
Mata merah dengan air yang mengalir terdengar suara berdetak jangtung lebih cepat dari biasanya pikiran kacau memikirkan apa yang harus dilakukan setelah bebera saat suara dari seberang telepon seperti bunyi keras atau suatu tembakan tubuh yang mematung, terkejut tiba-tiba seorang mengetuk pintu wajah berubah dratis berjalan perlahan kearah pintu mengintip dari jendela
“hallo,,, saya temannya Jesson” kata orang dari luar
“ saya ingin menyampaikan pesan dari Jeson katanya, kalau nona Sarah untuk bertindak seperti biasa karena ini masih menyangkut peristiwa yang kemarin, ya nona Sarah. “ kemudian orang tersebut seperti pergi dari depan pintu kos Sarah.
Terlihat ada pesan masuk tertera nama abang kemudian cepat aku menbuka pesan itu dengan
Sarah adikku jangan pikir yang aneh-aneh bersikaplah seperti terbiasa jaga diri baik-baik ingat lakukanlah apa ingin dilakukan tapi ingat pikir impact apa yang dilakukan.
Mungkin aku masih terbawa suasana yang kemarin jadi anggap semua ini baik-baik saja
Gudamku “Tuhan aku bersyukur dengan ini semua “
Seminggu kemudian aku pun tidak memikirkan yang terjadi terlihat begitu dramatis mungkin itu hanya kebetulan itu yang ada pikiranku pagi ini aku bangun dengan cepat dari biasanya karena aku masih selesai menyelasaikan tugas menyusun capaian pembelajaran karena nanti akan ada simulasi mengenai terrealisasinya hal tersebut.
Sekitar jam 08:00 wib sampai dikampus dengan semua tugas sudah selesai, ketika telah sampai di selasar kampus terlihat mahasiswa/mahasiswi disatu titik, tapi sangat tidak memperdulikan berjalan melewati tetapi untuk berapa langkah melewati tempat tersebut terdengar suara
“ Gisela Sarah?” suara yang lembut terdengar tetapi tidak asing
Badan yang tadi lurus kedepan sekarang berubah 90° bentuk arahnya pandangan, tampak wajah ku terkenjut dengan seseorang yang menyapa ku beberapa saat yang lalu.
“ Steven?” suara ku yang bata
Senyuman yang terpancar dengan badan yang terus mendekati ku rasa deva ju
“ Hay “
“hay “
“ ya baik seperti yang terlihat, maaf apakah kamu tujuanmu kesini bukan kah kamu masih diluar negeri ?” suara yang datar yang keluar dari diriku karena suatu tidak enak akan datang seperti lalu.
“ owh, sebenarnya disini pindah kuliah dinegara ini karena keinginan ayahku, maaf mengangumu lagi Sarah ?” terdengar suara serak.
“ ya, owh kalau gitu aku pamit dulu ke kelas karena akan mulai perkulihannya.
Tanganku melampaikan seperti menunjukan bahwa kita akan bertemu lagi.
Saat disampai dikelas ,kembali netralisir lagi pikiran ku.
*****************
“ bagaimana keadaaannya apakah masih buruk seperti kemarin?” kata Jeson
“ tidak kapten, sepertinya sudah seperti biasa lagi “
“ oke, dan bagaimana perkembangan ?”
“ begini kapten, menurut informasi anak tersebut masih hidup dan berada di negara x yang kita tinggali serta anak tersebut berjenis kelamin perepuan selain itu belum ada lagi informasi karena ditutupi kita dapat ini dari anak buah pihak lain dalam hal ini mungkin atau akan terjadi membahayakan negara kita kapten?” suara tegas dari Rey
Suara hening mengecam ruang tersebut menbuat perasan dari Rey semakin tidak enak ada apa dengan kaptennya, pasti ada sesuatu ini.
“ Rey, kamu hubungi orang tua mu tapi sebelum itu aku ingin bertanya apakah orang tua atau terlebih ayah mu dulu tinggal negara yang penuh dramatis atau namanya negara X “ kata Jeson
“ emhz , sepertinya pernah mendengar tapi Rey rasa pernah ibu sekali berbicara mengenai di negara x waktu masih kecil sekitar umur 5 tahun terlebih itu tidak pernah” imbuh Rey.