Mafia Love Story

Mafia Love Story
Married With Big Bos : Episode 27



Felix mengekor mengikuti pujaan hatinya yang berjalan di depannya itu. Ia memikirkan bagaimana caranya menjelaskan kepada Lina tentang masalah ini? Apa yang harus ia lakukan sekarang?


Sesampainya di taman belakang rumah, Lina duduk di atas kursi yang berada di taman dan Felix memilih untuk duduk di samping Lina.


"Bagaimana bisa dirimu memerintahkan Lei untuk mempermainkan hati temanku seperti itu, Mas?" tanya Lina menatap tajam ke arah Felix.


Felix menelan saliva dengan berat, ia begitu menyayangi Lina. Alasan apa lagi yang harus ia katakan agar Lina tidak pergi dari hidupnya?


Mungkin lebih baik jujur.


"Karena kecerobohannya pada waktu itu, Sayang. Kamu tahu? Kesalahan Lei pada waktu itu sangatlah fatal," jelas Felix dengan tersenyum menatap Lina.


"Mengapa hukuman yang kamu berikan keterlaluan seperti itu, Mas?" lanjut Lina bertanya seperti mengintrogasi Felix.


"Ya, karena aku menganggap bahwa itu adalah hukuman yang ringan untuknya. Lagian, dia sudah seperti Adik bagiku, Sayang. Maafkan aku, aku telah bersalah atas ini." ungkap Felix meminta maaf pada Lina.


Lina menatap heran, lalu gadis itu tertawa terbahak-bahak sambil menutup mulutnya. Bagi dirinya, jika Felix seperti itu sangatlah lucu dan gemasin.


"Kenapa tertawa? Ada yang salah dengan diriku?" tanya Felix heran sambil mengeluarkan ponselnya dan berkaca. Apa yang salah dengan dirinya?


"Tidak ada yang salah, kamu terlalu tampan untuk aku milikki," puji Lina dengan tersenyum menatap Felix.


"Aku hanya milikmu, Lina. Hanya milikmu seorang, tidak milik orang lain," kata Felix sambil mendekat ke arah Lina.


"Ya, aku hanya milikmu seorang. Aku sangat mencintaimu, aku hanya ingin hidup bersamamu sampai akhir hayatku dan nafas yang memisahkan kita nantinya. Dan aku ingin hidup damai bersamamu sambil melihat pertumbuhan Anak-anak kita nanti," ungkap Felix sambil memainkan rambut Lina.


"Serius? Tapi, kenapa aku gak percaya kalau kamu cinta sama aku?" tanya Lina sambil memainkan alisnya naik-turun.


"Cintaku mungkin tak dapat diukur dengan apapun. Tapi percayalah, bahwa cintaku dapat mengorbankan nyawaku hanya untuk melindungimu." ucap Felix jujur. Ia sangat mencintai Lina, apapun akan ia lakukan demi wanitanya.


Felix menarik pelan tubuh Lina agar lebih dekat dengannya. Ia sudah tak sabar untuk menikah dengan Lina, harapan yang diimpikannya adalah hidup bahagia bersama Lina sampai waktu dan nafas yang memisahkan mereka.


Ia membelai lembut pucuk kepala Lina dengan perasaan bahagia, ia sangat merasa senang karena ia bisa lebih dekat dengan Lina. Dan Lina pun sudah bisa mengingat siapa dirinya.


"Aku lebih ingin dekat denganmu seperti ini, Lina," ungkap Felix sambil menaruh kepalanya di pundak Lina.


"Maafkan aku yang belum terlalu membalas cintamu. Cepat atau lambat, cintaku akan ada untukmu, Felix." balas Lina sambil mengangkat kepala Felix dan menatapnya.


Gadis itu menatap binik mata indah Felix. Ia begitu melihat dengan jelas bahwa banyak cinta yang tersimpan untuk dirinya. Lina menarik Felix lalu ia merangkul Felix ke dalam pelukkannya. Wanita itu mengelus punggung Felix dengan lembut.


"Aku tahu beban hidupmu mungkin sangat banyak yang telah dikubur dengan dalam. Aku tak ingin mengungkitnya. Tetapi, ada bagusnya jika beban itu berbagi denganku, agar beban itu terasa lebih ringan untukmu," ujar Lina sambil memeluk Felix.


"Tidak, Lina. Ini bebanku, aku tak ingin orang lain merasakan beratnya hidup seperti diriku." balas Felix serius.


Lina hanya bisa menghela nafasnya dengan panjang.