LOVE AND HATE

LOVE AND HATE
BAGIAN 10



Setelah memarahi Felix aku segera pergi dari Caffe dan tidak memperdulikan berapa pasang mata yang melihatku. Sekarang ini dandanan ku sudah luntur, tatanan rambutku juga berantakan tertiup angin dengan menenteng tas kecil aku berjalan sendirian. Menurutku tak ada yang lebih menyedihkan dari pada aku, sudah dicampakkan dan sekarang harus berjalan dengan gaun yang hampir membuatku mati kedinginan. Aku bersedekap agar lebih hangat dan mengutuk nasibku hari ini.


Beberapa menit kemudian dari arah belakangku ada mobil yang melaju sangat kencang dan berhenti tepat didepanku, karena kaget aku sampai tersentak mundur, ini mobil Felix.


Benar saja dia keluar dan langsung mengenakan mantel kepadaku "Ayo ku antar".


" Tidak perlu, aku juga tidak kedinginan "


" Tidak kau kedinginan, jadi pakai ini " sahutnya menahan tanganku yang ingin melepas mantel yang dia pakaikan.


" huh sekarang apa lagi mau mu " jawabku menghela nafas.


" Dengar, aku hanya tidak suka orangku sembarangan berbicara dengan lelaki lain ".


" Pertama Jason bukan orang lain dia temanku, kedua aku bukan orangmu " sahutku.


" Benarkah, tapi bagaimana jika suatu hari kamu akan termakan oleh omonganmu sendiri dan malah menyukaiku? ".


" Masa depan biarlah tetap menjadi misteri tapi yang aku tahu aku tidak akan termakan oleh omonganku sendiri " .


" Baiklah baiklah anggap saja aku takut padamu, sekarang ayo naik " kata Felix membukakan pintu mobil.


" Tidak mau " jawabku keras kepala, tapi dia langsung membopong ku masuk kedalam mobil. " Felix turunkan aku!! ".


" Aku tidak menculikmu kenapa harus berteriak seperti itu " kata Felix.


" Aku sangat membencimu Felix " seruku pelan lalu dengan terpaksa menurut untuk duduk didalam mobil, Aku merasa sekarang seperti anak kucing yang diculik oleh anak-anak nakal lalu dikurung didalam kandang yang bau.


" Dan sebentar lagi akan menyukaiku " Jawabnya tersenyum.


" Diam atau aku loncat ".


Setelah sampai diapartemen, aku segera turun dari mobil tapi sebelum aku membuka pintu Felix dengan lebih dulu menahan tanganku. "Ini sudah sampai biarkan aku turun, aku lelah" kataku pelan.


" Ambil ini " dia menyodorkan sebuah bingkisan kecil.


" Apa ini? "


" Buka saja ".


Dan ketika aku membukanya ternyata itu adalah sebuah kotak musik yang begitu indah, dihiasi dengan pahatan peri kecil lengkap dengan sayapnya.


" Apa ini untukku? " tanyaku.


" Ya, aku hanya menebak kau menyukai ketenangan jadi kurasa benda ini cocok untukmu " Jawab Felix.


" Terimakasih Felix ini memang salah satu benda kesukaanku " kataku masih sibuk mengagumi kotak musik ini.


" Karla "


" Ya? "


" Malam ini kau sangat cantik " kata Felix melihatku dengan mata birunya yang sayu, sungguh membuat hati bergetar.


Aku yang melihatnya menjadi salah tingkah, pesonanya sangat indah tapi sekaligus mematikan. Lebih baik dia bersikap keras seperti tadi dari pada bersikap lembut seperti ini aku malah menjadi malu.


" Em itu karena gaun ini darimu " jawabku seadanya.


" Heh kau sedang apa " seru Felix menjitak jidatku.


Karena kaget aku langsung membuka mata, dan ternyata dia hanya membantuku melepaskan shift belt, astaga ini sungguh memalukan " Jadi kau.. bukan.. "


" Bukan apa? " sahutnya.


" Bukan apa- apa, aku.. aku masuk dulu, dah makasih Felix " Jawabku gugup dan langsung berlari masuk ke apartemen.


