
" aku dapat Guru " Yin Liang Zhen merasa senang
" bagus, mari kita pergi!! " langsung pergi tetapi dalam perasaan Guru seperti ada seseorang yang datang..
" Yin... Yin... apakah kau merasa ada segerombolan orang yang banyak?? " Guru Xi
" hmmmm... mungkin... " Yin Liang Zhen tidak menganggap serius..
*****
" haa... ternyata seorang anak kecil, mudah sekali untuk merebut 3 bunga biru itu.. " dalam hati Ru'yan
" pasukan yang lain menunggu!!Apa yang akan diperintahkan?? sebelum itu kita melihat dan mengikuti dari kejauhan seperti ini di keadaan yang tepat baru kita akan menyerang dan mengambil 3 bunga biru itu!! " Ru'yan dengan begitu tegas
" baik, " menjawab dengan serentak..
" walaupun hanya seorang anak kecil, walaupun begitu tidak boleh meremehkan mereka... aku harus memikirkan cara " Ru'yan
" apakah kalian sudah siap semua?? "
" ya.. " dengan serentak..
" baiklah,... sekarang serang!! " Ru'yan
" eh... ahh... " Yin Liang Zhen terkejut
" Guru ini ada Apa?? mengapa mereka semua berkumpul dengan ingin menyerang diriku " Yin Liang Zhen
Yin Liang Zhen berpikir mereka tidak akan menyerang begitu tiba-tiba jika tidak ada sesuatu yang ingin mereka incar ataupun seseorang yang menyuruh mereka untuk menyerang...
" apa-apaan ini? mengapapa kalian semua menyerang diriku? diriku tidak pernah memiliki musuh atau pun ingin menjadi musuh, jadi mengapa kalian mengganggu? " Yin Liang Zhen berteriak
" Hahahhhhh... musuh! iya kami adalah musuh dirimu.. kami ingin mengambil 3 bunga biru itu, jadi serahkan!! " Ru'yan
" hmmm... jadi mereka ingin 3 bunga biru ini. tapi untuk apa? apa jangan-jangan mereka ingin spritual juga? " Yin Liang Zhen menebak dalam hatinya
" mengapa anak muda, apakah kau sudah ketakutan? berpikir ingin lari pergi dari tempat ini? hohoho... mana mungkinn itu dapat terjadi!! jika ingin pergi dari tempat ini harus menyerahkan 3 bunga biru itu terlebih dahulu, jika tidak kai tahu akibatnya " Ru'yan
" mengancam?? hahaha... sungguh lucu. mana mungkin aku memberikan 3 bunga biru ini aku dapatkan dengan susah payah, dengan semudah itu kau ingin meminta nya. mana mungkin ku berikan " Yin Liang Zhe
" dasar anak kecil, belum apa-apa kau sudah sombong. Kau pikir siapa dirimu, baiklah jika itu yang ingin kau minta " Ru'yan mulai menyerang Yin Liang Zhen
Yin Liang Zhen langsung mempersiapkan dirinya menerima serangan dari Ru'yan...
Yin Liang Zhen dan Ru'yan langsung bertarung.
pertarungan Yin Liang Zhen dengan Ru'yan sangatlah Sengit, sampai di akhir belum terlihat siapakah yang akan menang?
*****
Ru'yan sangatlah kesal karena Yin Liang Zhen dapat bertahan serangannya berkali-kali, akhirnya Ru'yan menggunakan kekuatan tenaga dalamnya begitu besar untuk mengalahkan Yin Liang Zhen...
Yin Liang Zhen menahan begitu serangan Ru'yan langsung menyerang...
Yin Liang Zhen dan Ru'yan dengan bersamaan menyerang keduanya...
" dhaaarrr... " suara sarangan yang begitu besar
Yin Liang Zhen dan Ru'yan mereka berdua pingsan dengan bersamaan saat saling menyerang dengan kekuatan masing-masing yang begitu besar...
datang seseorang membawa Yin Liang Zhen dan Ru'yan pergi dari tempat itu...
