Love And Past Stories

Love And Past Stories
Prolog



Seorang gadis manis berusia 13 tahun sedang terbaring lemah di sebuah rumah sakit. Disamping gadis itu terdapat seorang wanita paruh baya yang sedang menangis mengharapkan putrinya segera membuka matanya.


"Bangun nak, kenapa kamu tidur terlalu lama? Apakah kamu tidak mau melihat mama lagi? Apakah kamu akan meninggalkan mama? Ayo bangun Grey mama disini menunggu kamu sayang." Tutur wanita itu sambil menggenggam tangan anaknya. Ia memberikan sebuah kehangatan dalam genggaman tersebut berharap anaknya kembali membuka mata.


Greysa dalam kondisi setengah sadarnya samar samar mendengar suara seseorang yang ia kenali. Kemudian Ia mencari asal suara itu yang membuatnya perlahan lahan membuka matanya, ia melihat remang remang cahaya lampu yang sedikit menyilaukan matanya kemudian ia memperhatikan sekelilingnya dan mendapati mamanya sedang menangis disampingnya.


"m-mama??" Ucapnya lemah dengan tatapan mata yang sayu.


"Greysa?!!! Akhirnya kamu sadar nak" Ucap Mamanya sedikit terkejut dan bahagia. Ia memeluk anaknya dengan air mata yang terus mengalir dari kedua matanya. Tangis kesedihan tadi berubah menjadi tangis bahagia.


"A-aku sakit apa ma? Kenapa aku ada dirumah sakit?" Tanya Greysa kebingungan ketika ia menyadari ia berada dalam sebuah kamar rumah sakit.


Mamanya terdiam sejenak mendengar pertanyaan dari Greysa, ia menelan ludah karena tidak siap untuk memberi tau kebenaran apa yang telah menimpa anaknya itu.


"Kalau kamu gak ingat gak usah diingat ya, kamu tidak mengalami sakit yang parah jadi kamu gak perlu khawatir." ucap mamanya Greysa berharap anaknya benar benar melupakan kejadian yang membuatnya sampai dibawa ke rumah sakit.


"akhh!!" Rintih Greysa sembari memegang kepalanya.


"Mama panggil dokter dulu ya." Ucap mamanya pergi keluar ruangan untuk memanggil dokter.


Tanpa mamanya Greysa sadari didekat pintu masuk ruang rawat Greysa berdiri seorang laki laki yang sedari tadi memperhatikan kedalam ruangan dari celah pintu yang sedikit terbuka. Laki laki itu tersenyum menatap Greysa yang telah sadarkan diri dan berusaha untuk mengingat ingatannya yang hilang.


laki laki itu pergi meninggalkan ruangan itu ketika ia melihat mamanya Greysa dan seorang dokter berjalan mendekati ruangan tersebut. Setelah dokter dan mamanya Greysa masuk kedalam ruang rawat Greysa ia kembali mendekati ruangan tersebut agar mengetahui kondisi Greysa setelah sadarkan diri.


Dari luar terdengar bahwa Greysa mengalami hilang ingatan sebagian yang membuatnya melupakan kejadian yang baru terjadi beberapa tahun yang lalu. Mendengar itu laki laki tersebut sedikit terkejut.


"Syukurlah kamu tidak mengingat kejadian itu dan kamu juga melupakan akan melupakan aku, Grey. Dengan begitu aku dapat pergi dengan tenang tanpa mengkhawatirkan kondisi kamu. Maaf atas semua yang telah terjadi, semoga ini memang berakhir disini dan mungkin ini akan menjadi pertemuan terakhir kita." Gumam laki laki tersebut sembari berusaha tersenyum dan tanpa ia sadari air matanya mulai berjatuhan.


Ia kemudia meninggalkan ruangan tersebut. Greysa yang merasakan ada sesuatu yang membuatnya sedikit resah, ia memperhatikan pintu masuk yang sedikit terbuka namun ia tidak melihat apapun disana. Entah kenapa hal itu membuat hatinya terasa nyeri seakan ia mengharapkan seseorang datang dari pintu tersebut.