalahan menahan kekuatan sebesar itu " pendeta Luo berpikir
" Ayah jadi bagaimana?? " Liu Luo semakin hawatir terhadap Yin Liang Zhen
" tenang semua... masalah ini akan di kendalikan " tiba-tiba Raja Intaz Harya berkata
" percaya terhadap Yin Liang Zhen "
di posisi lain Yin Liang Zhen meminta bantuan kepada Guru Xi
" guru datang bantu aku.. aku berjanji terhadap guru, aku sudah menemukan jawaban itu guru!! " Yin Liang Zhen
" fokus kan terhadap dirimu.. aku akan meminjamkan kekuata diriku " guru Xi tiba-tiba muncul
" baiklah... " Yin Liang Zhen mengaguk
setelah kedatangan guru Xi menolong Yin Liang Zhen, akhirnya Yin Liang Zhen dapat menahan serangan dari Pangeran Frezenx.
Raja Intaz Harya pun tertarik terhadap Yin Liang Zhen. Raja Intaz Harya mulai ingin mendekati Yin Liang Zhen.