Married With My CEO

Married With My CEO
Bab 1. Semua Baru Dimulai



Jam sudah menunjukkan pukul 11.55 am. Alicia meremas roknya menyalurkan rasa panik yang menjalar di seluruh tubuhnya. Perasaannya tak enak, entah apa yang akan terjadi 5 menit kedepan.


Sekarang Alicia sudah berada didepan ruangan CEO. Dengan tangan yang mengepal di kedua sisi tubuhnya, sesekali ia menghela napas beratnya.


"Apapun yang terjadi aku harus menghadapinya, jika aku dipecat? Aku tidak yakin bisa menghadapinya," ucap Alicia lirih.


Jam sudah menunjukan pukul 12.00 pm. Alicia semakin ragu untuk mengetuk ruangan didepannya. Tangannya masih mengepal, sesekali terdengar hembusan napas beratnya. Alangkah terkejutnya Alicia ketika ia akan mengetuk pintu didepannya seorang pria keluar dari ruangnan itu.


"Tunggu, bukan kah pria ini yang berada dibelakang tuan Brian tadi pagi? Apa dia tangan kanannya? Sekretarisnya? Atau pacarnya?" Pertanyaan terakhir dibatin Alicia membuat gadis itu menggelengkan kepalanya. Dia rasa dia sudah gila, karena menganggap bosnya sendiri gay.


"Nona," panggil Pria didepannya.


Secara spontan Alicia menghentikan gelengan dikepalanya dan kaget melihat pria didepannya dengan raut berkerut.


"Saya sudah memanggil anda sebanyak 3 kali. Kenapa anda menggeleng seperti itu dan tidak merespon panggilan saya?" tanya Pria itu dengan nada dingin dan mata yang tajam.


Persis majikannya. Batin Alicia.


"Maafkan saya Sir, saya tidak mendengar panggilan anda," lirih Alicia.


"Baiklah, Mr. Hamilton sudah menunggu anda di dalam nona. Silahkan masuk," ucap Pria itu membukakan pintu ruangan CEO pada Alicia.


Alicia mengangguk dan melangkahkan kaki jenjangnya masuk ke ruangan tersebut diikuti oleh pria itu dibelakangnya.


Brian mengalihkan matanya dari beberapa berkas didepannya dan menatap gadis yang berdiri dengan kepala yang menunduk itu. Brian mengamati gadis itu dari atas hingga bawah.


"Perfect," batinnya.


"James, kau bisa keluar. Aku ingin berbicara dengan gadis ini empat mata," ujar Brian tanpa mengalihkan pandangannya dari tubuh sang gadis.


Pria yang dipanggil Brian dengan nama James mengangguk.


"Baik Sir," ucapnya lalu membungkuk hormat dan pergi meninggalkan Alicia dan Brian berdua.


Brian bangun dari kursinya mendekati Alicia yang mulai bergetar.


"Siapa namamu?" tanya Brian dingin dengan tangan yang disilangkan didadanya.


"Alicia Taylor, Sir," lirih Alicia dengan masih menundukkan kepalanya.


"Aku tidak suka berbicara dengan orang yang tidak menatapku. Angkat wajahmu dan tatap aku ketika sedang berbicara," tegas Brian.


Dengan rasa takut, Alicia menatap Brian yang hanya berjarak dua langkah didepannya.


"Apa Tuhan sedang mengirimkanku seorang malaikat? Kenapa pria ini sangat tampan, ah jika aku bisa menikah dengannya. Aku yakin anakku akan tampan sepertinya," batin Alicia.


"Apa kau terpikat denganku nona?" tanya Brian dengan nada mengejek.


Seketika Alicia sadar dan menggelengkan kepalanya.


"Aku bertanya padamu, siapa namamu. Bukan aku bertanya apakah aku sangat mempesona sehingga kau memandangiku seolah - olah aku ini adalah mangsamu yang siap kau terkam," ucap sinis Brian.


"Maafkan saya Sir, bukan maksud saya seperti itu. Na-nama saya Alicia. Alicia Taylor," ucap Alicia.


"Alicia Taylor? Nama yang cukup bagus. Dari departemen mana kau berasal?"


"Saya dari departemen keuangan Sir,"


"Begitukah? Kenapa aku baru melihatmu?" tanya Brian.


"Tentu saja anda baru melihat saya memang anda peduli dengan karyawan seperti saya?" batin Alicia.


"Saya hanya karyawan biasa Sir," jawab Alicia.


"Baiklah, aku mengerti. Karena kau sudah menabrakku tadi pagi dilobby, aku akan memberimu sedikit pembelajaran saat ini," ucap Brian santai dengan menunjukan seringai diwajah tampannya.


Alicia melihat Brian dengan mata melotot dan menengguk salivanya sendiri.


"Apa aku akan benar - benar akan dipecat?" batin Alicia menjerit.


Brian berjalan maju, mengikis jarak antara dirinya dan Alicia. Brian memegang kedua bahu gadis yang tingginya hanya sedadanya jika tidak memakai high heels itu.


Brian menundukkan wajahnya dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Alicia. Alicia hanya bisa diam tanpa melakukan apapun. Tak terasa bibir mereka menyatu, Brian mulai ******* bibir itu dengan sensual. Menyesap rasa manis dibibir karyawan yang menabraknya tadi pagi.


"Emmmm," desah Alicia dengan mencengkram jas Brian erat.


Brian melakukannya sangat lama, hingga Alicia memukul dada Brian. Brian melepaskan cumbuannya dan menatap Alicia dengan bibir bengkak dan lipstik yang sudah berantakan akibat ulahnya. Brian tersenyum menang.


Brian mendekati telingan Alicia, menggigitnya dan membisikan sesuatu.


"Semua baru dimulai," dengan nada sensual.


Alicia membulatkan kedua matanya ketika mendengar bisikan itu.


Don't forget for Like and Comment.


Untuk mendukung cerita ini update setiap hari.. Thank You~