
Alicia duduk bersandar dikepala ranjang, matanya masih terasa berat untuk terbuka. Alicia melirik jam kecil yang berada di meja nakas.
"Baru pukul 05.00 am, ah ini masih sangat pagi. Tapi aku tidak bisa melanjutkan tidurku kembali, ini semua karena si Bella. Apa maksudnya jika si mesum itu tertarik padaku?" tanyanya pada diri sendiri.
Ya, setelah adegan ciuman yang menghilangkan keperawanan dari bibirnya. Ia memutuskan untuk memanggil pria itu dengan nama Si Pria Mesum.
"Sialan pria mesum itu, membuatku selalu teringat padanya," gerutu Alicia sembari bangkit dari ranjang dan bergegas ke kamar mandi.
*****
Setelah menghabiskan waktu hingga satu jam dikamar mandi, Alicia segera memilih baju kerjanya ia tidak ingin mengingat - ingat pria mesum yang sialnya adalah atasannya sendiri.
Jari lentik itu terhenti, ia memutuskan memakai kemeja putih dengan aksen renda disekitar dada dan akan dipadukan dengan rok span diatas lutut.
Alicia segera bergegas menuju meja riasnya, ia memoleskan sedikit make up. Ya, hanya sedikit karena wajah Alicia dapat dikategorigan cantik alami. Alicia menyapukan lipstick berwarna nude untuk menyempurnakan penampilannya. Rambut berwarna kecolkatan sepunggung itu dibiarkan terurai. Ya, Alicia siap untuk pergi bekerja. Jangan lupa tas slempang dan high heels berwarna putihnya.
"Perfect," ucap Alicia semangat.
Ia bergegas keluat dari apartementnya untuk pergi ke halte bus.
Setelah menunggu 15 menit Alicia tersenyum lebar melihat bus yang akan ia tumpangi datang. Ia segera masuk kedalam dan mengambil tempat duduk.
*****
Disisi lain pria dengan stelan jas warna navy itu sedang duduk dikursi penumpang dengan handphone keluaran terbaru berlogo apple tergigit itu sesekali ia terlihat serius ketika ia melihat beberapa email yang masuk dan jari - jarinya segera menari untuk membalas beberapa email tersebut.
"James, apakah hari ini aku memiliki banyak waktu luang?" tanya Brian.
"Ya Sir, anda memiliki cukup banyak waktu luang hari ini. Hanya ada beberapa meeting untuk laporan bulanan bulan ini," jelas James yang sedang mengemudikan mobil keluaran terbaru itu.
"Termasuk departemen keuangan bukan?" tanyanya lagi.
"Yes Sir, itu pasti. Karena departemen itulah termasuk sangat penting," jawab James.
"Baiklah,"
Brian menyeringai, hari ini ia akan bertemu Alicia. Gadis yang tempo hari lalu menabraknya, ingin rasanya ia mencium bibir gadis itu lagi. Sepertinya bibir itu sudah menjadi candu baginya.
Tak beberapa lama mobil itu terhenti didepan lobby perusahaan. James segera turun untuk membuka pintu penumpang. Brian turun dengan gaya yang elegant, banyak pasang mata yang memandanginya dengan tatapan memuja. Bukan hanya wanita tapi beberapa pria juga melihatnya untuk menjadikan Brian sebagai role modelnya.
Pria itu berjalan dengan langkah tegasnya, wajahnya terlihat datar dan dingin. Walau seperti itu, dia tidak kehilangan kharismanya. James menekan tombol lift khusus untuk CEO. Brian memasuki lift tersebut disusul dengan James dibelakangnya.
Tak ada yang berubah pada sosok pria dengan perawakan gagah yang sempurna itu. Ya, kecuali satu sifat yang menurut seorang gadis itu amat sangat menyebalkan.
Setelah memasuki ruang kerjanya yang berada dilantai paling atas bangunan ini. Brian segera menduduki kursi kerjanya dengan kaki yang ia naikkan keatas meja.
"Apa meeting itu akan segera dimulai?" Brian bertanya pada James dengan mata tertutup.
Ya, James tau apa yang dimaksud tuannya itu.
"Tentu Sir. Meeting akan dilaksanakan dalam 15 menit kedepan. Apakah anda akan segerapa keruang meeting sekarang?" Tanya James.