" bos, siapa mereka? " bawahan
" rawat mereka beberapa hari sampai sadar " perintah bos
" baiklah bos, saya akan melaksanakan perintah! " bawahan itu langsung melaksanakan perintah yang diperintahkan
" Hamm... sungguh anak yang berbakat, dapat melawan Ru'yan sampai seperti ini. benih yang seperti ini tak boleh disia-siakan " bos berbicara dalam hatinya dengan tersenyum
*****
" bos sudah sudah seminggu anak itu belum terbangun, mau kita apakan anak itu bos? " bawahan
" biarkan saja terlebih dahulu, sekarang siapkan sarapan untuk Ru'yan!! dia belum lah pulih sepenuhnya dan sebelum itu kau harus memanggil Ru'yan kesini terlebih dahulu" bos
" baiklah bos akan saya laksanakan "
beberapa saat kemudian, Ru'yan datang..
" salam, bos ada apa? mengapa mendadak memanggilku? " Ru'yan
" ya, ke sini bentar!! aku ingin tahu bagaimana kau bertarung dengan anak itu? sampai-sampai kau pingsan, akan kah kau ingin yang menceritakannya " bos
" oh itu.. begini bos ceritanya.. " Ru'yan menjelaskan bagaimana pertama kali dia bertemu dengan Yin Liang Zhen sampai-sampai bertarung dengan Yin Liang Zhen..
sampai akhir penjelasan Ru'yan..
satu jam kemudian..
Yin Liang Zhen tak sengaja mendengar suara yang begitu berisik dan terbangun..
" ahh (memegang kepala).. di mana ini? bagaimana diriku dapat sampai disini?.. ah, tunggu.. " Yin Liang Zhen langsung mengingat kejadian di waktu itu saat bertarung dengan Ru'yan...
" braaakk.. " suara piring terjatuh
" ah.. maaf tuan saya tidak sengaja! " pelayan perempuan yang membawa sarapan untuk di meja Yin Liang Zhen langsung lari ke tempat bos..
" bos... bos.. hah hah hah " memanggil sambil berlari dengan nafas yang teratur...
" ah.. ada apa? kenapa kau berlari begitu tergesa-gesa? " bos
" huhf... (langsung menundukkan dirinya) bos maaf sebelumnya saya tak sopan saat memasuki ruang. tapi bos saya ada berita kalau anak lelaki yang bos bawa kemari sudah tersadar kembali " pelayan wanita
" apa? sudah sadar ternyata? " Ru'yan langsung berkata
" ya, baiklah kau boleh pergi sekarang " bos
" baiklah bos,saya mohon undur diri " pelayan wanita itu pun langsung pergi..
" bos.. apakah kita akan ke sana sekarang? " Ru'yan
" ya tentu saja kita ke sana sekarang.. dan diriku ingin mengetahui asal dari mana anak itu "
Ru'yan dan bos langsung pergi menuju ke tempat Yin Liang Zhen..
*****
" hah... Guru.. Guru.. di mana? " Yin Liang Zhen memanggil memanggil beberapa kali..
" ya, ada apa kau memanggilku? " Guru Xi muncul
" Guru aku ingin mengetahui, siapa yang membawa diriku sampai disini? dan siapa yang telah menolongku? " Yin Liang Zhen bertanya terhadap Guru Xi..
" diriku belum pasti, tapi seseorang itu pernah bekerja di Kerajaan Yungxi dan orang itu pun pernah bekerja kaki kanan Raja Recxus " Guru Xi
" apa? kalau seperti itu, misiku sudah mulai berkurang satu persatu. dengan begitu mudah aku dapat menemukan seseorang yang pernah bekerja di Kerajaan Yungxi " Yin Liang Zhen
" jangan kau berpikir terlalu semudah itu! bukan kau sudah katakan dia bekerja kaki kanan Raja Recxus, dia tak mungkin dengan semudah itu mengatakan apa yang sebenarnya terhadap Raja Recxus " Guru Xi
" Hmmm.. benar juga apa yang dikatakan oleh Guru, jadi kita harus bagaimana? "
" kita ikuti saja alurnya, kita berdua akan melihat Apa yang akan terjadi setelah mereka mendapatkan kabar kau telah ciuman " Guru Xi
" baiklah guru, tapi rencana Apa yang akan kita jalani setelah ini, bukankah itu harus direncanakan dari sekarang? " Yin Liang Zhen
" ya,.. " Guru Xi tiba-tiba langsung berhenti bicara
" eh.. ada apa Guru? hmmm " Yin Liang Zhen langsung terdiam dengar suara langkah kaki menuju ke tempatnya
*****