LOVE AND HATE

LOVE AND HATE
Bab 4 - Aku Berjanji



Vino mengajak Darra duduk di taman yang tepat di depan mereka. Vino menenangkan Darra yang mulai berlinang air mata.


" Sayang, sudah ya jangan menangis lagi" ucap Vino, mengelus-ngelus pundak Darra.


" Kenapa aku secengeng ini, hiks..hiks..." ucap Darra dengan membasuh mukanya, dengan sapu tangan yang diberi Vino.


" Kamu gak cengeng sayang, kamu wanita yang kuat, tegar, dan sabar" Vino terus menenangkan Darra.


" Memalukan sekali diriku ini"


" Enggak kok, sudah ya jangan nangis lagi, ayo kita naik itu" Vino tunjuk wahana bianglala.



" Serius sayang" ucap Darra dengan suara yang masih serak karena menangis.


" Iya ayo" Vino menarik tangan Darra.


" Apa kamu yakin ingin naik itu, apa kamu tak malu?"


" Demi membuatmu tersenyum, dan tak bersedih lagi aku siap lakukan apa pun untukmu sayang" Vino memeluk Darra dan mencium panggal rambut Darra.


Mereka berjalan menuju wahana bianglala, bagi Darra ini seperti mimpi. Vino memperlakukannya sama seperti yang Alm.papa Darra lakukan setiap kali Darra bersedih. Darra menggenggam erat tangan Vino.


" Kenapa sayang, kamu takut ya, kan kita belum naik" ujar Vino terkejut karena Darra menggenggam tangannya erat.


"Aku tak takut sayang, tapi sebaliknya, aku sangat senang" Darra tersenyum manis. Vino senang mood Darra mulai kembali membaik. Vino mencium tangan Darra yang menggenggamnya erat.


Tiba giliran mereka untuk naik, bianglala mulai berputar. Darra melihat pemandangan dari atas banyak yang berubah, tapi tetap nampak indah.


" Sayang apa kamu suka" tanya Vino sembari menggenggam tangan Darra.


" Iya sayang, lihatlah bunga-bunga itu terlihat nampak indah dari sini" tunjuknya kearah taman yang dipenuhi bunga lily dan lavender. Vino menatap Darra dalam-dalam. Dibalik sikapnya yang periang ternyata disaat mengingat alm.papanya Darra menjadi sangat sensitif.


" Aku tak salah memilihmu sayang, kamu wanita baik, sederhana dan penyayang. Aku akan selalu disisimu dan membahagiakanmu" gumam Vino dalam hati.


Darra menatap Vino heran, matanya terlihat menerawang jauh dan senyum-senyum sendiri.


" Sayang kamu kenapa" ucap Darra.


" Sayang kamu gak pa pa kan" panggilnya lagi


" Sayang kamu kesambet ya" Darra mencubit punggung tangan Vino, karena sedari tadi ia tak menjawab malah terus tersenyum menatap Darra.


" aww...aww, sakit" Keluhnya.


" Syukurlah kamu masih sadar"


" Apa maksudmu sayang, sedari tadi aku juga sadar" bela Vino.


" Sadar apanya, dipanggil gak jawab-jawab, malah senyam-senyum bikin takut saja" jelas Darra sedikit kesal.


" Aku sedang membayangkan mu sayang"


" Membayangkan, pasti kamu bayangi yang jorok-jorok sampek senyum-senyum gitu, ih...dasar mesum" Darra semakin kesal, ia mencubit lengan Vino lebih keras.


" Aww...aww.....aduh... SAKIT sayang" teriak Vino.


" Biarin, kamu menyebalkan, dasar tukang mesum" ucap Darra dengan wajah cemberut.


" Siapa yang tukang mesum, aku hanya mengagumimu sayang, aku tak salah memilihmu, menjadikanmu istriku dan aku berjanji akan selalu membahagiakanmu, dan aku tak akan pernah menyakitimu" Ucap Vino tulus meski sedikit kesal, karena ulah Darra. Darra menatap wajah Vino dalam-dalam.


" Ucapkan sekali lagi" Darra menyakinkan pendengarannya. Vino meraih kedua tangan Darra mencium punggung tangannya.


" Iya sayang, aku berjanji akan selalu membahagiakanmu, memenuhi setiap keinginanmu, tak akan pernah menyakiti dan mengecewakanmu sayang, cuppp..." ucup Vino menyakinkan Darra, dan tak lupa kecupan hangat mendarat di dahi Darra.


" Terima Kasih sayang" Mata Darra berkaca-kaca, ia mencium pipi Vino. Dan Vino memeluknya.


