Love And Past Stories

Love And Past Stories
Harapan yang sirna



"Eh Grey lo tau ga?" Ucap Anantasya yang baru saja masuk ke kelas dan langsung menghampiri Greysa yang sedang fokus dengan sebuah buku.


"Gak." Jawab Greysa tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang sedang ia baca.


"Nah karena lo gak tau makanya gw mau ngasih tau lo berita terkini." Ucap Anantasya duduk setelah meletakkan tasnya.


"Gosip apa lagi yang mau lo ceritain ke gue?" Tanya Greysa masih fokus dengan buku bacaannya.


"Tadi di gerbang gue lihat Pak Darren." ucap Anantasya mulai menceritakan kronologi yang terjadi saat dia berada di gerbang sekolah.


"Ya terus kenapa? wajar aja pak Darren lo liat di gerbang kan dia guru disini, lo gimana sih." Ucap Greysa memotong ucapan Anantasya.


"Ish makanya dengerin dulu gue belum selesai ngomong." Ucap Anantasya sedikit kesal.


"Jadi gue liat pak Darren dianterin sama cewek gitu kayaknya pacar pak Darren deh." Ucap Anantasya melanjutkan ceritanya.


"Lo serius?" Tanya Greysa langsung menatap Anantasya seakan tak percaya apa yang dikatakan oleh temannya itu.


"Serius lah mereka keliatan akrab banget terus si cewek ini ngasih pak Darren bekal juga apalagi hubungan mereka coba kalau bukan pacaran." Ucap Anantasya dengan sangat yakin.


Greysa terdiam seribu bahasa ia tidak menyangka akan mendapatkan berita tersebut di pagi itu. Hatinya terasa sakit seperti disayat sayat oleh cerita teman sebangkunya. Rasanya ia tidak ingin percaya dengan cerita itu namun saat teman temannya yang lain juga membicarakan itu berarti cerita tersebut bukanlah sebuah cerita bohongan yang dikarang oleh temannya.


"Tuh kan benar bukan gue doang yang lihat anak anak lain juga pada lihat, kayaknya hari ini hari patah hati para fansnya pak Darren nih." Ucap Anantasya saat ada anak lain menceritakan hal yang sama dengan yang diceritakannya kepada Greysa.


Greysa merasakan sakit di dadanya nafasnya terasa sesak tapi ia berusaha untuk menyembunyikan apa yang sedang ia rasakan karena ia tidak mau semua orang mengetahui bahwa dia menyukai Darren.


Tidak lama kemudian seorang guru masuk ke dalam kelas ia adalah buk Riri guru matematika yang mengajar di SMA Lentera Bangsa. Setelah berdoa mereka pun mulai belajar namun hari ini Greysa tidak bisa fokus dengan pelajaran. Pikirannya kacau saat mendengarkan cerita dari teman temannya tentang Darren.


Buk Riri yang sadar Greysa sedang tidak fokus menyimaknya langsung memberikan beberapa soal tentang materi yang baru saja ia ajarkan agar dijawab oleh beberapa orang anak.


"Oke untuk mengetes kemampuan kalian setelah ibu ajarkan silahkan tiga orang yang ibu tunjuk maju kedepan untuk menyelesaikan soal dipapan tulis setelah itu baru ibu berikan tugas." Jelas buk Riri.


"Gerald, Ghaini dan Greysa silahkan jawab pertanyaan yang ada di papan tulis." Ucap buk Riri.


Gerald dan Ghaini langsung berdiri dari tempat duduk mereka namun tidak dengan Greysa ia masih larut dalam pikirannya sendiri sehingga tidak mendengarkan buk Riri memanggilnya.


"Greysa!!! Apakah kamu tidak mendengarkan saya?" Ucap buk Riri meninggikan nada suaranya membuat Greysa tersadar dari lamunannya.


Greysa kebingungan ia menatap Anantasya agar temannya itu memberitahu kenapa dia dipanggil.


"Sono ke depan lo disuruh jawab pertanyaan itu." Bisik Anantasya.


"Hah?!" Ucap Greysa kaget serta kebingungan.


"Greysa ayo maju kedepan dan kerjakan soal yang ada di papan tulis atau saya suruh kamu berdiri di depan selama jam pembelajaran saya." Ucap buk Riri dengan tegas.


Greysa berjalan kedepan lalu mengambil spidol yang ada dimeja guru. Ia terdiam sejenak saat melihat soal yang ada di papan tulis.


"Kenapa lo? Gak bisa jawab ya? makanya jadi orang pintar dong." bisik Ghaini yang sedang mengerjakan soal disebelah Greysa.


Greysa menghela nafasnya sejenak sebelum memulai menjawab soal yang ada dihadapannya.


"Tenang Greysa lo harus tenang fokus sama pembelajaran." Gumam Greysa didalam hati


Setelah itu Greysa menjawab soal yang ada di papan tulis meskipun ia tidak menyimak ia masih bisa menjawab soal tersebut karena ia sudah mempelajari materi tersebut saat belajar di rumah. Setelah menjawab soal Greysa kembali ketempat duduk begitu juga dengan Ghaini dan Gerald yang sudah duluan kembali ketempat duduk mereka sebelum Greysa menyelesaikan jawaban dari soal yang berada dipapan tulis.


"Lo hari ini kenapa sih? Gak biasanya lo gak fokus belajar untung lo pinter jadi bisa jawab tu pertanyaan." bisik Anantasya saat Greysa sudah duduk kembali ditempat duduknya.


