MADINA

MADINA
MADINA ~06~



...~MADINA~...


{seperti halnya mawar, terlihat indah tetapi tidak sembarang orang bisa menyentuhnya}


.......


.......


.......


Lamunan Madina seketika buyar, ketika ia mendengar suara notif dari handphonenya.


Di dalam chat...


Annisa | My Bestie


"Assalamu'alaikum din",


^^^Wa'alaikumussalam, ada apa nis?"^^^


"Gini din, kamu bisa nggak datang ke rumah nanti siang, soalnya umi ngajakin kamu buat makan siang bareng"


^^^"Gimana ya nis, tapi aku nggak bisa janji"^^^


"Ayolah din, ini umi lho yang minta, masa kamu nggak mau"


^^^"Iya nanti aku kesana"^^^


"Okeyy, aku tunggu di rumah ya"


^^^"Iya nis"^^^


"Okey Madina makasih, wassalamu'alaikum"


^^^"Iya sama-sama, wa'alaikumussalam"^^^


Setelah mendapat kabar dari Annisa, Madina bergegas menemui sang paman untuk meminta ijin, kalau nanti siang ia akan pergi berkunjung ke rumah Annisa.


tok, tok, tok,


"Assalamu'alaikum, paman" ucap Annisa sambil mengetuk pintu


"Wa'alaikumussalam" jawab pamab Amar sambil membukakan pintu


"Ada apa din?" tanya paman Amar


"Hmm, paman nanti siang Madina mau ijin keluar ke rumah Annisa boleh?" ucap Madina


"Mau ngapain disana din? ada yang belum selesai kemarin?" tanya paman Amar memastikan


"Madina diundang makan siang disana paman, soalnya ada kerabat Annisa yang sedang berkunjung ke rumah Annisa, jadi Madina diundang makan siang disana" jelas Madina


"Ohh gitu, yaudah gapapa tapi jangan pulang terlalu malam ya" pesan paman Amar


"Iya paman, terima kasih. Kalau gitu Madina ke kamar dulu" ucap Madina sambil beranjak pergi


"Iya din, sama-sama" ucap paman Amar


Siang harinya, setelah bersiap Madina segera pergi menuju rumah Annisa. Madina berangkat dari rumah sekitar jam 12.30 WIB. Karena takut Annisa menunggu lama, akhirnya Madina memutuskan untuk naik ojek online.


Sesampainya di rumah Annisa...


tok tok tok


"Assalamu'alaikum" salam Madina sambil mengetuk pintu


"Wa'alaikumussalam, neng Madina langsung masuk aja, sudah ditungguin sama yang lain" ucap bi Ijah setelah pintu sepenuhnya terbuka


"Iya bi, kalau gitu Madina masuk dulu ya bi" ucap Madina sembari masuk ke dalam rumah


"Assalamu'alaikum" salam Madina setelah sampai di meja makan, semuanya sudah berkumpul dan memang sengaja menunggu Madina


Awalnya Umar ingin makan terlebih dahulu tanpa menunggu Madina, tapi alhasil karena titah dari sang umi, Umar tidak diperbolehkan makan terlebih dahulu sebelum Madina datang.


"Wa'alaikumussalam" jawab semuanya berbarengan


"Maaf semuanya, Madina telat" ucap Madina yang saat itu tidak sengaja melihat wajah muram Umar


"Gapapa nak, ayo sini duduk" jawab umi sambil menyuruh Madina duduk di tempatnya


"Iya umi" ucap Madina sambil duduk di kursi yang sudah disediakan


Mereka akhirnya melaksanakan makan siang yang sudah disiapkan. Disela-sela makan, umi mengajak Madina untuk berbicara.


