Love and The Theater Of Revenge

Love and The Theater Of Revenge
Bab 27



(btw ini set nya era 2025 ya, oke lanjut...)


...****************...


"Sampai kapanpun, Elvino tidak akan pernah bisa melupakan Kim dan akan terus seperti itu... dia akan terus mencari kesenangan dengan wanita luar"


Vania terdiam sejenak, sebelum akhirnya ia memilih pergi selang beberapa detik kemudian.


Vania akui jika Vino masih melakukan kebiasaan buruknya, minum dengan banyak wanita sampai tak sadarkan diri dan mungkin melakukan hal gila lainnya diluar pemikirannya.


Namun ia berusaha tak ingin ambil pusing dan mencoba membangun citra baru untuk dirinya sendiri agar orang lain tak menganggap dirinya lemah hanya karena status keluarga dan kehidupannya yang telah berubah.


Disisi lain ia juga mendapatkan jawaban di balik kematian Kim yang mungkin saja disebabkan karena sikap orang di keluarga Harison, terutama masalah status sosial dimana Vania ketahui jika Kim bukanlah orang yang berasal dari keluarga berada dan bahkan mendapatkan beasiswa dari keluarga Harison untuk mendapatkan pendidikan yang lebih layak.


...****************...


9 TAHUN YANG LALU


Tepatnya pada 15 Desember 2015, seorang gadis muda dari kalangan menengah kebawah tengah melangsungkan pernikahan secara tertutup di kediaman utama keluarga Harison


Elvino yang kala itu masih berumur 21 tahun resmi menikahi Kimberly yang masih berumur 20 tahun, satu tahun lebih muda darinya.


Keduanya menikah karena hal yang tak seharusnya, benar Kim kini tengah mengandung darah daging dari keturunan keluarga Harison.


Jika dilihat kembali, tak ada yang tersenyum di rumah itu kecuali Elvino, Kimberly dan keluarganya.


Saat janji suci mereka selesai di ucapkan, semua orang kecuali keluarga Kim pergi ke kamarnya masing-masing.


Gadis berparas cantik itu hanya bisa menyembunyikan semuanya di balik senyum manisnya kala tak ingin membuat keluarganya khawatir


"......"


Seminggu semenjak pernikahan itu, semuanya terlihat normal dan baik-baik saja.


Kim juga menjaga dirinya karena ia sedang mengandung.


Kecelakaan yang seharusnya tak boleh terjadi itu akhirnya menimpa keluarga Harison karena ulah sang cucu sulung.


"......"


6 bulan berlalu, tentunya perut Kim semakin membesar dan beruntung saat itu Vino selalu memperhatikan dan merawatnya, namun saat Vino sedang belajar di perusahaan semua kepalsuan di rumah itu sirna.


Selama 6 bulan Ny. Zeline sama sekali tak pernah memperhatikan Kim yang nyatanya mengandung cucunya sendiri, ditambah cacian dan hinaan dari kedua bibi Vino.


Mengingat kondisinya yang tak seharusnya tertekan membuat Kim perlahan semakin menahan semuanya dan menyembunyikan nya dari sang suami.


Hinaan secara halus sering ia dengar karena status sosial keluarganya yang berasal dari kalangan bawah.


Mungkin sudah tak awam jika kita mendengar hal itu terjadi di keluarga konglomerat seperti keluarga Harison.


Sampai dimana Kim ditemui oleh seseorang dari keluarga Harison dan mengucapkan hal yang tak seharusnya.


"Setelah melahirkan pergi dari negara ini dengan uang yang diberikan, dan jangan pernah muncul lagi dalam kehidupan Elvino maupun putramu, jika tidak maka seluruh fasilitas dan beasiswa adikmu akan di cabut dan memastikan mereka mendapat sanksi sosial karena aib mu"


"Tanda tangani ini atau keluargamu di asingkan masyarakat!"


"Jika aku pergi, apa kalian akan menjamin kehidupan keluarga dan anakku?"


"Selama kau menandatangani perjanjian ini, maka itu akan menjamin mereka" ucapnya


Namun Kim tak semudah itu mengambil keputusan dan memilih untuk tetap pada pendirian dan isi hatinya.


Ia tak akan meninggalkan pria yang sudah berani bertanggung jawab atas dirinya dan sang anak.


Kim menatap kertas perjanjian dan pria yang duduk di depannya secara bergantian, lalu tanpa bicara ia langsung bangkit dari duduknya dan pergi dari sana.


Pria itu lantas hanya tersenyum dan segera membereskan barangnya.


...****************...


Waktu berlalu dan kini kandungan Kim genap berusia 7 bulan.