" Emrgg... Permisi saatnya turun" terdengar suara petugas wahana Vino dan Darra merenggangkan pelukan hangat mereka. Wajah Darra memerah karena malu. Banyak sorot mata yang menatap mereka.


" Aduh, bucin" ucap salah satu pengunjung.


" Iya, dasar tak tau malu dimana-mana umbar kemesraan" sahut pengunjung satunya. Darra berjalan dengan kepala tertunduk karena malu.


" Memang kenapa kalau bucin, kita suami istri sah-sah saja kan" Vino membela diri, pengunjung itu terdiam, malah menatap wajah Vino mengagumi ketampanan Vino. Darra menarik tangan Vino untuk cepat-cepat meninggalkan tempat itu.


Sadar dengan sikap Darra yang kesal karena perkataan pengunjung tadi. Vino yang menatap penjual es krim didepan mempercepat langkahnya. Ia berniat membelikannya untuk Daraa agar moodnya kembali membaik. Darra mengikuti langkah Vino mendekati penjual es krim, ia tersenyum pada Vino seolah Vino tau apa isi hatinya.


" Ini untukmu sayang, jangan cemberut lagi ya" Vino menyerahkan satu cone es krim Cornetto yang sudah dibuka pada Darra.


" Terima kasih sayang" Darra segera memakannya.


" Ya ampun aku lupa sayang, maaf" ucapnya penuh penyesalan.


" Iya gak papa sayang, ya sudah besok saja, hari ini waktunya kita berkencan"


" Iya, Terima Kasih untuk hari ini"


" Oke, untuk upah hari ini beri aku ciuman.." perintah Vino memonyongkan mulutnya. Darra langsung menyodorkan es krim ke mulut Vino. Alhasil mulut Vino belepotan penuh es krim.


" Hahahahaha....lucu sekali" tawa Darra menggema. Vino yang sadar bibirnya terasa dingin, ia membuka matanya.


" Sayang kamu jahat sekali" Vino kesal dengan ulah Darra, tapi Darra masih saja tertawa tak henti-henti dan akhirnya. " Cuppp....."


Vino mencium bibir Darra, Darra yang terkejut hanya melototkan matanya. Vino mencium bibir Darra dengan lembut, dinikmatinya rasa manis dari bibir Darra.


Darra menyudahi ciuman mereka karena semua yang melewatinya menatap dengan geli. Ia mengambil sapu tangan Vino, mengelap mulutnya, kemudian mengelap mulut Vino.


" Sayang malu kan, kamu ini" Darra mengomeli Vino sembari mengelap bibir Vino yang belepotan.


" Salah sendiri orang minta cium, malah menipuku" keluhnya kesal.


" Lagian ditempat umum kayak gini minta cium"


" Ya ampun sayang, mesra dikit kenapa sih, lagian apa salahnya kamu kan istriku"


" Calon istri"


" Ah, masa bodo, kamu istriku ya istriku, entah sudah menikah atau belum, kamu milikku"


" Iya, iya, terserah lah. Ayo kita pulang, sudah sore, langsung antar aku ke rumah ya"


" Baiklah, rumah kita kan, siap" Vino berdiri dan menggandeng tangan Darra.


" Lho kok rumah kita?"


" Lha iya dong, rumah kita" Vino sengaja menggoda Darra.


" Rumah Abangku sayang, kamu jangan aneh-aneh" Darra memukul lengan Vino.


" Hahaha...iya iya sayang, ya Tuhan kenapa kamu setakut ini"


" Bukannya takut, kamu kan sudah janji sama Abang, aku gak mau kita ngecewain dia" ucap Darra serius.


" Iya, iya sayang aku hanya bercanda, aku gak akan ngelanggar janjiku dengan bang Arnes. Salah-salah aku tak jadi direstui meminang mu, tak ada arti hidupku nanti"


" Humz.... Lebay amat, gak segitunya juga sayang, abangku tak sejahat itu"


" Berarti boleh dong, semalam lagi denganku" ucap Vino dengan senyum nakalnya.


" Etsss... Tidak boleh jangan harap ya"


" Halah...." jawab Vino lesu.


" Sabarlah sebentar lagi sayang, cuppp...." ucap Darra sembari mencium pipi Vino dengan lembut.


" Yang kayak ini nich, membuatku jadi tak sabar, cupp..." Vino membalas mencium pipi Darra.


Darra menyandarkan kepalanya dilengan Vino, Vino melajukan mobil dengan lihai dipadatnya arus jalan raya.


.


.


.


.


Happy Reading🤗


Bagi yang muslim, saya ucapakan😊


*Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1441 H*


MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN 🙏


*Taqobbalallahu minna wa minkum Barakallahu fiikum*


Semoga kita dipertemukan dengan Ramadhan tahun depan dalam keadaan sehat. Aamiin