
Setelah menunggu di ruang tamu akhirnya Felix turun dari tangga dengan masih menggunakan baju tidur. Hatiku terasa sakit melihat mukanya yang tampak sangat pucat dan matanya yang sayu. Aku segera berlari untuk membantunya menuruni tangga " Apa kau benar- benar kuat? " tanyaku tidak bisa menyembunyikan kekhawatiran.
" Ada apa mencariku " ujarnya tidak memperdulikan ucapanku.
" Apa kau benar- benar kuat? sebaiknya kamu istirahat saja " Kata ku mengulanginya lagi dengan mengerutkan dahi.
" Aku baik- baik saja, duduklah " jawabnya melihatku.
" Apa tadi kau sedang istirahat? " tanyaku duduk.
" Benar , setelah bertahun-tahun baru kali ini waktu istirahatku diganggu oleh seorang wanita " ungkapnya tanpa memikirkan perasaanku. Jika saja dia tidak sakit sudah ku pukul kepalanya.
" Aku tidak bermaksud mengganggu mu, aku hanya ingin mengembalikan mantelmu " jawabku dengan nada sehalus mungkin.
" Anak kucing yang rela meninggalkan tempatnya yang hangat hanya untuk hal ini? anak kecil saja bisa tahu jika dia berbohong "
Aku terkejut dengan ucapannya, apa dia merasakan aku sangat ingin bertemu dengannya, kenapa dia sangat pintar membuatku menjadi gugup. " Ah apa maksudmu? "
" Baru beberapa hari aku tidak menemui mu saja sudah sangat berani datang jauh- jauh kemari, memangnya untuk apa lagi jika tidak ingin bertemu denganku " jawabnya tersenyum kecil.
BUGH!! Aku memukul dada nya karena benar-benar tidak tahan dengan sifat angkuh nya "Rasakan itu, apa sakit? aku sudah sangat kesusahan untuk bisa sampai kemari, apakah kamu bisa memperlakukan ku dengan baik " seruku.
" Ah! kamu tega sekali menyakiti org yang sudah sekarat " kata Felix memegang dadanya.
"Tuan, apakah Tuan baik- baik saja? jika perlu aku akan memanggilkan dokter sekarang juga" seru asistennya, yang mengenakan jas serba hitam.
" Aku tidak apa- apa, kamu pergilah jangan ganggu aku " kata Felix masih memegang dadanya. Apakah pukulanku benar- benar menyakitinya.
" Baik tuan " kata asisten itu kemudian pergi.
" Felix apakah tadi benar-benar sakit? aku minta maaf " kata ku memperhatikan dadanya "Kemari biar ku lihat lebam atau tidak ".
" Buka saja jika mau melihat ".
Karena sangat khawatir, aku segera membuka bajunya dan memeriksa dadanya, tapi ternyata tidak lebam, dan tidak ada bekas membiru. Aku mengerutkan dahi dan melihat wajahnya dengan curiga.
" Bagaimana sudah puas melihat dadaku " kata Felix tertawa.
" Bocah sialan! dasar penipu " seruku mendorong tubuhnya.
" Jujur saja aku terharu dengan sikapmu barusan, apakah aku perlu berterimakasih? " Jawabnya tersenyum senang.
" Diam! " seruku tidak tahan dengan sikapnya yang selalu berhasil memojokkan ku dan membuatku malu " Bukankah tuan Felix yang terhormat sudah puas mempermainkan ku, aku akan pergi sekarang ".
" Tuan ini adalah waktu anda makan siang " Kata pelayan wanita dengan membungkukkan tubuhnya.
" Aku tidak selera, buang saja makanannya " jawab Felix tidak perduli.
" Tapi tuan... anda belum makan dua hari ini ".
" Aku tidak suka mengulangi kata- kataku! " seru Felix.
" Baik.. baik tuan "
" Tunggu. Biar aku yang menyuapi tuan Felix, bisakah kamu membawakan makanannya kemari " sahutku.
" Baik " Jawab pelayan itu kemudian pergi.
" Aku tidak selera makan " Kata Felix.
" Apa kamu gila, kamu sedang sakit tapi tidak makan selama dua hari. Pantas saja mukamu sangat pucat, kamu harus makan sekarang " omel ku khawatir.
" Tapi bagaimana kalau aku tidak mau "
" Akan ku paksa " bantahku melihatnya dengan menyipitkan mata.
" Tatapan apa itu ".
Setelah beberapa saat akhirnya pelayan itu datang dengan membawa nampan yang berisi semangkuk bubur dan air putih.
" Terimakasih maaf merepotkan mu " kata ku pada pelayan.
" Baik nona, saya permisi ".
" Nah Felix ayo makan " kata ku menyendok bubur.
" Aku tidak mau " jawabnya memalingkan muka.
" Sedikit saja agar tidak bertambah sakit "
" Tidak ".
" Apa kau tahu, pelayanmu sudah bersusah payah menyiapkan makanan ini, terlebih lagi jika kamu tidak mau memakannya apa harus di buang? begitu banyak orang kelaparan diluar sana. Aku tidak mengerti kenapa ada orang yang tidak bisa menikmati suatu hal yang bahkan tidak semua orang bisa memilikinya " kata ku masih memegang mangkuk bubur.
