
Kelompak mata yang tertutup rapat kini berlahan-lahan terbuka dengan penglihatan masih buram dengan langit-langit pada ruang pasien dengan beriringan detik menit mata sudah terbuka normal begitu juga dengan penglihatan, kepala mulai bergerak dari sebelah kiri ke kanan tapi terhenti ketika melihat seorang laki menatap lekat layar hp terlihat pada bagian kaki bergetar.
Aku menatap sangat tajam untuk pertama kalinya aku melihat dia tapi dalam hati suatu perasan sangat hangat dan nyaman, itu sangat menbinggungkan untuk status yaitu orang lain jadi pertanyaan kenapa tidak Jeson disini untuk menjengguk ku tapi tiba-tiba kepala terasa sangat sakit berdenyut sampai pada bagian punggung belakang.
“ ahshhh” tangan yang memenggang kepala
“ oke tenang nona muda berbaringlah saya akan panggil dokter kesini “ tangan yang menekan tombol darurat pada dekat bangkar tersebut
Tidak berlangsung lama banyak rombongan dokter datang kemudian memeriksaan,
“ tolong awasi terus nona dan kemudian teteskan ke mata ini 1x1 seharing dan ingat tidak boleh dilupakan” dengan menberikan obat tersebut.
“ oke” kata Rey
Kemudian mereka pergi meninggalkan ruangan tersebut mata Rey menatap lengkat pada wajah terlihat sangat lelah pupil sangat mengecil menandakan tidak tertarik apa sekarang dijalani.
“ hay” kata ku membunyarkan tatapan dia
“ hay, Rey” tatapan datar
“emzhh siapa kamu, kenapa berada disini dan apa terjadi kenapa saya berada disini sangat asing ?” ku miring kepalaku
“ owh ya, emm aku hanya menuruti perintah bapak ku, dan kenapa kamu berada disini mungkin bisa tanya bodyguard anda “ terlihat tidak menyukai keadaan seperti ini
“ oke, dan bisakah aku kembali ke kos’ tanya ku
“ kita tinggal bersama” posisi berdiri semakin dekat
“ untuk itu nona tanya bapaknya nona, terima kasih” tatapan sangat aneh
“oke, lihat nanti ku kirimmu ayam sebelah” aku komat-kamit mulut
Tunggu apa aku katakan pada nya gumdam ku dengan memperhatikannya tapi untuk suaranya seperti tidak asing
“ oke nona sekarang jam 7 pagi, jadi anda harus sarapan dan setelah itu saya harus memberikan obat tetees mata “ melangkah keluar
“ wahh ini pasti sangat parah seperti lebih cerewet dari Jeson bisa tidak melakukan apa-apa akku ini nasib mu Sarah “ dengan memperhatikan sekeliling ruangan begitu terkesan mewah tapi bagaimana bapak membayarnya karena kalkulator sangat tanjam karena tidak mau menbuang uang dengan seperti ini.
Tatapan ku beralih pada orang menbawa talenan yang berisi sepertinya sarapan, yang sangat ku anehkan dari mana orang ini seperti tidak jelas.
“ sekarang nona untuk makan sarapannya, tapi saya yang suapkan “ penuh dengan penekanan
Aku hanya memgerakkan kepala menandakan iya pada orang kaku di depan ku
Tangan yang keras melakukan kegiatan menyuapi aku bubur sangat hangat ku melihat sangat jelas bola matanya sangat indah kecoklatan tapi rasa hangat yang dulu ada terasa tapi sekarang ku merasakan lagi tapi aku sangat tidak menyukai orang satu ini karena kaku bisa-bisa aku jadi kaku juga.
“ owh ya dimana hp ku, tuan Rey” tanyaku
“owh, sepertinya hilang nona “ kata Rey
“ kenapa bisa seharus kamu mencarinya karena itu sangat penting” suara keras
“ maaf nona “ dengan tangan masih menyuapi.