Love Sceret

Love Sceret
bunga 10



Setelah peneninggalan bapaknya Rey dari rumah


Terlihat bapaknya sarah yaitu pak Antonius sangat pendiam duduk kursi ruangan tengah menatap kosong “ ada apa pa? apa ada sesuatu kejadian terjadi hingga tidak biasa papa begini ?” yang membunyar keterdiamnya pak Antonius


“ ma sepertinya kali ini sedikit tidak bisa bersembunyi lagi, karena lambat laun mereka pasti akan menemukan kita dan yang ditakutkan mereka menbahayakan anak-anak kita “ kata pak Antonius.


“ pa berdoalah semua akan baik-baik bagaimana kalau kita buat anak kita no dua untuk menikah dan kita buat dia seolah benar-benar pergi,setelah kita berdua pergi ke negara X untuk menyelesaikan masalah ini, rencana ini tidak terlalu buruk” kata istri pak Antonius.


“ ma kita bisa buat tiba-tiba menikah dan siapa laki-laki kita bisa kita mempercayai sembarangan orang mama tau itu bukan?’ suara serak seperti kesal dengan keputusan itu.


“ papa tenang saja nanti kita bisa carikan”


“ya ma, tapi aku tak ingin terlalu memaksa anak kita tengah itu’ bangkit dari tempat duduk dan ingin pergi ke kebun.


“pa tunggu bagaimana besok kita mengungungi keluarga Jeson” mengerjar suami yang kebelakang untuk mengambil alat-alat keperluan untuk kebun.


Satu minggu setelah kejadian di rumah Jeson aku merasa semakin hari semakin aneh dengan ku, yaitu bisa medengar suara sekecil pun dan was-was serta tidak mengerti lagi, apakah ini berhubungan dengan penyakitku yang dulu kata ayah entah ?


Dan beberapa hari ini pun aku tidak lagi melihat Jeson mungkin dia ketempat orang tuanya lagi serta merasakan bahwa ada orang yang mengikuti dan mengawasiku setiap waktu dan itu menbuat risih untuk pura-pura tidak tahu. Dalam tidurku tidak nyenyak kepikiran pesan chat dari Jeson beberapa waktu lalu.


Dan aku pun merasa begitu, dengan keadaanku ini menbuatku ingin pulang kampung rindu dengan mama dan papa serta abangku yang sudah pindah ke kota istri yang terlalu jauh dari kota ini. Heranku untuk menbalas chat apalagi untuk menelpon Jeson pun tidak aktif lagi, aku hanya ingin menanyakan kabanya serta sangat khawatir dengan sikap dia yang tidak seperti dulu menjadi orang yang berbeda dan juga rindu dengan abangku selama dia sudah menikah sangat jarang hanya sekedar menanyakan kabarku pun tidak sama juga dengan mamaku tidak biasanya mama tidak menelponku atau untuk saja tidak ada. Sekarang aku merasa sangat sendiri


“kenapa semua sangat aneh setelah kejadian kecelakan itu semoga apa yang aku pikirkan tidak terjadi” ku mengelengkan kepalaku.


Aku melihat hari sudah semakin gelap, badan dibaringkan diranjang tangan menenggang buku terdengar suara dering telepon cepatku angkat melihat tertera nama abang aku


“ hallo bang” suara ku yang gembira


“dekk…dekk….” Suara seperti terenggaah seperti sesudah olahraga


“ dek jaga diri baik-baik ya, ingat pesan abangmu ini untuk terakhir “


Cepatku potong hatiku berdebar firasatku tidak enak” jangan perkata seperti itu bang, aku mohon “ suaraku yang memelas


“dek ingat jangan percaya siapun kecuali mama dan papa ya ingat, dan terus bersembunyi jangan sampai mereka menemukan dirimu dan ingat jaga sibungsu kita serta orangtua” kata yang diseberang telepon. Belum terputus telepon terdengar suara tembakan.