
Setelah pergi meninggalkan Darren, Marcel menemui seorang wanita didepan rumah sakit. Wanita tersebut masih sepantaran dengan Darren. Ia gadis berambut panjang hitam sedikit kecoklatan dan menggunakan kacamata serta memiliki senyum yang manis.
"Halo kak, apa kabar?" Sapa wanita tersebut dengan senyum ramah.
"Baik, kalau mau menemui Darren dia masih didalam dan tolong hibur dia karena saya tau dia pasti terpukul setelah mendengar ayah kami terkena stroke." Jelas Marcel
"Tenang aja kak, Valen yakin dengan kembalinya Valen bisa membuat Darren sedikit terhibur." Ucap wanita yang bernama Valen tersebut.
"Makasih ya kamu telah mau menemani Darren, Kalau begitu saya pergi dulu." Ucap Marcel beranjak pergi meninggalkan Valen.
"Hati hati di jalan kak!!" Ucap Valen sedikit berteriak.
Setelah mobil Marcel pergi meninggalkan rumah sakit sampai tidak terlihat lagi Valen berniat untuk masuk ke dalam rumah sakit menemui Darren. Namun ia mengurungkan niatnya saat ia melihat Darren sedang berjalan keluar rumah sakit.
Ia langsung sembunyi dibalik sebuah mobil yang terparkir di sana dan melihat Darren sedang berjalan sambil menahan emosi menuju taman disebelah rumah sakit. Karena penasaran Valen mengikuti Darren dengan menjaga jarak agar tidak ketahuan.
Valen kehilangan jejak Darren saat sampai di taman namun ia tidak menyerah dan mencari Darren dengan mengelilingi taman tersebut. Sampai pada akhirnya Valen melihat Darren sedang duduk disebuah bangku sambil menatap langit.
"Darren!!!" Teriak Valen namun Darren tidak menggubris teriakannya karena tidak kedengaran dan terlena dalam lamunannya.
Akhirnya Valen memutuskan untuk menghampiri Darren. Ia berjalan mendekati Darren.
"How are you?" Ucap Valen sambil memegang bahu Darren yang membuat Darren terkejut dan menoleh kearahnya.
"Valen?!" Ucap Darren terkejut saat tau siapa yang ada menghampirinya. Orang yang telah lama pergi meninggalkan Darren kini hadir dan berdiri tegak didepannya dengan menyunggingkan senyum manisnya.
"Ternyata lo gak berubah ya dari 5 tahun yang lalu masih tetap ganteng" Ucap Valencia memuji Darren kemudian ia duduk disamping Darren.
"Ngapain lo disini?" Tanya Darren tidak menggubris pujian dari Valen. Ia bahkan tidak menunjukkan ekspresi bahagia bertemu dengan Valen.
"Gue disini karena ada lo disini, gue kan udah sering bilang dimana ada lo gue juga ada disitu" Ucap Valencia sambil tersenyum.
"Gue serius Valencia, kenapa lo tiba tiba ada di Indonesia ada keperluan apa?" Ucap Darren dengan tatapan serius karena menurutnya Valen menjawab pertanyaannya dengan candaan.
"Gue juga serius Darren gue disini karena lo lagi sedih, gue gak bisa membiarkan teman gue ini sedih sendirian." Jelas Valen meyakinkan Darren.
"Terserah lo aja deh."
"Darren ... gue turut prihatin atas apa yang telah menimpa ayah lo." Ucap Valen menunjukkan rasa iba kepada Darren.
"Tau darimana lo? Dari Marcel ya?" Tebak Darren.
"Bukan kok, gue tau dari bokap gue katanya ayah lo masuk rumah sakit dan terkena stroke makanya gue mau kerumah sakit tapi gue liat lo disini ketika mau kerumah sakit." Ucap Valen berbohong.
"Jujur aja gue tau kok lo bohong sama gue dan jangan jangan lo pulang ke Indonesia juga disuruh Marcel ya? Gak heran sih kalau Marcel yang nyuruh pasti langsung lo turutin." Ucap Darren menatap Valen sembari tersenyum kecil.
"Lo kenapa sih Ren? Kenapa lo bicara begitu ke gue seakan akan gue adalah budaknya kakak lo." Ucap Valen sedikit kesal dengan ucapan yang dilontarkan Darren.
"Gue gak bilang lo budaknya Marcel gue cuma bilang kalau apapun yang disuruh Marcel pasti akan lo turutin karena lo suka sama dia begitu juga sebaliknya bahkan kalian sampai dijodohkan." Jelas Darren.