Brian membuka kedua kelopak matanya menampilkan manik yang tajam dan memikat pada saat bersamaan.
"Ya, aku akan kesana. Apa kau sudah membawa informasi yang aku inginkan James?"
"Yes Sir. Saya sudah menyiapkannya," ucap James. Lalu pria itu melangkah mendekati Brian dengan membawa map berisikan data informasi seseorang.
Mata Brian meneliti segala isi tulisan mengenai informasi yang didapatkan tangan kanannya.
"Jadi? Alicia merupakan anak dari hubungan gelap antara Arnold Taylor dengan wanita asia?" tanya Brian.
"Benar Sir,"
Brian menganggukan kepalanya, ia membaca lagi beberapa kata yang membuatnya mengerutkan dahinya.
"Apa maksudnya dengan orang tuanya tidak menginginkannya? Apa dia dibuang?" tanya Brian penasaran.
"Nona Taylor adalah anak hasil hubungan gelap antara Mr. Arnold Taylor dengan Mrs. HyeeIn Lee. Wanita itu meninggal ketika melahirkan Nona Taylor dan Mr. Arnold memutuskan untuk merawatnya. Tetapi istri sah Mr. Arnold, Mrs. Veronica tidak terima dengan kehadiran Nona Taylor. Sehingga ia kerap menyiksanya. Dan ketika Nona Taylor beranjak remaja. Perusahan Mr. Arnold mengalami kebangkrutan sehingga itu membuat Mr. Arnold stres dan bunuh diri. Karena Mrs. Veronica tidak menginginkan kehadiran Nona Taylor. Wanita itu meninggalkan Nona Taylor sendirian dan Nona Taylor berusaha untuk hidup mandiri sejak saat itu," jelas James.
Brian sedikit menggeram mendengar detail informasi yang dikatakan James. Bagaimana bisa wanitanya diperlakukan seperti itu. Ah, sepertinya ini salah. Maksudnya calon wanitanya.
"Kita ke ruang meeting sekarang,"
"Baik Sir,"
Brian bangkit dan merapikan jasnya. Lalu melangkah keluar dari ruangannya diikuti James yang senang tiasa berada dibelakangnya.
MEETING ROOM
Ruang rapat itu, berisikan orang - orang tegang yang bercucuran keringat dingin didahi hingga tangan mereka. Bagaimanapun itu terjadi alami ketika seseorang merasa gugup maupun tertekan.
"Bisakah kita mulai rapat hari ini? Aku tak suka membuang waktuku yang berharga hanya untuk ditatap oleh kalian," ucap Brian sinis.
Para pegawai dari beberapa Departemen itupun langsung membuka beberapa berkas yang mereka bawa untuk menyampaikan hasil kerja departemen mereka selama sebulan terakhir.
"Jadi?" ucap Brian jengah.
Salah satu ketua Departemen berdiri dan ia mulai membaca laporan bulanan yang telah mereka susun dengan berbagai fakta dan disusul dengan para ketua departemen lainnya.
"Saya Andre Thomas dari Departemen keuangan," seorang pria memperkenalkan diri dari departemen keuangan.
"Kenapa bukan Alicia saja? Huh," gerutu Brian dalam hati.
"Keuangan bulan ini dapat dikatakan stabil dan terus meningkat Sir, da-"
"Berhenti. Rapat ini selesai, berikan beberapa dokumen kalian mengenai laporan bulan ini. Dan kau," tunjuk Brian pada Andre. "Suruh Alicia datang keruanganku dan laporkan hasil bulanan itu, tak ada penolakan," ucap Brian tegas.
Dan dibalas anggukan kaku dari Andre. Brian berdiri dan merapikan jasnya, ia kembali melangkah keluar dari meeting room menuju ruang kerjanya yang diikuti James yang setia dibelakangnya.
"Aku sangat ingin bermain denganmu gadisku. Aku akan mendapatkanmu, apapun caranya. Aku akan membuatmu tetap berada disisiku Alicia Taylor," batin Brian disertai seringai yang muncul diwajah tampannya.
.
.
.
.
Maaf baru bisa up, beberapa minggu ini sangat sibuk.Dan kesehatan sedang menurun. Jangan lupa untuk like dan comment. Agar bisa membuat cerita ini up setiap harinya. Terima kasih,