
Setelah mengantar Greysa pulang Darren langsung pulang kerumah. Sesampainya dirumah Darren disambut oleh Marcel kakak laki-lakinya Darren. Marcel menunggunya diruang keluarga sambil menonton televisi. Melihat Darren pulang dengan basah kuyup Marcel menatap adiknya itu dengan tatapan kebingungan.
"Darimana lo?" Tanya Marcel
Darren hanya diam ia mengabaikan Marcel dan langsung berjalan menuju kamarnya.
"Gue lagi bicara sama lo Darren." Ucap Marcel sedikit kesal karena diabaikan.
"Bicaranya nanti saja ya bang gue mau mandi dan ganti baju dulu." Ucap Darren kemudian menutup pintu kamarnya.
Melihat hal itu Marcel hanya bisa menghela nafas dan menunggu Darren kembali keluar dari kamarnya itu. Sekitar setengah jam kemudian Darren keluar dari kamarnya namun ia tidak menghampiri Marcel ia justru pergi ke meja makan.
Marcel merasa diabaikan oleh Darren mulai kesal dengan sikap adiknya itu.
"Darren gue mau bicara tentang keadaan papa sama lo." Ucap Marcel mengikuti Darren ke meja makan.
"Kenapa dengan papa?" tanya Darren.
"Gue mau pergi ke luar kota selama satu minggu jadi selama gue pergi lo yang urus papa ya." Jelas Marcel.
"Gak bisa gue juga ngurus Rivaldo, lo tau sendiri papa sama Rivaldo beda rumah sakit gimana caranya gue ngurus dua orang sekaligus dirumah sakit berbeda dan gue juga kerja." Ucap Darren menolak permintaan Marcel.
"Gak peduli lagi lo sama papa?"
"Gak ada hubungannya bang dari awal lo ngelarang gue untuk ngeliat keadaan papa dan sekarang lo suruh gue untuk menjaga dua orang sakit yang dirawat dirumah sakit berbeda? Gila lo bang." Ucap Darren
"Lo bisa ganti gantian jaganya pagi sampai sore lo menjaga Rivaldo dan sore sampai malam lo jaga papa."
"Lo lupa kalau gue juga kerja bang."
"Lo bisa izin dulu kan untuk gak kerja masa lo gak mau libur demi keluarga." Ucap Marcel tetap memaksa Darren agar menuruti permintaannya.
"Lah lo sendiri ke luar kota untuk kerjaan kan? sekarang gue tanya bisa gak lo gak usah ke luar kota untuk papa?" Ucap Darren mulai emosi.
"Gue ke luar kota untuk ngurusin kerjaan papa kalau gak gue siapa lagi yang ngurus."
"Alasan lo doang aslinya lo gak pernah peduli sama keluarga apalagi sama keadaan papa lo hanya peduli dengan perusahaan padahal yang punya perusahaan lagi terbaring lemah dirumah sakit." Ucap Darren meninggalkan Marcel dan pergi mengambil kunci motornya.
"Mau kemana lagi lo?"
"Kerumah sakit tempat Rivaldo emangnya gue lo yang gak peduli sama keadaan keluarga lo dan nyuruh bodyguard lo buat nyuruh jaga papa." Ucap Darren
"Oh iya kenapa gak lo suruh bodyguard lo aja yang jaga papa ketika lo lagi diluar kota?" Tanya Darren menatap Marcel yang masih duduk di meja makan.
"Gue gak percaya ninggalin papa sama bodyguard selama itu." jelas Marcel.
Sesampainya dirumah sakit Darren langsung menuju ruangan dimana Rivaldo dirawat. Ia masuk keruangan itu dan duduk di kursi yang ada di dekat ranjang rumah sakit.
"Lo kapan sadarnya sih bang? Banyak hal yang terjadi setelah lo tidur selama satu tahun disini bang. Lo gak mau bangun bang? gue gak bisa menghadapi bang Marcel sendirian terlebih lagi sekarang papa juga dirumah sakit bang." Ucap Darren memandang laki laki yang dikelilingi oleh alat bius dan mata yang tertutup rapat terbaring lemah di ranjang rumah sakit itu.
Darren mencurahkan semua isi hatinya kepada kakak keduanya yang masih menutup matanya dengan rapat sampai ia tertidur disamping kakaknya itu mereka ditemani oleh cahaya rembulan yang masuk kedalam jendela rumah sakit malam itu.
