
Vania terlihat mengarahkan senjatanya pada Aileen yang berdiri di dekat tiang besar sebuah gedung terbengkalai
Tak ada audio yang mendukung vidio tersebut melainkan hanya rekaman cctv yang merekam tragedi sebelum gedung tersebut meledak.
Keduanya terlihat cekcok sebelum akhirnya Vania mengarahkan senjatanya kearah Aileen dan melepaskan tembakan sebelum akhirnya ia pergi dari sana.
Tak berselang lama gedung tersebut terbakar dan mengakhiri rekaman cctv tersebut.
👩🦳"Bagaimana menurut bapak?"
👮🏻 "Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, dalam hukum ada beberapa alat bukti yang di atur dan harus memenuhi standar persyaratan agar bisa di nyatakan sebagai bukti sah, melihat dari rekaman cctv yang di perlihatkan tadi sepertinya adalah bukti ilegal yang bahkan tidak bisa kami dapatkan, dari mana informan kalian bisa mendapatkannya?!"
Setelah mengucapkan itu kedua pembawa acara itu terlihat canggung dan terlihat berusaha untuk mengalihkan pembicaraan.
👩🦳"Melihat dari penjelasan beliau tadi, alasan kenapa pelaku tidak bisa di jebloskan kedalam jeruji besi adalah karena legal dan tidak legalnya proses pendapatan barang bukti"
Belum sempat staf kepolisian buka suara, pewara lain langsung bicara.
👩🏻🦰"melihat ini, kita perlu melihat lebih dalam lagi hukum di negara kita... Apakah bisa menjadi pelindung atau malah menjadi Boomerang untuk masyarakat sendiri"
👩🦳"Kami akan kembali minggu depan, yang tentunya dengan hal yang membuat masyarakat mengetahui apa saja yang tersimpan dibalik sisi gelap perusahaan-perusahaan besar di negara ini"
👤Cut....
Setelah produser menghentikan siaran, kedua pembawa acara itu langsung pergi keruangan mereka masing-masing, sementara staf dari kepolisian langsung pergi dari gedung siaran tersebut.
...****************...
Sementara itu di kediaman keluarga Harison, Vania kini tengah berdiri diruang tamu tepat di hadapan mertuanya.
"Kau lihat kekacauan yang kau sebabkan?!"
"Tenang Bu" seru Justin mencoba menenangkan sang ibu.
"Ini alasan Ibu memilih calon menantu secara hati-hati... supaya hal ini tidak terjadi lagi, kau mengerti"
"Tapi, kan... "Cukup Justin, masuk kamarmu dan jangan ikut campur"
Vania hanya terdiam karena ini kini sedang merangkai kalimat untuk melakukan pembelaan terhadap dirinya sendiri
Vania Pov
Aku harus bicara apa? itulah yang ada di benaknya sekarang.
"Semuanya salah paham, tolong dengarkan penjelasan Vania" Apa aku harus mengatakan itu?
Tidak, jika aku mengatakannya.. Ibu mertua akan berpikir aku salah dan meminta waktu untuk memberikan penjelasan!
"Atau aku jawab saja kalau itu tidak benar?!" Tidak, wanita sepertinya akan sadar kalau aku berbohong melihat program sialan itu memperlihatkan rekaman cctv
Aish, sebenarnya dimana mereka mendapatkan rekaman itu? Bahkan aku saja tak ingat!
Atau aku pura-pura difitnah saja? Apa itu pilihan yang bagus..
Lebih baik aku diam saja, diam adalah emas.. jika aku bicara tanpa sadar dan mengatakan hal bodoh, mungkin Vino akan semakin dalam masalah.
Sedari tadi Vania hanya diam dihadapan Ny. Zeline namun nyatanya pikiran dan batinnya tak bisa diam.
"Maaf Bu, Vania pasti akan menyelesaikan kekacauan yang ada" jawabnya buka suara
"Harus, kau harus menyelesaikannya.." jawab sang mertua yang langsung saja pergi sambil memijat pelipisnya.
Sementara gadis itu hanya bisa tersenyum miris lalu menjatuhkan bokongnya untuk duduk di sofa.
Namun tak berselang lama ia mendengar suara mobil, dan entah kenapa tubuhnya tiba-tiba memberi respon untuk segera bangun dan menghampiri pintu utama.
Vino masuk dengan wajah letih tanpa ekspresi, ia hanya melirik sekilas wanita yang berdiri di depan pintu dan masuk begitu saja menuju lift.
Tentunya Vania langsung mengikutinya.
"Bagaimana keadaan kantor?" seru Vania
Vino lantas menoleh kearahnya dan tiba-tiba menyudutkan wanita itu di sudut lift hingga membuat Vania respect kaget dan terdiam.
Vino mengepal tangannya seolah ingin memberikan pukulan namun ia menahannya dan memilih untuk memukul dinding lift.
Ting.
Pintu lift terbuka memperlihatkan Freya yang terdiam di depan pintu bersama bibi Anna di sampingnya.