"Kalau gue gak pinter gak mungkin nih gue berada dikelas ini selama 3 tahun." Ucap Greysa


"Oke anak anak karena ketiga teman kalian yang tidak menyimak saya saja bisa mengerjakan soal didepan saya yakin kalian sudah paham dengan materi yang baru saja saya jelaskan jadi Sekarang kalian buat tugas halaman 112 dan 113 dikumpulkan dipertemuan selanjutnya." Ucap buk Riri.


"Karena jam pelajaran saya mau habis jadi kita tutup pelajaran sampai disini dan jangan lupa kerjakan tugas kalian." ucap buk Riri menutup pembelajaran.


"Baik buk!!" Sahut anak anak yang berada dikelas 12 IPA 1


Beberapa saat kemudian buk Riri pergi meninggalkan kelas tersebut dan guru lain pun masuk untuk mengajarkan pembelajaran selanjutnya hingga jam istirahat pertama berbunyi.


Pada jam istirahat Greysa, Kila, dan Anantasya pergi ke kantin karena mereka hari itu tidak membawa bekal jadi mereka terpaksa makan dikantin sekolah.


Saat mereka sedang makan di kantin Greysa melihat Darren juga masuk ke kantin tersebut. Entah kenapa saat melihat Darren ada getaran getaran didalam hatinya yang tak bisa dijelaskan. Ia tidak tau perasaan apa yang sedang menyelimuti hatinya.


"Kenapa masih ke kantin Pak? bukannya bapak tadi dibawain bekal ya sama pacar bapak." Ucap Ghaini yang juga baru sampai di kantin tersebut.


"Atau jangan-jangan masakan pacar bapak gak enak ya?" Ucap Tia temannya Ghaini.


"Kalian ngomong apaan sih?" Ucap Darren pura pura tidak mengerti.


"Udahlah pak gausah mengelak kami lihat kok tadi bapak dianterin sama pacar bapak terus dikasih bekal sama mereka ya gak guys?" Ucap Ghaini


"Benar tuh pak gausah malu malu pak, ntar kalau bapak nikah jangan lupa undangannya ya pak." Timpal Tia.


"Beneran yang dibilang sama anak anak Ren? Berarti ibuk mau punya menantu nih." Ucap ibu penjaga kantin yang sudah sangat dekat dengan Darren membawakan makanan pesanan Darren.


"Gak buk mereka salah paham aja lagian Darren belum ada kepikiran untuk menikah diumur segini." Ucap Darren mengelak.


"Menurut ibuk umur 24 udah cukup lah apalagi kamu sudah punya pekerjaan juga." Ucap ibu penjaga kantin.


"Tapi saya belum siap buk dan belum ada calonnya juga, yang dilihat sama anak anak itu teman saya tapi mereka mengira itu pacar saya." jelas Darren sambil terkekeh.


"Yasudah deh kalau begitu tapi kalau kamu mau menikah jangan lupa undang ibuk ya." Ucap penjaga kantin sebelum pergi meninggalkan Darren.


"Siapp buk itu sudah pasti ibuk akan saya undang." Ucap Darren sambil tersenyum.


Kemudian ibu penjaga kantin kembali ke dapur dan membantu para pekerja yang berada di dapur. Setelah kepergian ibu penjaga kantin Darren memakan makanan yang telah dipesannya sambil melihat handphonenya. Ia tidak menyadari bahwa Greysa juga berada di kantin tersebut.


Greysa berusaha untuk mengabaikan Darren namun teman temannya terus saja membahas kejadian tadi pagi tentang Darren.


"Gue yakin Pak Darren menyembunyikan hubungan mereka makanya pak Darren gak mau ngaku kalau mereka itu pacaran." Ucap Anantasya sambil memakan nasi goreng yang telah ia pesan.


"Benar tuh, lihat aja tuh sekarang Pak Darren lagi senyum senyum sendiri lihat handphonenya pasti lagi chattingan sama pacarnya tuh." Ucap Kila


"Kalian bisa gak sih gausah bahas pak Darren terus? Kayak gak ada topik yang lain aja, lagian terserah pak Darren lah mau dia publish hubungannya atau nggak itu kan hak dia." Ucap Greysa yang sudah muak mendengarkan teman temannya selalu membahas tentang Darren.


"Lo gak kepo gitu sama pacarnya pak Darren?" tanya Anastasya.


"Gak."


"Tapi benar juga sih kata Grey ngapain kita bahas tentang hubungan pak Darren sama pacarnya gak ada hubungannya juga kan sama kita." Ucap Kila setuju dengan Greysa.


"Udah ah bahas itu mulu, cepat habisin tu makanan setelah itu kita ke kelas." Ucap Greysa mulai kesal ditambah lagi ia melihat Darren senyum senyum sendiri sambil mengetik seakan sedang membalas chat dari seseorang.


Greysa berpikir bahwa ia tidak punya kesempatan lagi untuk mendapatkan Darren dan harapannya tentang hubungannya dengan Darren langsung sirna seketika.


Setelah makanan teman temannya habis dan membayar makanan yang telah mereka pesan Greysa dan temannya langsung meninggalkan kantin dan berjalan tepat didepan meja Darren. Darren melihat Greysa keluar dari kantin tersebut sedikit kaget ia tidak menyangka Greysa juga berada disana karena biasanya Greysa selalu membawa bekal. Darren terus memperhatikan Greysa sampai Greysa hilang dari pandangannya dengan pikiran yang bercampur aduk apalagi ia dirumorkan mempunyai pacar ia khawatir Greysa mempercayai rumor tersebut.