
Alicia pulang ke apartemennya dirinya sangat shock dengan apa yang terjadi pada dirinya hari ini. Alicia menghempaskan tubuhnya diranjang mungilnya. Ia berguling - guling dengan kaki menendang - nendang diudara.
"Sial, kenapa kau sangat bodoh Alicia Taylor?! Lihat kau sekarang kau menjadi tunangan pria mesum itu!" teriak Alicia pada dirinya sendiri.
"Ah, aku akan menolaknya besok. Bagaimanapun juga aku tidak ingin berdekatan dengan makhluk mesum itu, apalagi menjadi istrinya? Tidak, itu mimpi buruk," gumam Alicia sembari memeluk boneka beruang kesayangannya.
Sekelebat memori tentang ia dan Brian yang sedang berciuman panas dikantor membuatnya tanpa sadar menyentuh bibir ranumnya.
"Aku pasti sudah gila. Ya, aku pasti sudah gila. Bagaimana bisa aku menikmati ciuman dari si mesum itu? Aaaah apa yang harus aku lakukan," teriak Alicia frustasi.
Di lain sisi, seorang pria tampan yang sedari tadi duduk diruang kerja yang berada dirumahnya itu tak henti - hentinya tersenyum. Ya, pria itu Brian. Bagaimana tidak ia tersenyum layaknya orang gila? Dia baru saja melakukan pengancaman terhadap seorang gadis salah satu karyawannya.
"Huh, bagaimana kau begitu menggemaskan?" gumamnya.
"Aku tidak menyangka, kau dapat menarik semua perhatianku dengan caramu yang unik. Ah, sungguh membuatku senang melihat senyum yang sering kau suguhkan itu Alicia," ucap Brian sembari tersenyum.
Keesokan harinya.
Alicia berjalan memasuki ruang divisi keuangan, ia menjawab beberapa sapaan dari rekan kerjanya dengan senyum manis yang mengembang diwajah cantiknya.
Gadis itu mendudukan bokongnya dikursi kerja, tas yang sedari tadi ia jinjing, ia letakan disamping meja kerjanya. Sekilas ia membayangkan wajah tampan Brian. Sadar apa yang baru saja ia bayangkan Alicia menggelengkan kepalanya guna membuyarkan bayangan wajah pria tampan yang beberapa hari ini mengusik kehidupannya.
Irene, teman satu divisi Alicia memperhatikan gadis itu merasa heran.
"Al? Are you ok?" tanya Irene.
"Ah, Its Ok. Im fine," jawab Alicia dengan senyum mengembang.
"Aku memperhatikanmu. Apa ada sesuatu yang menganggumu?" tanya Irene penasaran.
"Tidak ada apa - apa, aku baik - baik saja. Hanya sedikit lelah saja," bohong Alicia.
"Baiklah, aku percaya padamu. Oh ya, kau dipanggil Mr. Thomas," ujar Irene sembari berjalan menuju meja kerjanya.
Andre? Mau apa lagi pria itu, apa dia mau menjebakku lagi? Batin Alicia.
"Jika aku boleh tau, kenapa Mr. Andre memanggilku?" tanya Alicia pada Irene.
Irene hanya mengangkat kedua bahunya untuk menjawab pertanyaan Alicia.
"Baiklah, aku akan segera kesana," ucap Alicia.
"Oh ya, bolehkan aku meminta tolong padamu Al?" ucap Irene dengan raut wajah yang dibuat semanis mungkin.
Alicia sedikit mendengus melihat ekspresi temannya itu.
"Berhenti membuat wajah seperti itu, kau menjijikan," ujar Alicia.
Irene mendengus mendengar jawaban pedas yang dilontarkan oleh bibir cherry Alicia.
"Baiklah, Ms. Taylor. Bisakah kau membantuku untuk memberikan laporan mingguan ini kepada Mr. Andre?" ucap Irene dengan memberikan beberapa berkas kepada Alicia.
"Tentu Ms. Wilton, dengan senang hati," jawab Alicia sembari mengambil alih beberapa berkas yang Irene berikan padanya.
Alicia berjalan menuju ruangan Andre. Sebelum ia masuk, ia mengetuk pintu terlebih dahulu. Ingat sopan santun adalah nomor satu ketika kau sedang bekerja tapi itu tidak perlu untuk pria semacam Brian, begitulah prinsip Alicia gadis berwajah cantik.
