
"Aww....." Jerit Darra seketika membalik kan badan dan menutup mata dengan kedua tangannya.
Darra melihat Vino yang telanjang dada hanya menggunakan handuk sebagai penutup bagian bawah tubuhnya.
" Hahahaha...Sayang kamu kenapa?" Ucap Vino mendekati Darra.
" Vino berhenti, jangan mendekat, cepat pakai bajumu?" perintahnya, dada Darra berdegup kencang.
" Sayang kelak kamu juga akan sering melihatku seperti ini kan" godanya, memegang tangan Darra.
" Vino, dasar mesum" Darra menarik tangannya yang dipegang Vino, dan pergi keluar kamar Vino. Vino tertawa terpingkal-pingkal melihat tingkah Darra.
" Cepat pakai bajumu, aku tunggu dimeja makan" ucap Darra dibalik pintu kamar Vino.
Beberapa menit kemudian Vino keluar dari kamarnya mengenakan Kaos oblong dan celana jens pendek.
Mata Darra tak berkedip melihat kedatangan Vino. Apapun yang dipakainya dia selalu terlihat tampan. Darra tak menyadari Vino sudah berada disebelahnya.
" Sayang....Cupp...." Vino mendapat satu kecupan dipipinya, saat Vino menjulurkan kepalanya tepat di samping kepala Darra, dan Darra menoleh ke arah sumber suara tersebut.
" Iya..." suara Darra tenggelam karena dibibirnya menempel dipipi Vino. Lagi-lagi Vino menggodanya.
" Terima kasih sayang, Cupp..." Vino membalas mencium pipi Darra.
Setelah itu Vino berjalan ketempat duduknya, Vino duduk didepan Darra. Dengan masih tertawa puas, melihat Darra yang kesal.
" Uhh....menyebalkan" Darra melempar Lap yang ada didepannya ke arah Vino.
Bibik yang melihat tingkah majikannya itu tersenyum, karena baru kali ini melihat Tuannya nampak begitu senang.
" Hahaha.... Iya iya maaf sayang"
" Gak, aku gak maafin"
" Lho kok gitu, ini bukan sepenuhnya salahku kan, kamu yang mencium ku duluan"
" Tapi kamu sengaja"
" Ya tuhan, baiklah hukum aku asal kamu tak merajuk lagi"
" Benarkah, apa pun itu hukumannya?"
" Iya apa pun itu, asal jangan memintaku pergi darimu"
" Hissst... Lebay, mikir apa sih"
" Siap tau, karena kesal padaku, kamu akan lakukan itu"
" Memangnya mau begitu"
" Ihh...amit...amit.... Jangan, jangan sampai seperti kamu, kamu tak boleh pergi dariku sampai kapan pun" Vino meraih kedua tangan Darra mencium kedua punggung tanganya bergantian.
" Jangan pernah tinggalkan aku, meski aku sering menggoda dan membuatmu kesal sayang, berjanjilah" Suasa menjadi melow, Bibik yang melihat adegan itu ikut terharu, ternyata Tuan mudanya begitu menyayangi calon istrinya itu.
" Sayang aku berjanji tak akan pernah meninggalkanmu, kenapa jadi baperan sih" ejek Darra.
" Baru kali ini kamu meminta sesuatu padaku disaat kamu kesal, aku takut kamu akan meminta sesuatu aneh-aneh kan"
" Hahahahahaha, Vino...." Darra geli melihat raut wajah Vino menyedihkan bak bocah yang kehilangan mainannya.
" Sudah, sudah, kamu terlalu berlebihan, ayo makan, setelah ini ajak aku jalan-jalan sebagai ucapan permintaan maaf mu" Vino melotot tak percaya mendengar permintaan Darra.
"Ya tuhan sayang, bilang dari tadi kek kalau mau jalan-jalan"
" Kamu nya aja yang terlalu lebay, pikiranmu terlalu berlebihan, wekkk...." ejek Darra menjulurkan lidahnya.
" Humz, mulai nakal kamu ya, lihat saja nanti" gumam Vino dalam hati.
Mereka pun menikmati sarapannya dengan sangat lahap, tak ada satu suara lagi dari mereka berdua. Bibik yang melihat pasangan muda mudi itu tersenyum-senyum sendiri.
Sesekali dilihatnya Tuannya itu menyuapi calon Nyonya nya dengan mesra, selang beberapa detik dilihatnya lagi menyuapi tapi dengan menggoda. Membuat Nyonya nya kesal. Siapa pun yang melihatnya ikut merasakan kasih sayang antara keduanya.
