Love Sceret

Love Sceret
bunga 3



Hembasan nafas yang berat ada rasa kosong tanpa bertengur atau hanya saling mengkabari karena bukan sekali ini kejadian seperti ini ada sewaktu kejadian diawal tahun ini aku berkunjung kerumahnya dan ternyata betapa terkenjutnya aku melihat keadaannya yang terluka parah dengan darah yang mengalir di bagian perut bawahnya tapi aku tidak pernah berani bertanya meskipun kami sudah bersahabat terbilang sudah beberapa tahun selama aku mulai berkuliah. Saat ini aku memiliki ketakutan yang sama karena laki-laki ini tidak pernah bercerita sekidit pun dan aku merasa banyak hal tertutup diri dari sahabatku ini. “ yah sudah lama akan aku kirim pesan saja diabahwa aku sudah pulang kampung “ gudamm ku duduk didepan pintu dengan tangan kiri memenggang koper.


“ jess aku hari pulang kampung dan ingat ditanggal 24 nanti kamu harus hadir dipernikahan abangku dan kata abang dia punya urusan denganmu, ,owh jess ingat kamu berbuat aneh-anehkan ? dan kamu harus bawa hadiah untukku jika kamu pergi luar kota “


Ku tekan tombol send dengan langkah kaki aku ke mobil yang menjemputku, aku lambaikan tangan ternyata mama papa yang menjemputku sambil mereka belanja untuk keperluan untuk pernikahan abangku.


Tiba datang ke butik sekitar 1 jam tempat pakiran terkejutku saat mama memengang tanganku “ nak kita singgah disini sebentar ya untuk ambil baju ya sayang “ sambil menbuka pintu mobil “ dan ya nak kamu sama papa tunggu sebentar ya mama hanya untuk ngambil baju “ sambil memuju pintu butik.


“ aduh mama slalu berkata yang berulang “


“ bukan kamu sudah tahu seperti apa mamamu itu, owh ya nak ngimana kuliahmu apakah lancar pit ‘tatapan papa kearahku


“ lancar pa Cuma aku sedikit kesulitan dalam pelajaran geometri dari dasar, kebidang dan keruang. Yaah begitulah papa aku biasa dibantu oleh jesson utuk mengerjakannya jika aku sudah tidak berfikir” aku sandarkan punggungku ke belakang kursi.


“ ya –ya……. Ya … pa tapi disiang hari” aku merasa ayah marah


“ dengar ya nak dia adalah laki-laki jangan kamu seperti menganggap seperti sahabat perempuanmu karena dia laki-laki sayang kamu harus bisa jaga jarak dengannya papa tidak suka kamu terlalu berlebihan denganya dan juga dia orang lain kebetulan kenalan dengannya dia bukan seperti keluarga sendiri ingat itu “ ketegasan dengan tatapan wajah papa sangat menbuat aku merasa takut.Tidak terlalu jauh sudah keliatan mama “ untung mama sudah datang sebagai penyelamatku dari ayah “ gumdamna aku dari hati ras takut dengan papa inilah dia takutkan.


“ papa buka bangansi untuk menyimpan bajunya ‘ keliatan orang yang dibelakang mama dengan menbawa sekidit tumpuakan baju yang senada.


24 MARET


Waktu jam 3 pagi aku sudah terbangun dengan suara musik para ibu-ibu didapur karena aku tidak ikut untuk mengidap di hotel karena aku masih menghindar dari ayah dan juga harus persiapan untuk ke gereja karena aku bertugas menjadi lektor dan ikut koor.


Aku membuka hp ku dan buka app wa juga masih centang 1 tidak ada aktifnya jesson “ apakah dia akan menempatkan janji kepadaku bahwa untuk datang kesini sedikit lama aku melamun tersadarkan oleh bibiku “ pit kamu belum mandi ingat tugasmu sangat padat hari jangan berlama-lama” sambil berlari kedapur