Martial Power

Martial Power
#13



Di Arena"


" wah.. wah.. apa Yin Liang Zhen dari keluarga Yin dapat menahan lebih lama serangan Pangeran Frezenx?? " kata penduduk berbisik-bisik


pendeta Luo datang kepada Raja Intaz Harya berbicara mengenai Yin Liang Zhen...


" salam terhadap yang mulia.. " kata pendeta Luo


" ya,, ada apa kau kemari pendeta Luo? " tegas Raja Intaz


" maaf, yang mulia!! saya hanya " tiba-tiba dipotong oleh Raja Intaz Harya


" saya tahu apa yang dihawatirkan oleh pendeta Luo, jadi saya mohon segera kembali ke tempat pendeta Luo sendiri!! " tegas Raja Intaz Harya


" hmmmm... baik yang mulia!! saya mohon undur diri " pendeta Luo langsung pergi ke tempatnya


" ada apa ini? sepertinya yang mulia sudah tertarik terhadap anak itu.. " dalam hati pendeta Luo


di sisi lain Yin Liang Zhen hampir berhasil menyerang balik dari serangan Pangeran Frezenx..


" sedikit lagi aku dapat menyerang balik serangan darinya " dalam hati Yin Liang Zhen


" Yin Liang Zhen ini kesempatan terakhir kamu untuk menyerangnya " kata guru Xi


" baik guru.. sekarang Apa yang harus kulakukan? " Yin Liang Zhen bertanya nya terhadap guru Xi


" sekarang kau harus memejamkan matamu!! kumpulkan semua tenaga dalam milik mu di satu titik!! perlahan resap tenaga lawan mu dan saat itulah kau menyerangnya di satu titik Angkun Pungkur milik dirinya " guru berkata dengan tegas


" baik.. guru " Yin Liang Zhen langsung mengikuti saran dari guru Xi


" pejamkan mata, kumpulkan tenaga dalam satu titik Angkun Pungkur, resep tenaga lawan lalu serangg " Yin Liang Zhen mengikuti semua perkataan guru Xi


" aakkkhhhh.... " suara Pangeran Frezenx kesakitan dan terpental sampai jatuh dari arena...


" wah.. Pangeran Frezenx dari Kerajaan Utara kalah! " para penduduk pada bisik-bisik


" penghinaan... semua ini penghinaan... " Pangeran Frezenx marah


" maaf Pangeran Frezenx.. ini bukanlah penghinaan, tapi kita sedang berada di atas arena pertarungan jadi saat lawan saling melawan akan ada yang kalah dan menang itu semua sah.. bukanlah penghinaan " Yin Liang Zhen menjawab begitu lantang


" kau.. beranii " mencoba menyerang lagi tapi tak kuat karena tenaga yang sudah terkuras habis


" lebih baik Pangeran jangan banyak bergerak dulu karena tenaga Pangeran sudah terkuras habis " Yin Liang Zhen berbicara


" kau.. aku tidak butuh pertolonganmu.. pergi!! " Pangeran Frezenx begitu marah


para pengawal Pangeran Frezenx tiba-tiba datang dan membantu Pangeran Frezenx..


" maaf yang mulia atas kesalahan Pangeran Frezenx telah membuat banyak kerusakan dan telah melanggar aturan menggunakan pil hitam!! " kata pengawal kepercayaan Pangeran Frezenx sambil menundukkan kepala..


" ya.. saya sebagai Raja Intaz Harya akan menerima permintaan maaf dari kerajaan Utara " kata Raja Intaz Harya tegas


" baik yang mulia!! kami mohon undur diri!! " kata pengawal itu


" ya silahkan.. " jawab Raja Intaz Harya


setelah kepergian dari orang-orang Kerajaan Utara lalu Yin Liang Zhen di umumkan sebagai pemenang akhir di Pertandingan Pencari Pendekar Terkuat..


" ya sekarang di pengumuman akhir ini Yin Liang Zhen dari keluarga Yin yang pemenangnya.. jadi sebagai perjanjian dari Kerajaan Morries, Yin Liang Zhen akan diangkat sebagai pengawalan pribadi dari Kerajaan Morries.. " tegas Raja Intaz Harya


" wah.. wah... Yin Liang Zhen dari keluarga Yin sebagai pengawal pribadi Kerajaan Morries " para penduduk berbicara-bicara...


" maaf yang mulia saya menyela.. " Yin Liang Zhen mengangkat tangan..


