
Sore itu, setelah Alicia selesai dengan pekerjaan kantor yang menumpuk serta pikiran yang bercabang karena pria mesum yang kelewatan gila menurutnya. Gadis itu memasuki salah satu cafe yang berjarak 4 blok dari kantornya. Gadis itu ingin menikmati waktu dan merefresh otaknya yang seakan - akan ingin meledak.
Gadis itu memilih kursi yang berada dipojok dan menyuguhkan pemandangan jalan raya yang ramai sore itu. Tak lama ketika ia baru saja duduk, seorang gadis berumur sekitar 20 tahun mendatanginya dengan senyum manis. Alicia tersenyum membalas senyum gadis muda itu.
"Maaf Miss menganggu anda. Apakah anda ingin memesan sesuatu atau sedang menunggu seseorang?" tanya gadis itu ramah.
"Tidak. Aku tidak menunggu seseorang. Bisakah aku memesan Lemon Tea dan sepotong cake?"
"Tentu, harap menunggu beberapa menit Miss. Pesanan anda akan segera datang," ucap gadis itu ramah dengan senyum dan menunduk hormat lalu pergi dari hadapan Alicia.
Alicia mengalihkan pandangannya menatap beberapa orang yang berlalu lalang didepan cafe itu. Sesekali terdengar suara helaan napas beratnya.
"Aku tidak tau jika salah satu hobbymu adalah melamun sayang," ucap suara bariton sexy itu.
Alicia segera menolehkan matanya dan betapa terkejutnya ia melihat pria yang bahkan sedang tak ingin dilihatnya. Siapa lagi jika bukan Brian? Pria mesum yang gila.
"Kenapa kau ada disini? Kau seorang penguntit huh," sinis Alicia.
"Ah, itu tidak salah bukan? Jika aku mengikuti calon ibu dari anak - anakku?" ucap Brian enteng sembari mendudukan dirinya didepan Alicia yang tampak kesal dengannya.
"Apa kau tuli Sir? Aku tidak akan pernah mau menikah dengan pria sepertimu. Kau harus catat itu baik - baik," geram Alicia.
Ah sore yang menjengkelkan.
Sebelum Brian kembali bersuara terdengar langkah kaki mendekati mereka. Gadis dengan senyum ramah itu kembali beberapa saat gadis itu hanya berdiri mematung melihat Bria yang terlihat sangat tampan dan juga sangat mempesona hingga gadis itu mengagakan mulutnya.
Kesal atas perilaku gadis itu yang memandang Brian dengan tatapan memujanya Alicia berdehem untuk menyadarkan gadis itu jika didepannya saat ini adalah pria gila. Ya, pria gila yang sialnya sangat tampan.
"Ah maafkan aku Miss, ini pesanan anda. Tuan apakah anda ingin memesan sesuatu?" tanya gadis itu dengan pipi yang merona.
Brian hanya mengangkat satu alisnya dan memandang datar gadis pelayan itu yang merona hanya melihatnya saja. Bukankah dia sangat tampan? Heh.
"Baiklah, tunggu sebentar. Pesanan anda akan segera datang," ucap gadis itu malu - malu dan segera berlalu.
"Kau lihat? Gadis tadi melihatku dengan tatapan memuja. Apa kau tak melihatnya?" ucap Brian dengan menaik turunkan alisnya menggoda Alicia.
Alicia hanya memutar bola matanya, jengah.
"Sir, apa kau tidak memiliki pekerjaan lain selain mengangguku?" tanya Alicia sinis.
Brian hanya menyeringai mendengar pertanyaan sinis yang terlontar dari bibir manis gadis didepannya. Selama 27 tahun hidupnya tak ada yang berani menolaknya dan baru kali ini ia menemukan gadis pertama yang menolaknya. Menarik.
"Aku bahkan memiliki banyak waktu untukmu jika kau ingin mengajakku tidur denganmu," jawab Brian tenang.
Alicia menekuk wajahnya. Ia benar - benar merasa kesal dengan makhluk Tuhan yang amat sangat sial tampan itu.
Apa amat sangat tampan? Sepertinya aku sudah mulai gila, gerutu Alicia dalam hati.
"Bisakah kau menyaring kata - katamu Sir? Aku sungguh amat risih mendengarnya ya Tuhan," geram Alicia.
Brian hanya tersenyum mendengar gadis didepannya sedang kesal.
----‐-----------------------------------------‐-------------
Selamat Pagi para pencinta Noveltoon..
Sebelumnya saya minta maaf, bukan maksud saya berhenti dari menulis kelanjutan cerita ini. Namun saya akan rehat sejenak karena beberapa waktu lalu saya ada masalah dengan kesehatan saya dan beberapa hari yang lalu saya baru saja melakukan operasi. Saya minta maaf kepada seluruh readers karya saya. Maaf untuk sementara cerita ini belum sempat update. Saya akan update segera ketika kesehatan saya sudah pulih. Dan saya minta doa nya agar saya cepat pulih dan bisa melanjutkan cerita ini. Saya berterima kasih kepada kalian yang sudah mau membaca dan mau menanti.
Saya akan kembali segera^^
Selalu semangat dan selalu optimis^^