
...~MADINA~...
{seperti halnya mawar, terlihat indah tetapi tidak sembarang orang bisa menyentuhnya}
.......
.......
.......
"Assalamu'alaikum" ucap seseorang dari arah pintu depan
"Wa'alaikumussalam, Annisa?" jawab Madina kaget melihat Annisa datang kerumahnya, dan dia tidak sendirian melainkan ditemani oleh sepupunya, siapa lagi kalau bukan Umar
"Hai Madina, aku kesini tadi disuruh umi buat nganterin makanan buat kamu makan malam nanti, tadinya umi mau kasih ke kamu langsung tapi umi lupa dan kamunya juga udah pulang duluan" ucap Annisa sambil menyerahkan rantang berwarna hijau yang berisi makanan
"Makasih ya nis, sampaikan terima kasih kepada umi Laila" ucap Madina sambil tersenyum
"Siapa umi Laila?" tanya bibi Risma tiba-tiba
"Umi Laila itu bibinya Annisa bi" jawab Madina
"Ohh makanya kamu ke rumah Annisa, pasti karena ada si umi umi itu kan!?" sarkas bibi Risma
"Maaf tante, Madina datang karena aku yang nyuruh kok, jadi tante jangan marahin Madina" ucap Annisa kepada bibi Risma
"Siapa yang menyuruh kamu berbicara! mending sekarang kalian pergi dari sini!" ucap bibi Risma keras
"Ada apasih mah teriak-teriak mulu!" ucap seorang gadis dari atas tangga, siapa lagi kalau bukan Syila
"Ini lho si Madina, kerjaannya tiap hari bikin mama darah tinggi terus! pengen mama cepat mati kali dia!" ucap bibi Risma sinis
"Astaghfirullah, Madina bukan bermaksud begitu bi" ucap Madina merasa bersalah
"Mbak Madina emang ngapain lagi sih! nggk cukup tadi pagi udah bikin mama marah!" sarkas Syila ikut-ikutan
"Maaf tante, biar saya bantu menjelaskan" ucap Umar dengan nada tenang
Melihat laki-laki yang ada di depannya, seketika Syila langsung terbengong dan mengagumi paras tampan sang lelaki, dan dia terheran kenapa sepupunya itu bisa kenal dengan laki-laki setampan ini dan bisa-bisanya Madina tidak mengenalkan kepadanya.
"Hai, nama kakak siapa?" ucap Syila sambil mendekat ke arah Umar
"Mau ngapain kamu?" ucap Annisa menghalangi Syila ketika akan mendekati Umar
"Aku cuma mau kenalan! awas minggir!" ucap Syila sambil mendorong Annisa, untung saja tidak sampai terjatuh
"Aku Syila, kakak siapa?" tanya Syila sambil menyodorkan kedua tangannya di hadapan Umar
"Umar" jawab Umar singkat sambil menangkupkan kedua tangannya
"Ohh oke, kak Umar orang mana?" tanya Syila dengan nada yang lebih lembut
"Ngapain kamu nanya-nanya segala!" sarkas Annisa yang tidak suka sepupunya dekat dengan Syila
"Ya terserah aku lah!" ucap Syila dengan nada berbeda
"Jadi, saya ijin untuk pamit sekarang. Dan tante jangan salahkan Madina, karena memang umi saya yang mengajak Madina untuk makan siang di rumah Annisa" ucap Umar sambil berpamitan
"Ayo kita pulang dek" ajak Umar kepada Annisa
"Iya bang. Madina aku pulang dulu ya, kamu nggak usah takut ada aku dan keluarga aku" ucap Annisa sambil memeluk Madina
"Iya nis, kamu hati-hati di jalan" ucap Madina sambil membalas pelukan Annisa
"Assalamu'alaikum" ucap Umar dan Annisa
"Wa'alaikumussalam" jawab Madina seorang
Setelah kepergian Umar dan Annisa, Syila yang memang sudah tertarik dengan Umar segera menodong Madina dengan berbagai pertanyaan.