Setelah beberapa menit mereka sudah bersiap untuk jalan. Vino melajukan mobilnya ketempat yang Darra inginkan. Hari ini Vino akan menuruti semua permintaan Darra, agar ia tak merajuk lagi.
Darra menginginkan ke wahan hiburan, meski sedikit terkejut dengan keinginan Darra tapi Vino tetap mengiyakannya.
" Sayang kenapa malah ngajakin kesini" ucap Vino melihat sekitar tempat yang ditujunya.
" Kenapa kamu gak mau, atau gak suka?" ucapnya cemberut.
" Bukan seperti itu sayang, hanya tak percaya saja kamu menginginkan kesini"
" Aku rindu papaku" ucap Darra lihir hampir tak terdengar. Ia menundukkan kepala, matanya berkaca-kaca. Vino menarik tangan Darra memeluknya dengan erat.
" Sayang kamu gak papa kan, jangan bersedih" ucapnya sembari mencium pangkal rambut Darra.
" Humz, Dulu papa sering mengajakku kesini, bersenang-senang menaiki beberapa wahana permainan, papa akan mengajakku pulang saat aku sudah merasa bahagia dan tak kesal lagi. Setiap aku pulang dari sini suasana hatiku kembali membaik" jelas Darra dengan isakan tangis lirih darinya.
Sekilas tentang Darra
Darra dua bersaudara, orang tuanya sangat menyayangi kedua anak-anaknya. Saat mengetahui bahwa anak keduanya berjenis kelamin perempuan papa Darra begitu bahagia mendengarnya. Arnes kakak Darra menjadi jagoan kecil papanya, saat itu umur Arnes 9th lebih tua dari Darra. Sedangkan kelahiran Darra menjadi peri cantik bagi papanya.
Saat umur Darra menginjak dua tahun mamanya meninggal karena sakit yang diderita. Darra dibesarkan oleh papanya seorang diri ditemani Arsen yang slalu menjadi kebanggaan papanya. Sosok kakak dan anak laki-laki yang penuh tanggung jawab dan patuh pada kedua orang tuanya.
Darra dimanjakan oleh kedua lelaki kesayangannya itu. Saat Darra remaja ia tubuh menjadi gadis yang cantik, baik hati dan mandiri. Setiap lelaki yang mengenalnya selalu ingin lebih dekat dengannya. Tapi Arnes sangat posesif dia selalu memilih siapa laki-laki yang berhak dekat dengan adik semata wayangnya itu.
Beberapa tahun kemudian papa Darra meninggal karena kecelakaan, saat ia duduk dikelas XI bangku SMA. Arnes yang saat itu baru saja menjabat sebagai Direktur utama di perusahaan yang dirintis papanya. Harus bekerja lebih keras demi dia dan adiknya.
Arnes menikah saat Darra sudah menjadi mahasiswi disalah satu universitas ternama dikotanya. Kehadiran Tantri sebagai kakak iparnya membuat Darra kembali memiliki keluarga yang utuh, bahkan saat kelahiran Sasha membuatnya sangat bahagia. Memiliki baby kecil lucu dan cantik menjadi temannya saat dirumah.
Dan kehadiran Vino, menjadikan takdir terindah tuhan untuknya. Vino tak lolos begitu saja menjadi calon suami Darra. Arnes mencari informasi yang tepati tentang kepribadian Vino. Meski dia anak CEO dan Direktur utama dari salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan Arnes. Bukan berarti Arnes meloloskan Vino begitu saja menjadi pendamping hidup Darra dengan mudah.
Butuh kepastian dan waktu yang cukup lama, hingga masa pengujian berhenti dibulan ke 6 mereka saling kenal. Saat Vino melamar Darra tepat dihari ulang tahun Darra.
Dengan kesungguhannya, disertai tekat yang pantang menyerah dan ketulusan cinta Vino pada Darra, Arnes menerima lamaran Vino untuk adiknya. Arnes sangat posesif seperti itu karena tak ingin adiknya dipermainkan oleh lelaki bejat tak bertanggung jawab.
Dua hari setelahnya Vino dan keluarganya datang dengan resmi melamar Darra. Di lanjut dengan acara pertunangan yang sudah disusun Tantri yang berjalan dengan hikmat. Mulai dari tukar cincin dan keputusan tanggal pernikahan. Dan dari haris kesepakatan kedua keluarga, telah diputuskan waktu pernikahan ditentukan dua bulan setelah pertunangan.
*****
Happy Reading🤗
Mohon dukangnya untuk like, vote, dan jangan lupa tambah ke favorite ya dear😘
Terima Kasih, sudah setia menunggu chapter selanjudnya, lovu you readers😍