{ MY PARTNER, BABY GIRL }


Felix tersenyum senang menyadari tingkah menggemaskan Karla kemudian melihatnya berlarian memakai mantel besarnya membuatnya seperti anak kecil dan Felix tersenyum sekali lagi.


" Bukankah kau sudah termakan oleh omonganmu sendiri Karla? " ujar Felix pelan kemudian melaju pulang.


Nafasku memburu karena berlarian menaiki tangga, aku melepas mantel milik Felix lalu melemparnya diranjang. Sejenak aku berfikir kenapa aku begitu ceroboh bersikap memalukan seperti tadi, aku sering memperingatkan diriku sendiri tapi didepan Felix kenapa tubuhku seakan tidak mendengarkan apa yang aku katakan.


Setelah membasuh muka aku mencari udara segar dibalkon kamarku. Termenung melihat bintang yang bertebaran, cahayanya sungguh membuat haru. Langit dan bintang tidak pernah berubah sejak dulu tetapi hati orang yang melihatnya bisa berubah. Sejak bertemu Felix kenapa aku merasa banyak yang berubah dari diriku dan hatiku. Aku memutar tombol dibawah kaki peri kecil dan mendengarkan alunan nada dari kotak musik pemberian Felix. Aku tahu seharusnya aku menghindarinya sejak awal, menghindari pesonanya, menghindari mata birunya, mengabaikan semua perhatiannya, kejadian dicaffe, bunga tulip, semuanya seharusnya aku menghindarinya tetapi apa yang aku lakukan sekarang! Aku bahkan tidak bisa menghentikan detak jantungku sendiri.


Sekarang didalam kampus pun aku tidak dapat fokus mendengarkan dosen, semalam aku tidak dapat tidur fikiranku tidak bisa berhenti dan semakin bercabang-cabang. Aku merasa kantung mataku sangat terlihat sekarang. Setelah kelas selesai aku duduk ditaman kampus dan memasang earphone.


" Karla " Aku tersentak dengan tepukan dipundakku, ternyata Hyejin.


" Ternyata kamu " kataku melepas earphone.


" Kelihatannya sedang tidak baik- baik saja " Tanya Hyejin.


" Bagaimana kamu menebaknya "


" Kantung matamu yang berbicara haha " seru Hyejin tertawa puas dan langsung kusambut dengan pukulan dibahunya " Aww " jeritnya.


" Jason bilang kau menjadi pasangan dari seorang pemilik perusahaan semalam bukankah itu menyenangkan? " ujar Hyejin "Dan kalau tidak salah namanya Felix ".


" Apa Jason bercerita padamu? "


" Sedikit "


" Apa kau mengenal Felix? " tanyaku pada Hyejin.


" Tidak hanya sekedar tahu dia salah satu pemilik perusahaan terbesar di Seoul " jawab Hyejin " jadi apa yang membuatmu merenung disini? apa karena Felix? "


" Tidak " jawabku gugup.


" Seseorang tidak akan pernah begitu mengganggu jika kita tidak memiliki perasaan untuknya " ujar Hyejin.


" Ap... apa maksutmu? " jawabku semakin gugup.


" Karla kenapa kamu begitu gugup jika tidak seperti yang aku katakan maka santai saja " kata Hyejin melihatku " oh aku mengerti.. "


" Ehm Hyejin aku ingat masih ada urusan, aku pulang dulu " sela ku dan buru- buru pergi aku tidak memperdulikan Hyejin yang memanggilku.


# Mohon maaf guys kalau ada yang bingung dibagian { MY PARTNER BABY GIRL }, itu bagian partner gw yg cerita guys, karena gw nulis ceritanya pake sudut pandang pertama jadi dibagian- bagian yang tidak kejangkau sama sudut pandang gw, si baby girl yang bakal cerita supaya alur ceritanya lebih jelas. Jadi kedepannya klo ada tulisan { MY PARTNER BABY GIRL } itu berarti giliran partner gw yang jelasin atau lagi bercerita. semoga kalian semua paham yak, mohon maaf sekali lagi jika ada yang membingungkan. Oh iya guys ini gw kasi liat foto partner gw si baby girl