" Baguslah makan yang banyak ya " Kata ku senang dan mulai menyuapi nya.
" Tadi kamu bilang makanlah sedikit " jawabnya meneliti omonganku.
" Baiklah baiklah, hanya sedikit " Jawabku mencoba sabar " cepat sedikit tuan muda, buka mulutmu ".
Aku benar- benar tidak bisa membayangkan para perawat dirumah sakit yang bisa dengan sabar mengahadapi para pasien, bagaimana mereka melakukannya selama bertahun-tahun.
{ MY PARTNER BABY GIRL }
Dari sudut rumah megah milik Felix para asistennya yang setia melihat tuan muda mereka dengan perasaan senang, karena baru kali ini ada seorang wanita yang mampu membujuk Felix. Selama bertahun-tahun Felix adalah satu-satunya tuan muda yang dingin dan tak mudah tersentuh oleh sembarang orang. Dia sangat pemilih dalam hal apapun dan para asistennya tahu itu dengan baik, karena mereka juga yang menemani masa kecil Felix hingga sekarang.
" Baru kali ini aku melihat tuan muda begitu dekat dengan orang lain " ujar salah satu asisten.
" Benar, dan kelihatannya tuan muda juga tidak keberatan dengan kehadiran wanita itu " imbuh teman disampingnya.
" Sudah cukup, aku sudah kenyang " kata Felix.
" Baiklah, selanjutnya kamu harus makan tepat waktu, mukamu yang pucat terlihat sangat jelek " kata ku membereskan mangkuk.
" Begini saja sudah dapat memancing ikan untuk berenang mendekatiku " jawabnya tersenyum.
" Jaga ucapanmu tuan muda, aku ini adalah tamu mu " jawabku mencoba sabar.
" Baiklah baiklah ".
" Oke kalau begitu aku pergi dulu "
" Dasar tidak bertanggung jawab, bantu aku kembali kekamar " kata Felix.
" Ya sudah ayo " .
Aku membantu Felix menaiki tangga dengan memapah satu tangannya. " Istirahat lah. Maaf jika aku lancang tadi " kata ku.
" Tapi aku suka " jawabnya.
" Suka apanya? " Tanyaku membuka pintu kamarnya.
" Perhatianmu ".
" Jangan bicara sembarangan sekarang masuk dan tidur " jawabku berusaha sebisa mungkin untuk tidak gugup.
" Tapi bukankah kamu juga senang bertemu denganku? " Tanya nya melihat ku.
" Aku bisa menemui siapa pun dan tidak menemui siapa pun, kenapa aku harus senang bertemu denganmu " kata ku menghindari tatapan matanya.
" Karena detak jantungmu sangat keras sekali sekarang " jawabnya tersenyum.
" Ap.. apaa " jawabku melihatnya dengan terkejut.
" Tomatnya sudah matang " kata Felix mencubit pipi ku.
" Ah Felix.. aku harus pulang sekarang " jawabku segera pergi dari rumah Felix.
Aku menuruni tangga dengan berlari dan berhenti didepan pintu dengan menepuk- nepuk pipi ku, sadarlah Karla.. apa yang kamu lakukan, tadi sangat memalukan.
" Nona apakah kamu baik- baik saja " Tanya asisten Felix yang melihatku menepuk-nepuk pipi.
" Aku baik- baik saja "
" Tapi pipi mu merah nona, kami bisa membantu mu pergi untuk diperiksa kan " ujarnya dengan polos atau sengaja mengejek ku.
" Tidak perlu, ehmm.. terimakasih aku pergi dulu " Jawabku berlari keluar gerbang.
Dasar! kenapa semua yang ada dirumah ini begitu menyebalkan. Apa ini yang diajar kan Felix pada asistennya.
{ MY PARTNER BABY GIRL }
Felix tersenyum puas melihat muka Karla yang memerah, jelas sekali jika gadis itu sedang salah tingkah. Kemudian Felix menuju ke balkon dan melihat asistennya sedang berbincang dengan Karla kemudian tak lama dia berlari keluar dengan muka yang masih semerah tomat.
" Baron " Seru Felix dari atas balkon memanggil asistennya.
Baron adalah asisten yang paling Felix percayai, dia bertubuh kekar dan besar tapi kesetiannya pada keluarganya memang tidak bisa diragukan lagi. Dia bagai singa yang siap menerjang melindungi tuannya tapi jika Felix berkata dia akan sangat menurut bagai anjing yang sudah dilatih bertahun-tahun.
" Ya tuan muda " jawab Baron.
" Jika wanita itu datang lagi kemari, kalian tidak perlu mengintrogasinya, dia adalah orangku. Perlakukan dia dengan baik " ujar Felix.
" Baik tuan muda ".
#Jika kalian menyukai cerita ini mohon berikan dukungan dan kritik saran agar kedepannya bisa lebih baik lagi, terimakasih🥰.