"Freya" gumam Vania pelan namun jelas di dengar oleh Vino yang langsung menoleh kebelakang
Ia langsung keluar dari lift, namun Freya dengan cepat mundur dan langsung berlari menuju kamarnya diikuti bibi Anna.
Melihat itu tentunya Vino langsung pergi mengikutinya begitu juga dengan Vania.
Bibi Anna melepas rantainya karena sebelumnya kondisi freya baik-baik saja, dan niatnya ingin mengajaknya ke taman belakang namun secara tak sengaja ia melihat ekspresi marah Vino hingga membuatnya ketakutan.
Vino sekali lagi hanya bisa memukul sisi pintu dan kembali ke kamarnya setelah sempat memberikan tatapan tajam untuk Vania.
Vania sadar jika Vino tak mungkin baik-baik saja.
Gadis itu menghela nafasnya dan masuk ke kamar freya, berniat untuk menenangkannya baru setelah itu ia bicara dengan suaminya itu.
Hampir 30 menit Vania berada di kamar Freya, ia berhasil membujuk gadis muda itu untuk keluar dan istirahat di ranjangnya dengan di bantu bibi Anna.
Setelah merasa kondisinya cukup tenang, Vania bangkit dari duduknya
Namun Freya tiba-tiba menahan lengannya, seolah tak ingin dirinya pergi.
Sadar ia ingin bicara, Vania secara spontan meminta bibi Anna untuk meninggalkan mereka.
Setelah pintu tertutup dan hanya tersisa mereka berdua, Freya bangun dan berdiri lalu menarik tangannya menuju lemari.
Vania hanya diam dan mengikuti kemana Freya menariknya, hingga berhenti tepat di depan sebuah lemari.
Gadis itu sadar jika ada yang aneh dan di sembunyikan oleh Freya.
Freya membuka lemari tempat biasa ia bersembunyi dan mengajak Vania untuk melihatnya.
Vania yang nyatanya sudah pernah melihat lemari itu hanya diam dan mengikutinya, mungkin Freya ingin mengajaknya bersembunyi karena merasa Vania juga terancam seperti dirinya, mungkin itu yang ia pikirkan sekarang.
Namun ia tiba-tiba menyadari sesuatu, Vania melihat kembali isi lemari itu dengan jely dan mendapati hal yang membuatnya tak menyangka.
"Kau yang menulis ini?" tanyanya pelan dengan nada lembut agar tak membuat Freya takut.
Freya mengangguk dan menunjuk sebuah nama yang terukir di lemari, terlihat tak jelas namun Vania langsung merabanya dan merasakan huruf apa yang tertulis di sana.
Tangannya terdiam saat mendapati huruf dari nama yang tak asing baginya.
"Aku pasti akan menjagamu, sekarang tenanglah... dia sudah tak ada jadi kau tak perlu takut dia datang" ucapnya seraya mengarahkan Freya untuk kembali ke ranjangnya.
"Apa yang sebenarnya Freya ketahui sampai membuatnya dalam keadaan seperti ini" gumamnya seraya menarik selimut lalu melangkah pergi dari kamarnya.
Freya hanya menatap punggung Vania yang perlahan menghilang dari pandangannya, entah kenapa ia merasa tenang saat wanita itu bersamanya.
"......"
Vania berjalan menuju kamar sambil mengingat kembali apa yang tadi ia lihat di dalam lemari Freya.
Saat masuk kedalam kamar, ia hanya melihat Vino yang sedang berdiri di balkon kamar sambil merokok.
Vino sadar jika Vania datang, ia hanya menoleh sekilas dan kembali pada apa yang sedang ia lakukan.
Hari ini kondisi moodnya sedang buruk, Informasi tentang Vania yang merupakan menantu keluarganya mungkin akan segera terungkap, mengingat program tv itu hanya menyebutkan konglomerat generasi ke 4 dan tak menyebutkan identitas keluarganya.
Ting...
From : pengacara bodong
📨"semuanya sudah selesai, sekarang pencarian tentang Vania cukup mereda... Tapi harga saham menurun perlahan"
📨"untuk sementara biarkan dulu semuanya sampai mereda, dan cabut seluruh sponsor kita dari stasiun televisinya"
Vino meletakkan ponselnya di atas meja diikuti dengannya yang duduk di sofa.
"Kau ingin bicara apa?" seru Vino yang sadar sedari tadi Vania berdiri di dekat pintu balkon
Merasa kepergok, Vania hanya bisa tersenyum malu dan keluar dari persembunyiannya sambil memasang wajah manisnya agar tidak memperburuk suasana hati Vino.
"Ah, kebetulan.. karena kau ada disini aku ingin bicara" ucap Vino seraya melirik sebuah map yang ada di atas meja.
"Bicara apa?" sahut Vania seraya duduk.
...****************...
.
.
.
.
.
Di bab Sebelumnya, author udah pernah menyebutkan hal bagaimana Vania bisa tidak ditahan dan kenapa Marvin bisa mengetahui hal yang berkaitan dengan pembunuhan yang melibatkan Vania