Malam itu ia dan Vino bicara banyak, hingga ia tertidur dalam pelukan suaminya.


Di pagi hari Vino berangkat ke kantor bersama Ayahnya meninggalkan Kim sendirian di kamar.


Bukan hanya Vino, tapi seluruh anggota keluarga pergi untuk melakukan kesibukannya masing-masing dan hanya menyisakan Kim dan para pekerja di rumah itu, bahkan Bibi Anna yang biasanya membantu Kim juga pergi bersama sang majikan.


Tepat di pagi hari sekitar pukul 09.10 sebuah paket dikirimkan ke kediaman Elvino atas nama Kimberly sebagai penerima.


Kim duduk di sofa ruang tamu lalu langsung membuka paketnya, dan mendapati sebuah dokumen didalamnya.


Entah apa yang tertera di dalam dokumen tersebut, tapi terlihat Kim langsung merobek dokumen itu dan memasukkannya kedalam perapian yang ada di ruang tamu.


Wajahnya terlihat pucat dan langsung pergi ke kamarnya.


END FLASH BACK


...****************...


Ia melihat Vania tengah duduk melamun di sofa.


"Kau tidak tidur?" tanyanya lagi, karena jam sudah menunjukkan pukul 23.57 malam.


Kali ini pria itu datang terlambat lagi.


"Bagaimana jika maksud tulisannya bukan itu, cahaya yang menyorot bisa saja cahaya lampu dan 15.00 adalah sebuah angka yang merujuk hal lain selain waktu, lalu lemari itu... "Vania!" tegur Vino sontak membuat Vania terperanjat kaget dan langsung mengalihkan fokusnya.


"Ah, kau datang"


"sudah dari tadi"


"kalau begitu mandi dan istirahat, kalau mau makan malam tadi masih ada makanan di meja makan"


"lalu kau?"


"Aku mau tidur, selamat malam"


Mendengar jawaban Vania membuat pria itu kesal sendiri lalu pergi dari hadapan Vania untuk membersihkan tubuhnya.


30 menit kemudian


"dia benar-benar tidur" gumamnya pelan


"sudahlah, aku juga akan tidur" lanjutnya seraya merebahkan tubuhnya di ranjang.


"......"


"Aish, bikin kaget saja" Vino mengelus dadanya karena Vania tiba-tiba bangun dan duduk membelakanginya.


"Ada apa?"


Sebenarnya sedari tadi Vania masih penasaran tentang satu hal dan terus berseliweran di otaknya.


Ia bangun dan berjalan menuju ranjang Vino lalu duduk di tepi ranjang.


"Bisa kau ceritakan dari awal tentang keadaan Freya?"


"maksudku cerita sebelum dia mengidap gangguan jiwa"


Tapi Vino hanya diam sambil bertanya-tanya kenapa Vania tiba-tiba saja menanyakan hal itu.


"Kenapa diam saja! ayo jawab"


"Dih, maksa"


"Yak, kau mau adikmu keluar dari kondisinya yang sekarang,kan..."


"Itu jawaban pasti, kenapa masih di tanya"


"Yasudah kalau begitu cerita"


"Kapan Freya bertingkah aneh untuk pertama kalinya?" lanjutnya bertanya


"tidak lama setelah Wein dinyatakan menghilang... sikapnya tiba-tiba aneh dan suka bersembunyi di dalam lemari atau tidak berani menatap bahkan berhadapan dengan pria di rumah ini"


Vania hanya mengangguk, namun yang pasti saat ini gadis itu hanya tersenyum tipis seolah ada hal lain dan sedang ia pastikan sekarang.


"padahal sebelumnya dia baik-baik saja, bahkan anak itu sempat liburan keluar kota bersama teman-temannya selama 3 hari" lanjut Vino


"Ah, sebelumnya apa aku sudah mengatakan kalau Wein menjalin hubungan dengan adikku?!" ucapnya lagi.


"Jadi kau curiga semuanya karena Wein?! karena itu kau mencarinya mati-matian!"


"Benar, karena setelah Wein pergi kondisi Freya tiba-tiba memburuk... aku perlu jawaban dari pria itu, apa yang sudah dia lakukan pada adikku sampai memiliki trauma seperti itu"


"Kau punya bukti kalau memang Wein melakukan sesuatu pada Freya?"


"Aku tidak akan menyia-nyiakan waktuku untuk mencari Wein kalau tidak ada buktinya Vania"


"Iyaa, apa buktinya?!"


Vino mengambil ponselnya di atas nakas lalu memperlihatkan sebuah vidio yang berdurasi sekitar 1 menit 3 detik itu.


...****************...


.


.


.


.


.