" ya ada apa Yin Liang Zhen?? " kata Raja Intaz Harya


" ada apa? mengapa seperti itu? Apa itu masih kurang? kau ingin hadiah apa? akan kuberikan " kata Raja Intaz Harya


" maaf yang mulia saya tidak ingin hadiah apa-apa, tetapi melainkan ingin keadilan " Yin Liang Zhen dengan serius


" keadilan??? Apa maksudnya itu? " Raja Intaz Harya bingung


" ya, keadilan kematian ibuku di keluarga Yin 5 tahun lalu " Yin Liang Zhen lantang


" baiklah, kau ingin keluarga Yin dihukum apa? agar dapat keadilan " Raja Intaz Harya menjawab


" aku ingin keluarga Yin mendapatkan hukuman masuk dalam penjara bawah tanah dan diberi makan dalam waktu seminggu hanya sekali.. itu saja keinginan hukuman ku " Yin Liang Zhen serius


" baiklah.. para prajurit silakan kalian ke kediaman keluarga Yin eksekusi mereka " Raja Intaz Harya mengabulkan permintaan Yin Liang Zhen


para prajurit dari Kerajaan Morries pun langsung pergi ke rumah keluarga Yin dan langsung penjarakan keluarga Yin..


Yin Liang Zhen pun merasa senang karena keluarga Yin sudah tidak dapat berkutik lagi..


\*\*\*\*\*


" sekarang Yin Liang Zhen kau dapat beristirahat di Kerajaan Morries ini terlebih dahulu, karena pasti kau sangat lelah karena pertarungan selama ini " Raja Intaz Harya merintahkan Yin Liang Zhen


" baik yang mulia, terima kasih atas tawaran yang mulia Raja Intaz Harya dan saya juga berterima kasih sudah mengabulkan permintaan saya yang besar ini! " Yin Liang Zhen sambil menundukkan kepala


" ya.. " Raja Intaz Harya pun kembali ke Istana nya


Yin Liang Zhen pergi menuju tempat peristirahatan yaitu di kamar peserta..


" brukkk.. " suara Yin Liang Zhen melompat ke tempat tidur


" haaa.. leganya, akhirnya pertandingan ini dapat diselesaikan.. " Yin Liang Zhen dengan senang


" hey murid laknat... kau ingin bersenang-senang sendiri, apa kau tidak ingin mengajak gurumu atas kemenangan dirimu?? " guru Xi tiba-tiba muncul


" ah.. Guru!! " Yin Liang Zhen langsung pura-pura tertidur


" kau bocah tengik berani menipu gurumu dengan berpura-pura tidur, dasar murid tidak tahu sopan santun.. " Guru Xi bercanda


" ya.. Guru, aku sedang tidak bersenang-senang tapi aku sedang beristirahat Guru " Yin Liang Zhen langsung duduk


" hah!!! Apa kau senang dapat mengalahkan Pangeran Utara? " Guru Xi bertanya


" tentu saja senang Guru, aku dapat mengalahkan Pangeran Frezenx dari Kerajaan Utara " Yin Liang Zhen Berbangga


" hemm!! sekarang jawab pertanyaan diriku sebelum pertandingan MU dimulai dengan Pangeran Frezenx " Guru Xi langsung mengubah pembicaraan


" eh.. itu.. itu.. " Yin Liang Zhen ragu-ragu yang jawab karena tak percaya diri terhadap kemampuannya


" dasar anak bodoh.. kau tahu perjalananmu masih panjang, tugas-tugas mu ke depannya masih lebih berat dibandingkan ini " Guru Xi berkata dengan serius


" guru... aku ingin menjadi yang terhebat, dapat melindungi orang-orang yang lemah dan dapat menjadi penguasa yang baik.. " Yin Liang Zhen berkata lantang


" sungguhkah itu keinginanmu.. " Guru Xi menjawab


" ya,, itu adalah keinginanku selama ini.. " Yin Liang Zhen serius


" baiklah, sekarang kau harus benar-benar serius dalam perjalananmu kedepannya karena pertandingan dan dalam perlawanan tidak hanya sedikit "


" baik Guru, selama dalam perjalanan ini Guru dapat mendampingiku.. aku yakin, aku dapat berhasil untuk melawan seluruh dunia yang kejam ini " Yin Liang Zhen tersenyum


" kau lihat, anakmu benar-benar tangguh dan kuat.. ya tak mudah mengundurkan dirinya walau sudah di ujung tanduk " Guru Xi berbicara terhadap seseorang di belakang Yin Liang Zhen


\*\*\*\*\*