
"Dari mana saja?"
"Rumah sakit"
"Kau sakit?"
Namun tak ada jawaban dari gadis itu, ia hanya tersenyum formalitas dan masuk kedalam kamarnya untuk packing karena sebentar lagi mereka akan pulang.
Sementara itu Vino hanya menatap Vania dengan tatapan datar, dan memilih kembali ke kamarnya.
Hampir 30 menit mereka di dalam kamar masing-masing hingga akhirnya keluar sambil menarik koper.
Vania hanya berjalan mengiringi pria itu di belakang sambil sesekali melihat layar ponselnya.
Saat di dalam lift , Vino ingin sekali mengakhiri suasana canggung antara ia dan sang istri, namun nyatanya Vania hanya diam sedari tadi entah apa yang sedang ia pikirkan.
...****************...
"Kau sedang memikirkan apa?" seru Vino kepo dan akhirnya buka suara.
Mereka sedang dalam perjalanan pulang setelah dari bandara
"Tidak ada, aku mengantuk.. jangan bicara padaku" sahutnya yang langsung menutup matanya dengan penutup mata dan memilih untuk berusaha tidur.
Melihat itu membuat Vino hanya bisa menghela nafasnya dan ikut menyandarkan tubuhnya pada kursi mobil.
Hampir 30 menit mereka dalam perjalanan, akhirnya sopir menghentikan mobilnya tepat di depan rumah.
Tanpa membangunkan Vania, pria itu langsung turun dari mobil dan masuk begitu saja meninggalkan Vania sendirian di dalam mobil.
Sopir yang ingin memarkirkan mobilnya sontak bingung, apakah ia harus membangunkan Vania atau membiarkannya.
Namun nyatanya Vania terbangun dan sadar jika ia di tinggal oleh suaminya itu.
"Aish,"
Ia hanya bisa berdesis kesal dan segera masuk kedalam rumah setelah mengambil tas dan handphonenya.
...****************...
Rachel duduk di sofa empuknya sambil memegang segelas jus jeruk di tangannya.
Ia lantas bicara pada asistennya untuk menghidupkan televisinya.
Sesuai perintahnya, sistem mulai menyalakan televisi setelah mendapatkan perintah dari robot canggih yang berada tak jauh dari posisinya.
Ting...
📨"Kau yakin dia sainganmu? dia terlalu biasa untuk bersaing denganmu"
📨"benar,kan... dia tak ada apa-apanya dibanding diriku"
📨"tapi bagaimana bisa kau menolak Vino? ku dengar dia akan segera duduk di kursi pimpinan?!"
📨"mana mungkin pria ingusan sepertinya akan duduk di kursi pimpinan"
📨"kau belum lihat berita.."
📨"berita mengatakan kalau Vino akan segera mewarisi seluruh kekayaan kakeknya"
📨"Tidak mungkin, kau lupa Vino orang seperti apa saat di kampus"
📨"Ya, bisa sajakan dia sudah berubah... seharusnya kau tidak menolaknya Rachel"
📨"Kalau aku jadi dirimu, tidak peduli aku menyukai siapa, yang penting aku jadi menantu keluarga Harison"
📨"Keluarga Smith juga tidak kalah dari Harison"
📨"memang, tapi kalau bisa memilih aku lebih memilih Harison... secara hidupku akan terjamin kalau jadi anggota keluarga mereka"
Entah kenapa ekspresi Rachel tiba-tiba berubah setelah ia saling bertukar pesan dengan temannya di platform pesan terkenal di Gealonia.
📨"Keluarga Smith juga tak kalah terpandang dari Harison Family."
Ting..
📨"Tapi, apa kau sudah dengar kalau menantu Harison yang sekarang ternyata terseret skandal pembunuhan?!"
Rachel sempat terdiam, sebelum akhirnya ia beralih pada Televisi yang memberitakan hal yang serupa dengan apa yang di katakan Liona didalam pesannya.
Ekspresinya tak dapat di jelaskan,
Ting...
📨"Menurutmu itu benar?!"
Rachel tersentak dan segera menyadarkan dirinya setelah ia sempat melamun.
Ia lantas pergi dari kamarnya meninggalkan televisi yang masih menyala .
...****************...
"Oke" sahut Adam yang segera pergi dari ruangan Vino
Ia lantas meraih ponselnya untuk menelpon
📞"Kau dirumah?"
📞"Iyaa"
📞"Jangan keluar, dan tetap dirumah"
📞"Baiklah... tapi-
📞"Apa?"
