
Kerajaan Morries adalah dimana terdapat perguruan Sayap Langit Putih. Perguruan Sayap Langit Putih tempat dimana semua para Master tingkat tinggi berkumpul. Orang yang datang di tempat Sayap Langit Putih hanyalah orang - orang yang tertentu seperti orang bangsawan, orang yang berbakat dan orang yang berilmu.
Di Kerajaan Morries terdapat sebuah kediaman keluarga Yin sebagai perdana Menteri di Kerajaan Morries. Keluarga Yin mempunyai 3 anak pria yang bernama Yin Ruexi, Yin Zhurui, dan Yin Liang Zhen.
Yin Liang Zhen orang yang kuat dan cerdas tapi sayang Yin Liang Zhen memiliki sikap yang keras keangkuhan Yin Liang Zhen sangat suka menyombongkan diri karena itu orang - orang kadang tidak menyukai Yin Liang Zhen.
Yin Liang Zhen tidak memiliki kelemahan sedikitpun tapi karena Yin Liang Zhen sangat menyayangi ibunya sebagai kelemahan Yin Liang Zhen terutama lagi terhadap kakak - kakak tirinya.
Yin Liang Zhen hidup sebagai anak selir berstatus rendah karena ibunya tidak menyukai kekerasan. Ibunya Yin Liang Zhen semua perintah para selir yang berperingkat menyuruhnya sebagai pelayan para selir dan semacamnya.
Yin Liang Zhen sejak kecil sudah melihat ibunya sering di tindas dan dihina oleh para selir berperingkat sejak saat itulah Yin Liang Zhen ingin mengubah nasibnya dan ibunya. Yin Liang Zhen sudah berlatih keras sejak kecil yang bertekad ingin melindungi ibunya sebab itulah Yin Liang Zhen menjadi anak yang keras kepala dan angkuh.
walaupun begitu nasib yang sudah ditentukan tidak akan bisa di ubah, dimana saat Yin Liang Zhen keluar rumah Yin Liang Zhen di hadang oleh kakak - kakak tirinya yang ingin membuat Yin Liang Zhen menyerang membuat Yin Liang Zhen Kehilangan kekuatan dalam dirinya hilang secara fatal.
Para kakak tirinya tidak menyukai Yin Liang Zhen karena Yin Liang Zhen sangat di puji orang - orang kekuatan milik Yin Liang Zhen. Yin Liang Zhen yang tidak tahu apa-apa tiba kakak tirinya mengajak Yin Liang Zhen bertarung. Apa boleh buat Yin Liang Zhen terpaksa menerima pertarungan itu karena Yin Liang Zhen tidak memiliki perasaan yang tidak enak terhadap ibunya yang berada di rumah sendirian Yin Liang Zhen takut ibunya terjadi sesuatu yang fatal.
Pertarungan Yin Liang Zhen sangat bersengitan. di tengah pertarungan Yin Liang Zhen terhadap kakak tirinya ada seseorang datang membawa kabar terhadap Yin Liang Zhen kalau ibunya sudah meninggal di saat itulah Yin Liang Zhen sudah tidak fokus lagi atas pertarungan dengan kakak tirinya.
Di saat itulah kakak tirinya mengambil kesempatan untuk mengalahkan Yin Liang Zhen dan membuat Yin Liang Zhen Kehilangan semua kekuatan nya lagi dengan cara menyerang menghisap kekuatan Yin Liang Zhen saat sudah tidak bertenaga lagi.
Yin Liang Zhen sudah tidak dapat berbuat apa-apa lagi hanya ada rasa kesedihan dan penyesalan yang terdapat di hati Yin Liang Zhen. Saat Yin Liang Zhen kembali kerumahnya dia melihat tidak ada seorangpun yang memakamkan ibunya. Ibunya Yin Liang Zhen hanya tergeletak di lantai sambil berbaring, Yin Liang Zhen memakamkan jenazah ibunya sendiri tak ada seorangpun yang membantu dirinya.
