Martial Power

Martial Power
#7 Mimpi



Malam Hari di Rumah Yin Liang Zhen


" Zhen'er... Zhen'er... Zhen'er... " kata Su'er memanggil Yin Liang Zhen


" hah...! ibu memanggil... " kata Yin Liang Zhen dalam hatinya


" ya Bu... ada apa? mengapa memanggilku " kata Yin Liang Zhen


" huuuu..(menghela nafas)! Untung kau disini Zhen'er. ibu takut kau pergi kemana-mana dan hilang meninggalkan ibu sendiri " kata Su'er menangis sambil memeluk Yin Liang Zhen


" apa? mengapa ibu berkata seperti itu? (Yin Liang Zhen bingung) Bu aku akan selalu bersama ibu, aku akan melindungi ibu, aku akan membalas orang-orang yang menyakiti ibu, tunggu saja Bu pasti akan ku balas" kata Yin Liang Zhen dengan keras


" jangan-jangan Zhen'er!!! ibu melarang mu untuk balas dendam. jangan biarkan dirimu di pengaruhi oleh amarah, sadar kanlah diri mu Zhen'er. ibu akan selalu bersamamu dan menemanimu. ibu melarang mu untuk balas dendam biarkan mereka berbuat apa, gunakanlah kekuatan dirimu untuk menolong orang-orang yang kesulitan. Zhen'er ibu sangat menyayangi mu " kata Su'er terhadap Yin Liang Zhen dengan perlahan menghilang


" tidak ibuuuu....( Yin Liang Zhen menjerit) ibu tunggu diriku jangan menghilang... ibuuuu... " kata Yin Liang Zhen menjerit terbangun dari tidurnya


" hah..hah...hah...( terengah-engah) apa itu? apa baru saja aku mimpikan? ibu.... " kata Yin Liang Zhen memegang kepalanya


" hai bocah... ada apa dengan dirimu? mengapa kau menjerit di tengah malam seperti ini? mengganggu orang lain tidur saja... " kata guru Xi tiba-tiba muncul


" tidak guru, aku hanya bermimpi buruk "kata Yin Liang Zhen


" baiklah tidur lagi sana!!! " kata guru Xi


" ah... tidak guru, aku ingin keluar sebentar. aku ingin mencari udara segar dulu " kata Yin Liang Zhen


" baiklah, jangan terlalu lama " kata guru Xi


" ya, guru " kata Yin Liang Zhen sambil pergi keluar


Hening sejenak....


" apa yang kau lakukan Su'er? mengapa kau memasuki bawah alam sadar dirinya? dia anakmu dan juga muridku, dia ingin membalas orang-orang yang tidak punya hati seperti mereka. kenapa kau ingin menghentikan itu? " kata guru Xi serius


" apa? guru sudah mengetahui aku yang melakukan itu mengapa guru tidak menghentikan diriku? malahan guru memberikan diriku memasuki bawah alam Yin Liang Zhen " kata Su'er berwujud arwah


" kau tak pernah berubah Su'er, walaupun dirimu sudah berwujud arwah sejati " kata guru Xi


" maafkan diriku guru... aku tidak ingin melihat Zhen'er memiliki hasrat yang penuh ingin balas dendam. aku tak ingin Zhen'er mengalami nasib seperti diriku. hanya ingin melihat Zhen'er bahagia, bukan sengsara yang hanya ingin balas dendam atas diriku " kata Su'er


" aku tahu perasaanmu, karena dia adalah anakmu. tapi mohon dimengerti lah, walau seperti itu pun juga demi kebaikannya " kata guru Xi


" apa maksud guru, maaf guru!!! aku hanya ingin melakukan apa yang menurutku benar. aku adalah ibunya, aku yang melahirkan, aku hanya ingin melihat anak ku bahagia dan hidup dengan damai " kata Su'er


" hahahahh.... kau salah mengira. apa yang kau pikirkan? walau dia anakmu dan juga yang melahirkan dirinya adalah kamu, tetap saja dia juga adalah anak muridku. apakah kau pikir, dengan memasuki alam bawah sadarnya dia akan berubah apa yang sudah ditegakkan. tidak Su'er!!! kau salah mengira " kata guru Xi dengan tegas terhadap Su'er


" hahahahh... liat saja nanti!! bukankah dia anakmu " kata guru Xi terhadap Su'er


Di Pasar Desa


Yin Liang Zhen keluar sampai di sekitar pasar desa Morries, Yin Liang Zhen sepanjang jalan hanya memikirkan apa yang dia impikan. Yin Liang Zhen memikirkan apa arti yang ibunya katakan. mengapa ibunya nya tiba-tiba muncul di mimpinya.