📞"Hmm... M- Maaf karena menyusahkan mu"
📞"Jangan dipikirkan"
Tut...tut...tut...
Vino mengakhiri telponnya begitu saja sambil memikirkan langkah apa yang harus ia ambil, karena kakeknya pasti sudah mendengar hal ini.
Saat mereka pulang kemarin malam semuanya baik-baik saja, namun tepat jam 4 sore hari ini tiba-tiba berita itu naik kepermukaan.
Berita tentang kasus pembunuhan yang menarik nama Vania sebagai tersangka utama.
Bahkan para konten kreator dari berbagai platform ramai membicarakan kasus yang tiba-tiba di buka kehadapan publik.
Seluruh penjuru Gealonia telah mengetahui informasi mengenai kasus Aileen.
Kasus yang di simpulkan sebagai pembunuhan yang dilakukan oleh rekannya sendiri.
Berita dimulai dengan pembicaraan yang mengulik ulang kasus yang tak terpecahkan.
Namun salah satu pembawa acara tiba-tiba menyinggung masalah Aileen yang merupakan salah satu anggota kepolisian pusat yang sering bicara di hadapan publik mengenai penyelesaian kasus hingga ia cukup dikenal.
⏺Live
👩🦳"Ada begitu banyak kasus yang tidak terpecahkan, ini membuat para masyarakat semakin banyak memberikan keluhan dan tekanan pada badan yang bersangkutan"
👩🏻🦰"Benar, mengingat tingkat persentase kejahatan di negara ini semakin tinggi..."
👩🦳"Begitu banyak orang yang penasaran, sebenarnya apa yang dilakukan institusi terkait hingga persentase tindak kejahatan di negara ini naik hingga mencapai 17,3%"
👩🏻🦰"Menurut dari beberapa sumber terpercaya, kasus yang melibatkan perorangan dari institusi terkait bahkan di tutupi agar tidak menambah kesan buruk, apa benar begitu Pak?!"
👮🏻 "Kami melakukan sesuai dengan apa yang di percayakan masyarakat pada kami... dan tidak ada kasus yang di tutupi, kami secara transparansi telah memperlihatkan pada masyarakat mengenai kasus yang sedang berjalan"
Kedua pembawa acara wanita itu sontak saling menatap dan hanya tersenyum sambil mengangguk pelan, bersiap untuk menanyakan pertanyaan lain sebelum sesi berakhir 15 menit lagi.
👩🦳"Lalu bagaimana menurut bapak mengenai kasus yang satu tahun lalu menghebohkan Gealonia... kasus petugas yang membunuh rekannya sendiri saat menyelidiki kasus, apakah sudah ada penyelesaian? mengingat kepercayaan masyarakat menurun drastis pada kepolisian saat kasus itu pertama kali naik kepermukaan?"
👮🏻 ".......... ,
👩🏻🦰"Bahkan kami tidak menemukan adanya pemberitaan lebih lanjut mengenai informasi tersebut, apakah ada tindak lanjut atau hanya sebatas pendisiplinan saja?!" potong pewara lain.
👮🏻 "Secara tegas kami telah memberikan tindakan dan memberhentikan oknum dari kasus tersebut" jawabnya terlihat agak berkeringat
Sebenarnya kepolisian menolak tawaran sebagai narasumber untuk program televisi tersebut, mengingat program tersebut selalu menuai pro dan kontra hingga kadang mengancam institusi atau perusahaan yang menjadi narasumber mereka.
Namun karena tekanan dari masyarakat, mau tak mau pimpinan menyetujui hal tersebut dan menugaskan satu staf mereka sebagai narasumber.
👩🦳"Apa hanya di Berhenti kan pak? apa karena pelaku salah satu petugas maka dia bisa bebas dari jerat hukum?"
👩🏻🦰"Bahkan dari informasi yang berhasil kami dapatkan, pelaku sekarang menikah dengan konglomerat generasi ke 4"
👮🏻 "Kami telah menyelidiki semuanya, dan tidak ditemukan bukti kuat untuk menahan pelaku selama proses pengadilan"
👩🦳"Kalau begitu bagaimana dengan bukti seperti ini pak?!"
Secara spontan sebuah rekaman cctv ditampilkan di layar besar yang ada di belakang mereka
Tidak ada yang berniat menghentikan siaran tersebut, bahkan persentase rating penayangan terus naik.
Melihat itu membuat pria yang merupakan staf dari pihak kepolisian itu hanya diam dan mengikuti alur penayangan, seolah tak ada pembelaan.
Dalam rekaman CCTV terlihat jika,
...****************...
.
.
.
.
.