Married With My CEO

Married With My CEO
Bab. 12 Serangan Brian



Disini dingin banget nih..


Udah mulai musim hujan kayaknya.


Terus jaga kesehatan yaa..


Happy Reading..


Setelah beberapa hari menjalani perannya sebagai Sekretaris Pribadi Brian, Alicia sedikit demi sedikit mengetahui kepribadian pria itu. Ternyata Brian tak seburuk apa yang ia pikirkan. Mungkin memang benar pria itu sedikit menyebalkan seperti sekarang ini.


"Al.. kemarilah sayang. Apa kau tak merindukanku? Jangan jauh - jauh dariku," ucap Brian.


Alicia memutar matanya malas, tentu saja ia malas mendengar ocehan pria itu. Bagaimana tidak? Itu kata - kata yang sudah pria itu ulang sebanyak 5 kali. Padahal Alicia hanya duduk di sofa ruangannya, dengan jarak 5 langkah dari meja kerja Brian.


"Sir saya sedang memeriksa beberapa berkas yang perlu anda cek dan tanda tangani," jawab Alicia.


Brian mendengus mendengar jawaban sang pujaan hati.


"Aku bos mu, kau harus mendengarkan apa yang aku katakan bukan?" tanya Brian pada Alicia.


Dan tolong ingatkan Alicia untuk tidak mengumpati pria tampan yang sialnya bosnya itu. Sifat otoriternya membuat Alicia ingin memukul tengkuk Brian dengan beberapa map yang sekarang ia genggam.


Dengan malas, Alicia melangkahkan kaki jenjangnya mendekat ke meja Brian, yang membuat Brian tersenyum sumringah.


"Aku sudah berada disampingmi Sir, ada yang bisa saya bantu?" tanya Alicia dengan senyum yang ia buat senatrulan mungkin. Agar tidak terlihat terpaksa padahal dari raut wajahnya saja sudah jelas jika gadis itu terpaksa.


Brian menggeleng. Lalu mata tajamnya fokus menatap Alicia yang kini menaikkan satu alisnya.


"Kenapa setiap harinya kau semakin cantik? katakan padaku, apa yang kau lakukan sehingga membuatku begitu ingin menikahimu detik ini juga," ujar Brian yang masih tetap memandang Alicia.


Alicia menghembuskan nafas kasar. Ia tahu itu tidak sopan, tapi ia juga muak jika setiap hari dijejali rayuan buaya seperti ini. Siapapum tolong Alicia sekarang.


"Saya tidak melakukan apapun pada anda Sir, saya hanya berpenampilan seperti biasa saja," jawab Alicia.


"Tidak, tidak. Aku tidak setuju dengan ucapanmu, kau terlihat semakin bersinar. Bagaimana jika kita berkencan?" tanya Brian.


"Maaf Sir, saya tidak memiliki waktu untuk itu," jawab Alicia.


Brian menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti.


"Baiklah, kembali ke sofa. Lanjutkan pekerjaanmu, aku ingin 1 jam lagi semuanya sudah kau cek dan kau bisa menyerahkan secepatnya padaku," ucap Brian dingin dan datar.


Alicia mengerutkan dahinya. Ada apa dengan pria didepannya ini? Apa dia memiliki bipolar? Cepat sekali berubah.


"Baik Sir, saya akan menyerahkan berkas - berkas tersebut dalam waktu satu jam kedepan," jawab Alicia. Setelah melangkahkan kakinya kembali ke sofa, Brian hanya memandang Alicia dengan pandangan datar.


Setelah kepergian Alicia untuk mengurus berkas - berkas yang Brian limpahkan padanya. Brian sedang menyusun rencana untuk memulai mendekati Alicia secara gencar. Dia tak ingin kehilangan gadis yang sudah membuat dirinya mabuk kepayang.


Jari Brian mulai menari diatas keyboard komputernya. Ia mulai membaca beberapa artikel yang mungkin bisa membantu ia mendapatkan Alicia.


Hey, jangan berfikir jika Brian tipikal orang yang tidak pernah berpacaran. Kau tak akan bisa menghitung berapa mantan pacar yang ia miliki.


Setelah membaca beberapa artikel yang menurutnya sama sekali tak membantu. Ia memejamkan mata sejenak. Makan malam romantis, ajakan menonton bioskop, jalan - jalan ke luar negeri dan masih banyak lagi, Brian sudah pernah melakukan hal - hal seperti itu pada mantan pacarnya.


Ia ingin sesuatu yang berbeda, untuk orang sespesial Alicia Taylor.


Mata tajamnya terbuka perlahan. Ia memperhatikan Alicia yang masih sibuk membaca berkas - berkas dengan serius.


Dengan perlahan Brian bangkit dari duduknya dan mulai berjalan menuju Alicia. Alica yang kini tengah sibuk dengan berkas - berkas yang Brian berikan padanya tak menyadari jika lelaki tersebut sudah berdiri disampingnya. Dengan perlahan Brian mendudukan dirinya disamping Alicia sembari memandangi wajah cantik gadis itu.


"Kau sangat cantik," ucap Brian


Alicia yang mendengar suara Brian yang berada sangat dekat dengannyapun menolehkan kepalanya. Kini kedua manik Alicia terkunci oleh tatapan tajam Brian. Dengan perlahan Brian memajukan wajahnya mendekati wajah Alicia, dengan perlahan namun pasti hidung mereka kini mulai saling bersentuhan. Mata Alicia mulai terpejam dan tak lama kemudia ia merasakan benda kenyal nan basah itu menempel pada bibirnya. Dengan perlahan Brian memulai menggerakan bibirnya yang menempel pada bibir Alicia. Dirasa tak ada perlawanan dari Alicia, tangan Brian kini mulai terangkat ke arah tengkuk Alicia menekan tengkuk itu agar ciuman mereka lebih dalam dan intens.


"Mmmm,"


Tangan Alicia kini mulai memukul dada Brian. Ia merasa pasokan oksigen dalam paru - parunya sudah mulai menipis. Dengan berat hati Brian melepaskan ciuman yang begitu memabukkan baginya. Dengan perlahan manik coklat Alicia terbuka dan menatap manik hitam Brian dengan sayu, tangan Brian terangkat untuk mengusap lelehan saliva yang menetes di sekitar bibir hingga dagu Alicia.


"Ini baru tahap awal sayang, aku akan benar - benar membuatmu jatuh padaku," ucap Brian lirih.


Cup..


Dengan gerakan cepat Brian kembali mengecup bibir bengkak Alicia dan mulai beranjak kembali ke kursi kebesarannya. Alicia hanya mematung mendapatkam serangan yang tiba - tiba dari atasannya.


"Sialan, si Brengsek itu," umpat Alicia dalam hati.


Wajahnya sudah memerah bagaikan kepiting sekarang, bagaimana tidak? Jika boleh jujur dia juga menikmati ciuman dari sang CEO.


Brian yang melihat Alicia menutup wajahnya dengan menggunakan kedua tangannyapun hanya tersenyum dan menggeleng kepalanya..


halo haloo..


maaf ya aku baru up. makasih bagi yang sudah sabar menghadapi author seperti saya huhuhu..


jangan lupa commentnya ya. biar aku semangat buat nulis chapter2 berikutnya..


see you in the next chapter guys 💚


stay safe and healthy💞