saat-saat Yin Liang Zhen sedang santai berjalan, tiba-tiba kakak tirinya datang dengan tak begitu saja. Yin Liang Zhen melihat kakak tirinya itu lalu pergi menjauh karena tak ingin membuat keributan.


tetapi waktu tak begitu mendukung terhadap Yin Liang Zhen. saat-saat Yin Liang Zhen pergi, dia sudah terlihat oleh kakak tirinya. lalu kakak tirinya menghadap jalan Yin Liang Zhen di pinggir pasar desa dekat hutan.


karena tak ingin memacu keributan Yin Liang Zhen mengenali perhatian pergi masuk Hutan YangShi. pada kakak tirinya pun mengikuti Yin Liang Zhen pergi masuk Hutan YangShi. setelah sampai di pojok dekat jurang Yin Liang Zhen pun berhenti.


" keluar kalian semua!!! aku tahu kalian mengikutiku dari pasar desa. keluar kalian semua sekarang " kata Yin Liang Zhen dengan berteriak keras


" wah wah wah..... ternyata sudah berani. apakah lupa apa yang dilakukan oleh kak Ruexi terhadap kekuatanmu? " kata Yin Zhurui berlaga


" oh ya... tentu saja tidak pernah aku lupakan, siksaan yang begitu mendalam dan ibu kalian telah membuat ibuku meninggal. apa itu dapat kulupakan? tidak, tidak akan pernah kulupakan " kata Yin Liang Zhen tegas


" cihh...( Yin Zhurui meludah ) kau anak punyut sudah berani berkata seperti itu.. " kata Yin Zhurui marah


" hahaha... ( Yin Liang Zhen tertawa sangat keras ) sungguhkah aku anak pungut ataukah dirimu. bukankah ibumu hanya selir, sedangkan ibuku adalah istri yang sah " kata Yin Liang Zhen


" kau.... ( Yin Zhurui bertambah marah ) rasakan ini... " Kata Yin Zhurui langsung menyerang Yin Liang Zhen


" ffwwesss... ( suara kekuatan yang menghilang ) hahahahh.. hanya itukah kekuatan dirimu " kata Yin Liang Zhen tertawa


" apa? bagaimana mungkin? kekuatan dirimu sudah kembali dan menjadi lebih kuat " kata Yin terkejut


" hohoho... ternyata kakakmu itu belum memberitahu dirimu ya, kalau kekuatan diriku sudah kembali sepenuhnya. hah!! tenang saja dengan kekuatanku yang lebih hebat ini akan membalas kalian semua yang telah membuat ibuku meninggal dan membuat diriku lebih sengsara " kata Yin Liang Zhen sinis


setelah terjadi pertarungan Yin Zhurui terhadap Yin Liang Zhen, Yin Zhurui pun kalah dan terluka tenaga dalam yang sangat parah. Yin Liang Zhen sengaja melakukan itu agar Yin Ruexi mengetahui kalau kekuatan nya sudah pulih.


Yin Liang Zhen pun teringat yang dikatakan ibunya di saat bermimpi " jangan-jangan Zhen'er!!! ibu melarang mu untuk balas dendam. jangan biarkan dirimu di pengaruhi oleh amarah, sadar kanlah diri mu Zhen'er. ibu akan selalu bersamamu dan menemanimu. ibu melarang mu untuk balas dendam biarkan mereka berbuat apa, gunakanlah kekuatan dirimu untuk menolong orang-orang. Zhen'er ibu sangat menyayangimu "


Yin Liang Zhen pun langsung mengetahui apa maksud yang dikatakan ibunya.


" Yin Liang Zhen tahu ibunya melarangku untuk membalas dendam. tapi asal ibu tahu aku mau membalas semua ini bukan hanya semata untuk membalas perbuatan mereka terhadap ibu, tapi kekejaman mereka terhadap orang lain. aku membalas mereka untuk kekejaman mereka, untuk menolong mereka semua. itulah tekadku Bu " kata Yin Liang Zhen tegas


setelah itu Yin Liang Zhen pergi kembali ke rumahnya kembali beristirahat. tetapi semua yang Yin Liang Zhen katakan dan di lakukan. telah disaksikan oleh ibunya sendiri, ibunya pun tersenyum dan bangga.


" kau sudah benar-benar sudah dewasa anakku. sekarang aku sudah mengerti, mengapa dirimu cepat bangkit dari kekalahan. baiklah, akan ku dukung semua yang kau lakukan selagi itu yang terbaik untukmu itupun akan membuat ku senang saat diriku kembali berengkarnasi nanti " kata Su'er tersenyum bahagia