Love Sceret

Love Sceret
bunga 7



Pagi-pagi aku sudah bangun karena ini ada perkuliah, kegiatan seperti biasa masak sarapan palingan goreng telur sesudah itu menyapu kamarku , mandi, siap-siap kekampus,periksa lagi barang-barang dalam tas agar tidak ketinggalan ambil kunci dan pasangkan kacamata minsnya langkah yang santai menuju pakiran motor , tiba-tiba langkah ku terhenti pandangan mata menatap sosok ada didepan, bibir kelu ingin berbicara tapi tidak bisa.


“ hay Sar” tangan kanan melambai senyum yang terpanpang menghiasi wajah dengan perawakan sedikit culun tapi ketampanannya terpancarkan


“ hay juga” kata ku dan aku tersadarkan dari sikap canggung


“ bagaimana kabar, maaf untuk tidak datang kepernikahan abangmu dan tidak menberikan kabar selama ini” wajah yang tersenyum dengan nada merasa bersalah.


“owh tidak apa-apa, santai aja jeson pasti punya kesibukkan ya “ dengan tangan sibuk ingin menghidupkan motor


“ udah dulu jess, soalnya ini udah jam segini “ dengan memperlihatkan jam yang melingkarin di pergelangan tangan.


Melaju sepeda motor yang semakin menjauh pada pandangan Jeson.


Jeson melangkah menuju keseberang jalan sudah terlihat seorang yang menunggu dalam mobil


Langkah yang cepat hingga sampai pada tujuan tersebut, setelah sampai tangan kanan yang menbuka pintu mobil serta masuk kedalam mobil duduk yang berdekatan dengan seorang lain lagi


“ ini tugasmu yang selajutnya ingat ini tugas waktu yang lama serta berhati-hatilah, carilah indentitas pemiliki perusahan ini dan lindungi mereka karena mereka memiliki sesuatu ada mengatakan informasi bahwa ada sebuah organisasi sudah mulai bergerak” terlihat sebuah amblop berwarna coklat


“ baik “ tangan kanan jeson mengambilnya


Keluar dari mobil tersebut setelah itu membungkukkan badan menberikan penghormatan setelah itu melangkah menuju rumah.


Tangan kanan yang meletak amplop diatas meja duduk dikursi


“aku merasakan firasat buruk untuk misi, apakah ini lebih berhubungan dengan organisasi” kata Jeson


“ sarah apakah kali ini aku merasa akan pergi sangat jauh dan aku sangat merindukan dirimu yang ceroboh tapi sangat mengembaskan” yang dipikiran Jeson terbayangkan wajah Sarah yang sering melakukan kesalahan dan yang paling lucu saat Sarah kesulitan mengerjakan yang berhubungan geometri .


“aku harus cepat menyelesaikan misi kali karena kali aku harus mengatakan perasanku sebelum semua terlambat, Sarah tunggulah” kata Jeson


Kedua tangan Jeson mulai untuk melakukan pekerjaan dia menbuka amplop tersebut dan terlihat sebuah perusahan raksasa yang berada di negara X yaitu perusahaan yang bidang IT pada setiap tahun melakukan pameran di perusahaan secara terbuka untuk menperlihatkan setiap karya yang ada diperusahaan serta mereka mempunyai sebuah organisasai yang melindungi setiap pemenggag saham akan tetapi ada satu kejadian yaitu 20 tahun lalu terjadi pembantaian dari pemengang saham di perusahan karena adanya kepenghiatan atau balas dendam akan tetapi satu diantara seorang anak yang masih keluarga pemilik perusahan diculik selama 10 hari setelah penyelamatan itu entah kemana keluarga tersebut tidak ada yang mengetahuinya, ada kabar burung mengatakan bawah mereka sudah meninggal dan ada yang mengatakan mereka pindah negara akan tetapi perusahan sekarang berpindah tangan dan masih beroperasi.


“ sangat rumit konflik ini, dan sekarang aku harus pergi ke negara x untuk mengetahui siapa pemilik perusahaan” kata jeson


Di sore hari menjelang malam Sarah masih terlihat santai di coffe tetapi biasa untuk menbaca buku tanpa sadar sudah hampir larut malam jalan keliatan gelap gulita tanpa ada lampu jalan yang menerangginya “maaf mbak ehh coffe ini sudah mau tutup “ kata pelayan


“ ehh owh baiklah” terkejut melihat disekelilingnya


Setelah selesai melakukan pembayaran aku pergi dari coffe tersebut karena jarak coffe tersebutlah terlalu jauh


“ bagaimana kalau aku lewat gang yang saja penasaranku siapa tahu aku ketemu abang-abang ganteng hemss umurku tidak muda lagi jadi perlu cuci mata “ kataku sambil memutar motor kesebelah kanan.


Sipersimpangan terlihat satu mobil mewah dan beberapa motor lewat serta saling menembakkan dan melitas dijalan sama, satu peluru yang hampir mengenai wajahku tetapi entah apa itu seperti instingku cepat meghindar dan menberhentikan motor seketika. Terlihat mobil didepan terhenti dan meledak serta tiba-tiba seorang pemotor mengarah pistol arahku, aku terdiam, bergetar tubuhku kedua tanganku diangkat seperti seorang tawanan.