
...~MADINA~...
{seperti halnya mawar, terlihat indah tetapi tidak sembarang orang bisa menyentuhnya}
.......
.......
.......
"Assalamu'alaikum warahmatullah, Assalamu'alaikum warahmatullah" ucap seorang gadis yang telah usai melaksanakan sholat subuh
MADINA, gadis yatim piatu yang sudah ditinggal oleh kedua orang tuanya sewaktu dia masih kecil. Setelah kepergian kedua orang tuanya, Madina kini diasuh dan dirawat oleh paman (Amar) dan bibinya (Risma) . Sekarang Madina menginjak usia 22 tahun. Madina sekarang bekerja di sebuah laundry milik tetangganya yang jaraknya tidak jauh dari rumah.
Oh iya, Madina juga memiliki saudara sepupu yang bernama Syila (anak dari paman Amar dan bibi Risma) yang usianya 2 tahun lebih muda dari Madina.
"Madina!" teriak seorang perempuan yang tak lain adalah sang bibi
"Iya bi" balas Madina sambil menuju kearah sumber suara
"Ada apa bi?" tanya Madina setelah sampai dihadapan sang bibi
"Upah gaji kamu selama kerja di laundry mana?" ucap bibi Risma sambil menengadahkan tangan
"Upah? buat apa bi?" tanya Madina kembali
"Ya buat bayar hidup kamu selama disini! emang kamu pikir gratis apa hidup disini!" sarkas bibi Risma dengan muka sinisnya
"Maaf bi, uang upah kemarin cuma sisa sedikit itupun nanti Dina gunain buat makan siang" ucap Madina pelan sambil menundukkan kepala
"Alah! bilang aja kamu tu nggk mau bayar kan? pelit banget si jadi orang! hidup numpang, makan tinggal makan, tapi nggk mau bayar! enak banget kamu!" sarkas bibi Risma dengan nada tinggi
"Maaf bi, Dina janji upah kali ini bakalan Dina kasih ke bibi" ucap Madina
"Beneran ya! awas aja kalau bohong!" balas bibi
"InsyaAllah bi. Kalau begitu Dina mau siap-siap berangkat kerja dulu ya bi" ucap Madina kepada sang bibi
"Yaudah sana cepetan! cari uang yang banyak! supaya hidup tu nggk cuma numpang aja!" ucap bibi Risma sinis
"Baik bi" balas Madina sembari beranjak menuju kamar untuk bersiap
Tepat pukul 07.30 WIB, Madina segera berangkat ke tempat laundry agar tidak terlambat. Sesampainya disana Madina yang kerab disapa Dina itu langsung mendapatkan tatapan sinis dari salah satu karyawati disana.
"Assalamu'alaikum, mbak Farah" ucap Madina saat memasuki tempat laundry
"Maaf mbak, ini kan baru jam tujuh lewat 20 menit, jadi saya kan nggk telat mbak" ucap Madina kembali
"Tapi, harusnya kamu tu bisa berangkat lebih awal lagi! jam tujuh itu udah nyampe sini!" ucap mbak Farah
"Iya mbak, InsyaAllah besok saya akan berangkat lebih awal lagi" jawab Madina
"Yaudah sana kamu masuk, laundryan udah numpuk banyak! hari ini harus bisa selesai semuanya!" ucap mbak Farah dengan nada lumayan tinggi
"Baik mbak, saya masuk dulu" jawab Madina sambil beranjak pergi
Sore harinya semua pekerjaan Madina akhirnya sudah selesai. Madina segera beranjak untuk pulang, tetapi sebelum pulang Madina terlebih dahulu mengambil upahnya hari ini.
"Mbak Farah hari ini alhamdulillah saya sudah menyelesaikan semua laundryannya mbak" ucap Madina
"Ini upah kamu hari ini" ucap mbak Farah sambil menyodorkan amplop berisi uang
"Terima kasih mbak, kalau gitu saya pulang dulu, assalamu'alaikum" ucap Madina sembari beranjak pergi
"Wa'alaikumussalam" ucap mbak Farah
Sesampainya dirumah, Madina langsung membersihkan diri dan segera menunaikan sholat Ashar.
Malam harinya setelah sholat Isya', Madina menuju tempat makan untuk makan malam bersama dengan yang lain.
Sesampainya di meja makan....
"Madina, hari ini gimana pekerjaanmu?" tanya paman Amar kepada Madina
"Alhamdulillah paman, lancar" jawab Madina
"Oh iya, kamu nggk pengen ngelanjutin kuliah Madina?" tanya paman Amar
"Ngapain sih mas kamu pakai segala nawarin Madina buat kuliah! orang biayain kuliah Syila aja kadang masih nunggak!" sarkas bibi Risma tidak suka
"Hmm, Madina sekarang mau fokus kerja aja paman, supaya bisa bantu perekonomian keluarga ini dan supaya Dina juga nggk selalu ngerepotin paman" ucap Madina
"Tuh! Madinanya aja nggk mau, kenapa jadi mas yang repot mikirin!" ucap bibi Risma kembali
"Yaudah kalau begitu, paman hargai keputusan kamu" ucap paman kepada Madina
Selesai makan malam, semuanya segera beranjak dari tempatnya untuk menuju kamar dan menjemput mimpinya masing-masing.