Tuk.. tuk.. tuk..
"Masuk," terdengar suara Andre dari dalam.
Alicia membuka pintu secara perlahan dan mulai melangkahkan kaki jenjangnya menuju meja merja Andre.
Ya, Alicia akui Andre memang tampan. Tetapi tetap lebih tampan Brian.
Sial, kenapa aku selalu memikirkan si pria mesum itu? Batin Alicia.
"Kau sudah datang?" tanya Andre.
"Yes, Sir. Ini beberapa berkas laporan mingguan yang anda minta. Irene menitipkan berkas ini pada saya," jelas Alicia sembari memberikan beberapa berkas pada Andre.
"Duduklah Al, tidak usah terlalu formal padaku," ucap Andre.
Alicia mengangguk menuruti apa yang diucapkan atasannya itu.
"Al, aku akan berbicara serius padamu," ucap Andre dengan nada serius.
"Ya?"
"Mungkin ini adalah kabar mengejutkan, tapi ku harap kau tidak terkejut," ucap Andre santai.
"Apa maksudmu? Apa kau menghamili tunanganmu? Dan kau berencana untuk tidak menikahinya dan kabur dengan gadis lain?" cerca Alicia.
Andre menggelengkan kepalanya kuat - kuat.
"Huh. Apa kau pikir aku sudah gila meninggalkan Maria seperti itu?" tanya Andre dengan menatap tajam Alicia.
Alicia yang ditatap tajam seperti itu oleh Andre merasa tersudut, dan menggelengkan kepalanya lemah.
"Ku rasa kau sudah tertular oleh Irene. Gadis yang suka bergosip itu," ujar Andre.
Alicia hanya memberikan cengiran terbaiknya. Ya, Alicia akui jika Irene merupakan gadis yang suka bergosip.
"Jadi,?" tanya Alicia.
"Sepertinya ini adalah hari terakhirmu di divisi keuangan Al," ucap Andre.
"Apa maksudmu? Kau? Kau memecatku??" tanya Alicia dengan raut tak percaya.
"Apa aku melakukan kesalahan? Bisakah kau tidak memecatku? Aku berjanji akan bekerja dengan sebaik mungkin. Aku tidak akan ceroboh lagi, aku tidak akan-,"
"Stop Al," potong Andre.
"Aku belum selesai berbicara," Andre menghembuskan nafas beratnya.
"Aku tidak akan memecatmu."
"Lalu? Apa maksudmu, jika hari ini adalah hari terakhir aku bekerja di divisi keuangan. Kau sedang tidak mengerjaiku kan?" tuduh Alicia.
"Apa untungnya jika aku mengerjaimu? Al, mulai besok kau dipindahkan menjadi Sekretaris pribadi Mr. Hamilton," jelas Andre.
"WHAT???" teriak Alicia.
"Bisakah kau tidak teriak - teriak Al?" geram Andre.
"Ini lelucon yang sangat tidak lucu, berhenti untuk membuat lelucon seperti ini. Bukankah dia sudah memiliki sekretaris? Kenapa ia memingaku untuk menjadi sekretarisnya? Aku menolak," tegas Alicia.
"Kau tidak bisa menolaknya Al, jika kau menolaknya. Kau akan dilempar dari perusahaan ini," tutur Andre.
Alicia meremas roknya, ia berdiri dan menghentakan kakinya dilantai. Setelah itu melangkahkan kaki jenjangnya menuju pintu.
"Ingat Al, besok kau bekerja di ruang CEO," ucap Andre yang masih bisa didengar Alicia.
Alicia menghentakan kakinya lagi sebelum benar - benar keluar dari ruangan Andre.
Brak..
Alicia membanting pintu ruang Andre cukup keras, untuk meluapkan kekesalannya pada Brian, si pria mesum itu.
"Ck, dasar kekanak - kanakan," lirih Andre yang melihat tindakan Alicia tadi.
Haihai..
Ini nih, udah ku update InsyaAllah bakal Up 2hari sekali. Kalo nggak ada halangan untuk nulis, InsyaAllah bakal tiap hari.
Jangan lupa berikan Comment dan Vote untuk mendukung cerita ini. Terima kasih..