Love Sceret

Love Sceret
bunga 9



Setelah menerima telepon, Jeson memeriksa sebuah email yang dikirim oleh Rey ada berapa informasi dari mengenai kejadian tadi ternyata yang melakukan penyerangan tersebut adalah organisasi yang mesih mengincar pemilik perusaan tersebut.


“sepertinya besok aku harus pergi negara x “ kata Jeson


Jeson berjalan keluar dan ingin mengistirahatkan badan di sofa tidak kemudian diapun tertidur.


Terlihat beberapa orang dalam ruangan tersebut satu sudah terlihat tua duduk disampingku dengan suara nyaring tertawa “ gadis yang berharga” aku melihat sekeliling tanganku terikat,


Aku hanya bisa “ Ayah…Ayah…. Tolong” seluruh tubuhku berontaa


“Sarah bangun… bagun.. bangun , heyy disini ada aku tidak ada yang menyakitimu , sarahh” kata Jeson


Tersadar terdengar suara Jeson , tanpa sadar aku memeluk Jeson mataku berair “Jeson,…. Jeson” keadaan masih memeluk Jeson


Aku pun sudah mereda dan sadar sekarang masih berada di rumah milik Jeson


Aku menatap tajam kearah Jeson tapi bibirku belum bisa berkata-kata apa yang dimenakku dengan melihat tampilan jeson sudah seperti orang tersengat listrik dimana rambutnya terdiri seperti habis dijambak orang aku pun mulai ingin tertawa


“ Jeson ?”


“ apa yang kamu perhatikan dari diriku Sarah” mata yang melotot seperti menahan emosi.


Jeson liatlah dirimu dikaca atau kamera pasti terpancar aura tersengatnya dirimu”


“ Sarah jangan sekalipun dirimu tertawa ya” percuma aku mengkhawatir dirinya yang mimpi buruk pikir Jeson.


Aku melihat Jeson masuk kamar mandi, aku keluar tapi aku terhenti didepan ruangan tengah melihat berita


“ternyata berita tersebut hanya kecelakaan tetapi bukankah itu kasus pembunuhan atau penyerangan “ berlari lagi aku kekamar


“ Jeson Jeson” sedikit berteriak


“jeson lihat berita itu, bukan kasus kecelakan tapi pembunuhan, …… Jeson….. “ tanganku sibuk berusaha untuk menbuka pintu kamar mandi terengng- terengng- terengng- terhenti langkahku putar balik badanku wajah yang memerah melihat sesuatu tak harus aku lihat


“ kenapa sarah saja ceroboh sekali” wajah memerah tangan yang melingkari handuk kebadan ehh tapi tidak semua hanya bagian pinggang


Dikampung halaman Sarah


“tuan sepertinya pihak lain udah memulai lagi” seorang duduk diteras bersama dengan bapaknya Sarah


“ kalian harus melindungi ketiga anakku secara diam-diam jangan sampai anak-anakku mengetahuinya, mereka tidak akan tahu dimana kita meskipun mereka menemukan pak Subtio dan meskipun sekarang pak Subtio sudah mengorban diri untuk kesetiaannya” kata bapaknya Sarah


“ tapi tuan bagaimana kalau mereka mendapatkan jejak kita, apakah harus kita lakukan?” Jeson liatlah dirimu dikaca atau kamera pasti terpancar aura tersengatnya dirimu”


“ Sarah jangan sekalipun dirimu tertawa ya” percuma aku mengkhawatir dirinya yang mimpi buruk pikir Jeson.


Aku melihat Jeson masuk kamar mandi, aku keluar tapi aku terhenti didepan ruangan tengah melihat berita


“ternyata berita tersebut hanya kecelakaan tetapi bukankah itu kasus pembunuhan atau penyerangan “ berlari lagi aku kekamar


“ Jeson Jeson” sedikit berteriak


“jeson lihat berita itu, bukan kasus kecelakan tapi pembunuhan, …… Jeson….. “ tanganku sibuk berusaha untuk menbuka pintu kamar mandi terengng- terengng- terengng- terhenti langkahku putar balik badanku wajah yang memerah melihat sesuatu tak harus aku lihat


“ kenapa sarah saja ceroboh sekali” wajah memerah tangan yang melingkari handuk kebadan ehh tapi tidak semua hanya bagian pinggang


Dikampung halaman Sarah


“tuan sepertinya pihak lain udah memulai lagi” seorang duduk diteras bersama dengan bapaknya Sarah


“ kalian harus melindungi ketiga anakku secara diam-diam jangan sampai anak-anakku mengetahuinya, mereka tidak akan tahu dimana kita meskipun mereka menemukan pak Subtio dan meskipun sekarang pak Subtio sudah mengorban diri untuk kesetiaannya” kata bapaknya Sarah


“ tapi tuan bagaimana kalau mereka mendapatkan jejak kita, apakah harus kita lakukan?”


Kemudian suara hening diantara mereka “ kita harus tetap menyembunyikannya ini keselamatan kita semua”


“ pa dan bapaknya Rey mari masuk kita makan siang” terdengar suara dari dalam mamanya Sarah.


Kemudian berkumpul dimeja makan terlihat makanan yang lezat.


“ ehh paknya Rey, bagaimana kabarnya Rey pasti sudah besar sama seperti Sarah sekarang tapi dia tua 4 tahun dari Sarah


“ ya nyonya, keadaan dia baik tapi sekarang dia berada diluar negeri karena pekerjaannya” kata bapak Rey


“ owh ajak dia sekali liburan kesini kekampung sini “ dengan suara nyaring lagi


“ baik nyonya” kata bapaknya Rey


Kemudian hanya suara sendok terdengar mengema di meja makan tidak yang bersuara lagi.


“ kenapa dengan mereka seperti terjadi yang serius ini “


Kemudian terdengar bunyi HP diarah Bapaknya Rey, kemudian diangkatnya


“hallo Rey “


“pak sepertinya tidak pulang minggu ini ya” kata diseberang telepon


“ baiklh nak jaga dirimu baik-baik”’


Kemudian berdering lagi telepon


“Ada apa”


“mereka sekarang sudah berada di kota z, dan kami melacak keberadaan mereka sekarang tuan”Kata orang di seberang telepon.


Dan berakhir telepon tersebut.