Setelah Yin Liang Zhen memakamkan jenazah ibunya Yin Liang Zhen melihat sebuah kalung peninggalan ibunya sebelum ibunya meninggal terletak di atas meja. Dengan kesedihan dan kabar saat Yin Liang Zhen di kalahkan oleh kakak tirinya yang membuat dirinya kehilangan semua kekuatan nya mulai menyebar beredar luas di seluruh wilayah desa.
Dengan kabar seperti itu yang orang - orang yang tidak menyukai Yin Liang Zhen mengambil kesempatan itu untuk membalas Yin Liang Zhen. Yin Liang Zhen hanya bingung mengapa semua orang - orang itu membalas tanpa ampun padahal Yin Liang Zhen tidak mempunyai kesalahan terhadap mereka.
Dengan begitu suasana yang tidak stabil para kakak tirinya datang dan menyerang Yin Liang Zhen. Yin Liang Zhen yang sudah tidak mempunyai kekuatan lagi dia tidak bisa melawan dengan keadaan Yin Liang Zhen seperti sekarang sudah tidak berbeda dengan orang - orang awam yang bodoh.
Yin Liang Zhen disiksa dan dihina selalu disakiti oleh para kakak tirinya. Yin Liang Zhen selalu mengingat semua perilaku itu dan orang - orang yang telah menyiksanya membuat dirinya bertekad ingin membalas dendam.
Yin Liang Zhen mulai selalu berlatih di pegunungan belakang rumahnya yang terdapat pemakaman ibunya.. Saat Yin Liang Zhen sudah selesai berlatih ia pulang yang ingin beristirahat karena sudah lelah berlatih terus - menerus tapi saat di tengah perjalanan Yin Liang Zhen di hadang oleh para kakak tirinya.
" wah... lihat ini siapa ? bukannya ini adalah pendekar terkuat kita" kata hinaan kakak tiri pertama Yin Ruexi.
" apa kalian sudah bicara aku ingin lewat kalian berdua menghadang perjalanan diriku " kata Yin Liang Zhen.
" wah... kau ingin pergi lebih enak sebelum itu kau harus bermain bersama kami sebelum kau pergi bagaimana adikku sampah " kata Yin Ruexi.
" sudahku bilangn diriku tidak ada waktu aku masih ada urusan lain lebih penting dari kalian berdua " kata Yin Liang Zhen.
" apa yang kau bilang..." kata Yin Zhurui sambil melotot.
" hahahhhhh.. baiklah kalau itu yang kau mau Yin Liang Zhen terima ini Jurus Angin Terbang level 2 " kata Yin Ruexi.
" apa!!! ah..." kata Yin Liang Zhen terkejut dan kesakitan.
" wah... kakak Yin Ruexi hebat, ternyata permainan nya sudah di mulai " kata Yin Zhurui.
" kalian apa sudah benar - bodoh melawan orang yang bodoh seperti diriku yang tidak berbeda dari orang awam yang bodoh " kata Yin Liang Zhen.
" hahhh... kau sudah mengakui kalau dirimu bodoh, apa hanya dengan semudah itu. niat diriku bukanlah untuk mmbermain dengan dirimu itu yang bodoh itu tapi melainkan untuk menjadikan dirimu sebagai target " kata Yin Ruexi.
" apa!!! oh seperti itu.. menjadikan diriku sebagai target. aku bersumpah terhadap Dewa dan Langit di saat 5 tahun ke depan di pertandingan pemilihan pendekar terkuat di saat itulah diriku akan mengalahkan dirimu Yin Ruexi " kata Yin Liang Zhen.
" hahhhh.. kau menantang kak Yin Ruexi " kata Yin Zhurui.
" diamlah!!! baiklah aku akan menunggu pemilihan itu dan di saat itulah aku akan membuat dirimu Yin Liang Zhen berlutut di hadapan diriku... baiklah mari kita pulang " kata Yin Ruexi.
" baiklah kak.. " kata Yin Zhurui.
setelah mereka pergi datang sebuah cahaya di kalung Yin Liang Zhen. Yin Liang Zhen terkejut cahaya apa itu yang datang dari kalung dirinya itu..
Yin Liang Zhen melihat kembali apa itu dengan memastikan tapi Yin Liang Zhen mengira itu hanyalah sebuah ilusi.