Ketika Darren bangun ia telah berada di sofa rumah sakit. Ia melihat kearah Rivaldo yang sudah sadarkan diri sedang menatapnya dengan tatapan sayu sembari tersenyum.
Darren langsung bangun dan menghampiri Rivaldo "Lo udah sadar bang? gue panggil dokter dulu ya." Ucap Darren kaget namun ia juga senang kakaknya telah sadarkan diri setelah satu tahun mengalami koma.
"Gak usah gue udah diperiksa sama dokter tadi." Ucap Rivaldo dengan suara yang parau.
"Kok lo gak bangunin gue ketika dokter kesini?" Tanya Darren.
"Tadi pas gue sadar bang Marcel ada disini gue lihat dia lagi mindahin lo ke sofa itu dan dia juga yang manggil dokter tadi lagian gue juga gak tega bangunin lo yang lagi tidur nyenyak gitu." Jelas Rivaldo
"Tadi bang Marcel kesini? ngapain?" tanya Darren penasaran.
"Lo pikir ngapain ya ngeliat gue lah."
"oo masih peduli dia sama keluarganya ternyata gue pikir dia udah gak peduli tu sama kita." ucap Darren duduk dikursi disamping tempat tidur Rivaldo.
"Kalian ini masih gak akur ya gue pikir setelah kejadian itu kalian jadi makin akur tapi sepertinya gue salah." Ucap Rivaldo sedikit kecewa.
Darren hanya diam mendengar ucapan Rivaldo. Dari kecil dia dan Marcel tidak pernah akur. Marcel selalu menyalahkan Darren atas semua masalah yang terjadi dalam keluarga mereka. Darren tidak tau alasan kenapa kakak tertuanya itu sangat membencinya. Rivaldo adalah orang yang selalu menengahi pertengkaran mereka.
Namun saat Darren tidak bisa mengendalikan dirinya ketika melihat Marcel berduaan dengan Valen wanita yang waktu itu sangat ia cintai. Darren memukul Marcel tanpa celah sedikitpun sehingga Marcel tidak bisa mengelak dan melawan. Darren memukul Marcel seperti orang kesetanan, Rivaldo yang melihat itu langsung melerai mereka. Namun Darren masih tak puas memukul Marcel mengejar Marcel yang lari ke seberang taman dan pergi menuju rumah.
Darren mengejar Marcel tanpa melihat sekelilingnya sehingga ketika ia berada ditengah jalan ia tidak menyadari ada mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi sedang menuju kearahnya. Rivaldo melihat Darren dalam bahaya tanpa pikir panjang ia mendorong Darren ke tepi jalan ia berusaha untuk pergi ke tepi jalan namun takdir berkata lain sebelum ia melangkahkan kaki mobil tersebut telah membuatnya terpental jauh.
Darren yang sadar akan hal itu langsung berlari kearah Rivaldo dan menangis dihadapan kakaknya yang telah berlumuran darah itu. Tidak lama kemudian papanya datang bersama Marcel dan Rivaldo langsung dibawa rumah sakit.
"Kenapa kalian tidak memperbaiki hubungan kalian setelah kejadian itu?" Tanya Rivaldo membuat Darren sadar dalam lamunan yang mengingatkannya kejadian lima tahun yang lalu.
Kejadian tersebut membuat Rivaldo berada dirumah sakit sampai saat ini. Karena kejadian itu Rivaldo tidak bisa menggunakan kakinya dan mengalami stres dan satu tahun lalu ia ditemukan tergeletak dikamarnya dan mengalami koma selama satu tahun.
"Maaf bang .."
"Gue gak mau tau gue gak akan maafin lo sebelum lo dan Marcel berhubungan dengan baik." Ucap Rivaldo.
Darren kembali terdiam ia tidak tau harus melakukan apa agar ia dan Marcel bisa berhubungan dengan baik karena Marcel selalu membencinya dan mungkin sampai kapanpun Marcel akan tetap membencinya.
"Gue usahain bang. Gue sekarang mau pulang dulu siap siap untuk kerja udah jam 5 pagi soalnya." Ucap Darren kemudian meninggalkan rumah sakit dengan jalan gontai.