"Boleh umi, silahkan" jawab Madina tenang


"Nak Madina sudah punya calon belum?" tanya umi Laila kembali, yang mengagetkan Madina


huk huk huk


"Maaf umi sebentar" ucap Madina sambil terbatuk dan segera mengambil air minum


"Kenapa nak? apa ada yang salah dengan pertanyaan umi?" tanya umi Laila ketika melihat Madina hampir tersedak


"Hmm, nggak umi" jawab Madina sesaat setelah tenggorokannya reda


"Jadi gimana nak? sudah punya calon belum?" tanya umi Laila kembali


"Calon apa ya umi?" ucap Madina, yang masih bingung dengan pertanyaan umi Laila


"Sudah punya calon suami belum?" ucao umi Laila lebih detail


"Belum umi, Madina belum menikah dan juga belum ada calon" jawab Madina hati-hati


"Ohh gitu, cocok dong" ucap umi Laila sumringah


"Cocok?" ucap Madina bingung


"Iya din, cocok sama bang Umar. Kan bang Umar jomblo tuh, nah cocok sama kamu, sama-sama jomblo, hahaha" ucap Annisa sambil tertawa, yang membuat semuanya tertawa kecuali Madina dan Umar


"Umar udah selesai makannya, umi abah Umar ijin ke kamar dulu" ucap Umar saat makanan di piringnya sudah bersih dari makanan


"Disini dulu aja kenapa si nak, masa ada tamu kamu malah mau pergi duluan" ucap umi Laila


"Iya umi" ucap Umar menurut, karena Umar tidak pernah menentang perintah sang umi akhirnya ia tetap duduk tenang di tempatnya


"Madina umi mau tanya serius sama kamu, boleh?" tanya umi Laila, sebelum ke pertanyaan inti


"Boleh umi, silahkan" jawab Madina


"Kamu sudah ada yang punya belum nak?" tanya umi Laila dengan wajah teduhnya


"Belum umi, sekarang Madina masih sendiri" jawab Madina jujur


"Madina sudah ada niatan menikah?" tanya umi Laila kembali


"Kalau menikah belum ada umi, soalnya Madina sekarang mau fokus kerja dulu" jawab Madina


"Jika ada yang melamar kamu dan dia berani ketemu sama kedua orang tua kamu, gimana?" tanya umi Laila


"Orang tua saya sudah tidak ada umi, sekarang saya tinggal di rumah paman dan bibi" jawab Madina lirih


"Astaghfirullah, maaf nak umi tidak tahu kalau ayah dan ibumu sudah tidak ada" ucap umi Laila sambil mendekat ke arah Madina


"Gapapa umi, Madina ngerti kok" ucap Madina sambil memeluk umi Laila saat sudah sampai di dekatnya


"Kalau untuk pertanyaan yang kedua?" tanya umi Laila kembali


"Hmm, kalau untuk itu Madina belum tahu harus bagaimana. Mungkin kalau memang ada yang datang melamar Madina, ya harus dengan persetujuan paman dan bibi juga" jawab Madina jujur


"Baiklah kalau begitu, terima kasih ya nak. Maaf, jika pertanyaan umi menyinggung kamu" ucap umi Laila


"Gapapa umi" ucap Madina


Setelah makan siang selesai, Madina segera berpamitan untuk pulang. Awalnya, umi Laila masih ingin berbicara dengan Madina, tapi Madina harus segera pulang dikarenakan takut sang paman dan bibi mencarinya.


Sesampainya di rumah...


"Assalamu'alaikum" salam Madina langsung memasuki rumah, karena saat itu pintu rumah sedang terbuka


"Darimana kamu!?" sarkas bibi Risma tiba-tiba


"Maaf bi, tadi Madina habis dari rumah Annisa" jawab Madina kepada bibi Risma


"Ngapain kamu kesana!? udah nggak betah di rumah kamu!" ucap bibi Risma dengan nada lumayan tinggi


"Maaf bi, tadi Madina diundang makan siang di rumah Annisa dan tadi juga Madina sudah ijin ke paman Amar kalau Madina mau pergi ke rumah Annisa" ucap Madina menceritakan semuanya


"Halah! kan bisa makan siang di rumah! ngapain pakai segala ke rumah orang lain!?" sarkas bibi Risma kembali


"Maaf bi, bukan begitu maksudnya.... " belum selesai Madina berbicara


"Assalamu'alaikum....." ........