Dari ucapan Darren terlihat bahwa ia pernah cemburu saat mengetahui Valen menyukai Marcel. Namun kini rasa cemburu itu kini menjadi sebuah kebencian yang tidak dapat dikendalikan.
"Udah beberapa tahun yang lewat dan lo masih salah paham dengan kejadian 5 tahun yang lalu. Gue gak ada rasa sama kakak lo bahkan gue menolak perjodohan itu dan bisa bisanya lo sampai saat ini masih menganggap gue ada perasaan sama kak Marcel." Ucap Valen tak percaya bahwa Darren masih salah paham atas hubungannya dengan Marcel.
"Percuma lo jelasin panjang lebar pun gue tetap gak akan percaya karena gue melihat dengan mata kepala gue sendiri lo lagi berduaan dengan Marcel dan lo bilang cinta ke dia itu gue dengar sendiri." Jelas Darren.
"Udahlah Ren gue gak mau pertemuan kita ini menjadi ajang perdebatan apalagi membahas masa lalu. Kita udah pisah selama empat tahun dan gak lucu rasanya saat kita bertemu lagi kita malah berantem." Ujar Valen setelah menghela nafas. Ia tidak mau memperpanjang perdebatannya dengan Darren karena ia baru bertemu dengan Darren semenjak pulang dari Amerika.
Darren hanya diam ia juga tidak mau melanjutkan perdebatan tersebut sehingga mereka hanya diam yang membuat suasana menjadi canggung.
"Darren ... " Ucap Valencia memecahkan keheningan yang terjadi selama beberapa detik.
"Ya?" Darren melirik Valencia yang ada disampingnya.
"Sekarang kan kita udah bertemu." Ucap Darren membiarkan Valencia menyender dipundaknya.
"Emangnya lo gak kangen gue?" Tanya Valencia
Darren tidak menjawab ucapan Valencia ia hanya diam karena dia tidak merasakan apapun terhadap Valencia walaupun Valencia telah pergi meninggalkannya selama empat tahun namun Ia tidak merasa rindu ataupun ditinggalkan oleh teman kecilnya itu. Entah itu karena ada rasa benci setelah mengetahui hubungan Valen dengan Marcel atau karena hal lain.
"Ternyata lo benar benar belum berubah ya semenjak empat tahun yang lalu, gue emang kangen lo tapi gue jauh lebih kangen lo sebelum lo mengenal cewek itu." Ucap Valencia kembali menegakkan kepalanya.
"Lo ngomong apaan sih? Gue emang gak pernah berubah dari kecil." Ucap Dareen bingung dengan ucapan Valencia
"Lo berubah Ren, lo berbeda, Lo bukan Dareen kecil yang gue kenal." Ucap Valencia menahan tangisnya.
"Gue udah dewasa Valen lo juga udah dewasa ya jelas berbedalah dengan gue dan lo yang waktu kecil karena manusia berkembang dan tumbuh." Ucap Darren.
"Bukan itu maksud gue, yang gue maksud itu sifat lo, sifat lo yang berbeda. Sifat lo jauh berbeda sejak lo kenal anak kecil itu." Jelas Valencia.
"Gue gak ngerti lo ngomong apaan"
"Empat tahun yang lalu lo menyelamatkan seorang anak perempuan kecil yang hampir mati karena keracunan, semenjak itu sifat lo berubah. Lo selalu nemuin anak kecil itu buat pastiin dia baik baik aja dan lo selalu bilang ke gue kalau dia tanggungjawab lo. Padahal bukan lo pelakunya tapi lo tetap temuin anak itu menghabiskan waktu bersamanya sampai lo lupa sama gue. Gue pergi ke Amerika gara gara lo udah gak ada waktu untuk gue." Jelas Valencia, air mata yang berusaha ia tahan akhirnya jatuh dan mengalir di pipinya.
Darren hanya diam saat mendengarkan ucapan Valencia.
"Saat itu gue berpikir kalau gue ke Amerika lo bakal merasa kehilangan gue dan lo akan minta gue untuk pulang ke Indonesia, tapi nyatanya saat gue pergi jangankan meminta gue pulang menghubungi gue aja gak. Terus gue memberitahu lo kalau gue ke Amerika untuk belajar respon lo juga biasa aja. Sekarang gue memberanikan pulang ke Indonesia dan gak sengaja ketemu lo disini, gue berharap saat lo melihat gue lo bakalan meluk gue tapi lagi lagi harapan itu hancur." ucap Valencia menatap Darren dengan linangan air mata.
