
...~MADINA~...
{seperti halnya mawar, terlihat indah tetapi tidak sembarang orang bisa menyentuhnya}
.......
.......
.......
Sore harinya, setelah semua pekerjaannya selesai, Madina bergegas untuk menuju rumahnya Annisa.
Sesampainya di rumah Annisa...
"Assalamu'alaikum" ucap Madina sambil mengetuk pintu 3 kali
......Dari Abu Musa Al-Asy'ary RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Minta izin masuk rumah itu tiga kali, jika diizinkan untuk kamu (masuklah) dan jika tidak maka pulanglah!" (HR Bukhari dan Muslim).......
"Wa'alaikumussalam" jawab seseorang dari dalam sambil membukakan pintu
"Eh neng Madina, MasyaAllah tambah cantik ya neng setelah sekian lama nggk ketemu" ucap seseorang yang tidak lain ada lah ART di rumah Annisa, namanya bi Ijah
"Bi Ijah bisa aja, nanti terbang lho saya. Lagipula kan baru seminggu yang lalu ketemu bi" ucap Madina sambil terkekeh
"Hehehe, tapi emang neng Madina makin hari makin cantik, cantiknya tu beda aja" ucap bi Ijah dengan gayanya
"Udah ah bi, saya kesini mau ketemu sama Annisa. Annisanya ada bi?" tanya Madina
"Ohh neng Annisa ada di dalam neng, mari masuk saya panggilin neng Annisa dulu" ucap bi Ijah
"Iya bi, terima kasih" ucap Madina
"Silahkan duduk dulu neng" pinta bi Ijah
"Iya bi" jawab Madina
Bi Ijah bergegas memanggil Annisa yang masih berada di dalam kamar.
Sesampainya di depan pintu kamar...
"Neng Annisa?" panggil bi Ijah sambil mengetuk pintu
"Iya bi" ucap Annisa sambil membuka pintu kamarnya
"Neng dibawah ada neng Madina, katanya mau ketemu sama neng Annisa" ucap bi Ijah
"Ohh iya bi, Annisa turun sekarang. Bibi tolong siapin minuman sama cemilan ya bi yang ada di dapur!" ucap Annisa
"Iya neng, bibi kebawah dulu kalau begitu" pamit bibi
"Iya bi, terima kasih" ucap Annisa
"Sama-sama neng" jawab bi Ijah
Setelah itu Annisa bergegas turun kebawah agar Madina tidak menunggu lama.
Sesampainya di ruang tamu...
"Madina!" panggil Annisa saat sudah sampai di ruang tamu
"Annisa, maaf ya aku terlalu sore kesininya" ucap Madina sambil berdiri
"Gapapa, lagipula aku juga lagi free kok" ucap Annisa santai
"Ohh iya kita langsung mulai bahas sekarang ya" ucap Madina
"Iya, tapi kamu duduk dulu masa mau berdiri, apa nggk capek?" ucap Annisa
"Hehe, iya" ringis Madina sambil mendudukkan dirinya di sofa
"Jadi mau gimana?" tanya Annisa
"Aku sih ikut aja nis, tergantung kamunya aja" jawab Madina
"Hmm, gimana kalau kita patungan aja!" ucap Annisa
"Kira-kira besar nggk biayanya nis?" tanya Madina
"Mungkin sekitar 2 jutaan per orang din" ucap Annisa hati-hati
"Iya, soalnya sekarang kan semua serba mahal din" jawab Annisa
"Apa nggk bisa kurang ya nis?" tanya Madina dengan raut wajah sendu
"Hmm, paling mentok 1,5 juta lah din" jawab Annisa kembali
"Kalau uang segitu aku belum ada nis, upah kerja di laundry nggk seberapa, cuma kalau uang segitu banyak aku mungkin akan lama ngumpulinnya" ucap Madina lesu
"Hmm, gimana ya din coba nanti aku tanya deh sama pihak sananya bisa kurang lagi apa nggk" ucap Annisa
"Nanti aku coba buat ngumpulin uang lagi, semoga dalam waktu deket aku bisa ada uang segitu" ucap Madina
"Aamiin" ucap Annisa
"Ini minumnya neng, maaf agak lama soalnya harus rebus air dulu" ucap bi Ijah sambil menaruh 2 buah cangkir berisi teh ke meja dan beberapa camilan juga
"Makasih ya bi, maaf merepotkan" ucap Madina
"Iya sama-sama neng, nggk ngerepotin kok" ucap bi Ijah sambil tersenyum
"Yaudah sekarang bi Ijah boleh ke belakang lagi" ucap Annisa
"Baik neng" jawab bi Ijah sambil bergegas pergi
Annisa dan Madina melanjutkan obrolannya sambil meminum teh buatan bi Ijah dan memakan camilan yang sudah disiapkan.
Disela-sela obrolan mereka tiba-tiba....
"Assalamu'alaikum" ucap seseorang dari arah luar
"Wa'alaikumussalam, sebentar" jawab Annisa sambil beranjak dari duduknya untuk segera membukakan pintu
"Ada apa ya?" ucap Annisa saat pintu hampir sepenuhnya terbuka
"Annisa" ucap seseorang sambil tersenyum ke arah Annisa
"Subhanallah! umi Laila!" ucap Annisa langsung memeluk seseorang yang dia panggil umi Laila tersebut
Umi Laila adalah bibi dari Annisa, umi Laila ini adik ipar dari almarhumah ibunya Annisa. Karena umi Laila yang sudah merawat Annisa dari kecil, maka dari itu Annisa sering memanggilnya umi.
"Umii, nisa kangen banget sama umi" ucap Annisa sambil sedikit terisak
"Umi juga kangen sama kamu" jawab umi Laila
"Umi, kapan sampai di Indonesia?" tanya Annisa sambil melepas pelukannya
"Tadi malam nak. Karena semalam udah kemaleman jadinya kita mutusin buat nginep di hotel dan berkunjung kesini hari ini" jawab umi Laila
"Abah sama bang Umar mana umi?" tanya Annisa kembali
"Abah sama abang kamu lagi ngangkatin koper, rencananya kita mau nginep disini selama beberapa hari" ucap umi Laila
"Alhamdulillah! akhirnya Annisa nggk kesepian lagi yeeyy" ucap Annisa sumringah
"Annisa?" ucap seseorang dari belakang Annisa yang tak lain Madina
"Madina! Ya Allah Madina maaf, aku sampai lupa sama kamu saking senengnya" ucap Annisa sambil menarik Madina kehadapan umi
"Madina kenalin ini umi Laila, adik iparnya mama aku" ucap Annisa
"Assalamu'alaikum bu nyai, saya Madina" ucap Madina sambil mencium tangan umi Laila
"Wa'alaikumussalam, nak panggil saja umi seperti Annisa memanggil saya umi" ucap umi Laila lembut
"Saya tidak enak bu nyai, kesannya seperti kurang sopan" ucap Madina
"Gapapa nak, anggap saja umi ini umimu juga. Umi malah seneng jika dipanggil umi, karena anak umi cuma satu, jadi kalau kamu panggil umi, umi ngerasa punya anak banyak" ucap umi Laila tersenyum
"Iya umi" jawab Madina
"Nah gitu dong! jadi sekarang anak umi jadi 3 dong?" ucap Annisa
"Iya anak umi bertambah sekarang" jawab umi Laila sambil terkekeh
Obrolan ini membuat perempuan 3 generasi itu menjadi lebih akrab dan saling melempar senyum satu sama lain.
"Assalamu'alaikum" ........