"Mbak Madina kenal sama kak Umar dimana? kok mbak nggak ngomong sama aku?" tanya Syila
"Mbak kenal sama beliau waktu ke rumah Annisa syil, dan mbak juga nggak berhak untuk ngomongin beliau ke kamu, karena takut beliaunya tidak nyaman" jawab Madina menjelaskan
"Kalau gitu, mbak harus ajak aku ke rumah Mbak Annisa buat ketemu sama kak Umar!" ucap Syila dengan nada memerintah
"Mbak nggak bisa janji syil, maaf ya" ucap Madina lirih
"Kenapa! mbak takut kesaing sama aku! mbak jahat, mbak tega, aku benci sama mbak Madina!" ucap Syila dengan nada tinggi
"Maaf syil, bukannya mbak nggak mau tapi..." belum selesai Madina bicara
"Pokoknya aku nggak mau tahu! mbak harus bisa bawa aku ke rumah mbak Annisa supaya ketemu sama kak Umar! kalau mbak nggak mau aku akan benci sama mbak selamanya!" sarkas Syila sambil berlari menuju kamarnya
"Tuh lihat kan! Syila ngambek gara-gara kamu! dasar anak pembawa sial!" sarkas Bibi Risma yang langsung meninggalkan Madina yang masih berdiri mematung
"Ya Allah, hamba capek. Setiap hari harus dengar bentakan dari bibi, hamba lelah ya Allah, ayah ibu jemput Madina, Madina ingin ikut kalian" keluh Madina dalam hati yang sudah tidak bisa membendung air matanya
Malam harinya ketika semuanya terlelap dengan tidurnya, seorang gadis sedang menangis diatas sajadahnya, ia mengeluhkan semua isi hatinya kepada sang pencipta.
"Ya Allah, kuatkan hamba, teguhkan hati hamba ya Allah. Apa yang harus hamba lakukan ya Allah, hamba butuh pertolongan-Mu, hamba butuh rengkuhan-Mu ya Allah. Maafkan dosa-dosa hamba selama ini, Luaskanlah hati hamba dalam kesabaran ini ya Allah, Aamiin" usapan tangan di wajah menandakan bahwa Madina telah selesai berdoa
"Ayah ibu, Madina rindu. Sudah hampir 15 tahun kalian meninggalkan Madina sendiri, Madina punya paman dan bibi yang sayang sama Madina, jadi ayah dan ibu tidak perlu khawatir, Madina akan selalu mendoakan ayah dan ibu di setiap sholat Madina"
"Madina sayang banget sama ayah dan ibu, terima kasih sudah merawat Madina dan membesarkan Madina, semoga Allah SWT memberikan surga sebagai balasan karena kalian sudah menjadi orang tua yang luar biasa bagi Madina, Aamiin" doa Madina dengan tangisan yang sudah tidak bisa terbendung
Sehebat-hebatnya seorang anak, pasti akan ada campur tangan orang tua di dalamnya. Bagaimanapun sikap orang tua kepada anaknya, kita sebagai anak harus tetap sayang kepada kedua orangtua tua kita.
Ingatkah kalian perjuangan ibu kalian melahirkan kalian, bertaruh nyawa tanpa memikirkan dirinya, yang penting anaknya selamat itu yang ada di pikiran seorang ibu yang akan melahirkan anaknya.
Jangan sampai kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang durhaka kepada orang tua,
Sementara Rasulullah SAW bersabda:
” رِضَا اللَّهِ فِي رِضَا الْوَالِدَيْنِ"
"Ridha Allah SWT terletak pada ridha kedua orang tua".
Artinya, jika kita ingin Allah SWT sayang dan ridha dengan kita, maka buatlah kedua orang tua kita sayang dan ridha dengan kita. Begitupun sebaliknya, jangan sampai membuat orang tua murka, karena murka orang tua juga murkanya Allah SWT.