"Hapus air mata lo, gue gak suka liat cewek nangis." Ucap Darren menyodorkan sebuah sapu tangan yang ia keluarkan dari kantong celananya
"Oh iya lo gak bisa nyalahin anak perempuan itu karena dia gak bikin gue berubah justru dia yang membuat gue bahagia setelah lo nyakitin perasaan gue dan dia memang tanggung jawab gue jadi gak ada alasan lo untuk nyalahin dia." Ucap Darren berusaha agar tidak meninggikan suaranya karena ia tidak mau Valen kembali menangis.
"Tapi dia ada keluarga Ren, itu tanggung jawab keluarganya bukan tanggung jawab lo." Ucap Valencia
"Tapi satu satunya anggota keluarganya masuk kerumah sakit gara gara gue." Ucap Darren masih berusaha untuk tetap tenang dan tidak terbawa emosi.
"Satu lagi yang mungkin gak lo sadari gue berubah bukan karena bertemu dengan anak perempuan itu tapi gue berubah jauh sebelum gue kenal dengan anak perempuan itu dan lo tau kenapa gue berubah?" Ucap Darren menatap Valen dengan tatapan yang tak bisa diartikan.
"Gue berubah karena seorang cewek mengingkari janjinya sama gue dan dia membuat gue kecewa dengan berhubungan sama kakak gue tepat sebelum gue mengutarakan perasaan gue kepadanya." Tambah Darren sambil tersenyum.
Valen terdiam mendengar pengakuan dari Darren ia tidak menyangka bahwa Darren dulu pernah hampir menyatakan perasaan kepadanya tepat ketika ia sedang latihan untuk menyatakan perasaan dengan Marcel sebelum ia menyatakan perasaan kepada Darren. Tetapi sayangnya Darren menganggap bahwa Valen benar benar memiliki perasaan kepada Marcel apalagi orang tua mereka menjodohkan mereka berdua setelah kejadian tersebut.
"Jadi lo pernah ada rasa sama gue?" Ucap Valen masih tidak percaya dengan pengakuan Darren.
"Iya tapi itu dulu dan sekarang rasa sayang atau cinta itu sudah hilang karena rasa kecewa sehingga orang lain telah menggantikan posisi lo dan lo udah gak ada lagi disini." Ucap Darren sambil menunjuk dadanya.
"Sekarang lo udah punya cewek? siapa ceweknya? anak perempuan itu?" Tanya Valen penasaran.
"Lo gak perlu tau karena gak ada juga hubungannya sama lo." Tutur Darren
"Gue udah kasih tau lo tentang perasaan gue terhadap lo dulu dan sekarang jadi sekarang mending lo pulang, istirahat karena lo pasti capek kan? Dan satu lagi maaf ya kalau gue pernah nyakitin lo secara sengaja ataupun tidak, Yaudah gue duluan ya." Tambah Darren berdiri dari duduknya lalu ia melangkah pergi meninggalkan Valen.
"Bagaimana kalau gue juga memiliki perasaan yang sama kayak perasaan lo ke gue dulu? Apakah gue benar benar tidak bisa lagi masuk ke dalam hati Lo?" Ucap Valen membuat Darren menghentikan langkahnya dan menoleh ke arahnya.
"Dari dulu sampai sekarang perasaan gue ke lo tidak pernah berubah gue selalu mencintai lo dan gue gak ada perasaan sama kakak lo apalagi sampai memiliki hubungan karena yang lo lihat waktu itu adalah sebuah latihan, gue lagi latihan bersama kak Marcel sebelum gue menyatakan perasaan gue sama lo." Jelas Valen
"Sorry, Gue gak tau yang lo omongin itu fakta atau hanya sebuah kebohongan tapi apapun itu gak akan merubah bahwa gue udah gak ada lagi rasa sama lo." Ucap Darren kemudian kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan Valen.
"Gue cinta sama lo Darren Ricardo!!!" teriak Valen kembali membuat Darren menghentikan langkahnya namun kali ini ia tidak menoleh ke arah Valen.
"Kita masih bisa berteman setelah apa yang telah terjadi selama ini hubungan pertemanan kita masih bisa diperbaiki kalau lo mau." Ucap Darren meninggalkan Valen kali ini ia benar benar pergi meninggalkan Valen tanpa menoleh sedikitpun.
Sedangkan Valen terduduk diam dibangku air matanya kembali mengalir di pipinya. Ia tidak menyangka pertemuannya dengan Darren kali ini benar benar menguras air matanya.