LOVE AND HATE

LOVE AND HATE
Bab 2 - Kencan



Vino dan Darra berjalan menuju halaman rumah. Vino membukakan pintu mobil untuk Darra. Ya mereka hanya berdua, jika berurusan dengan Darra asisten Aryo tak perlu membuntuti Vino.


" Sayang" Panggilan syahdu Vino


" Emch.." Darra ketus


" Sayang, kamu masih merajuk ya" tanyanya.


" Gak" jawab Darra ketus.


" Sayang" Vino terus menggodanya.


" Apa lagi Vino..." Darra memalingkan pandangannya ke arah Vino, Deg.. Darra terkejut wajah Vino sangat dekat dengan wajahnya. Dan Cuppp... Vino mencium pipi Darra.


" Pasang dulu safety belt nya sayang" ucap Vino lirih ditelingan Darra. Darra tak menjawab, ia kembali memalingkan wajahnya.


Vino tertawa puas melihat wajah Darra yang memerah seperti tomat matang. Ya memang Darra sering merajuk sebab itu Vino suka menggodanya.


Vino melajukan mobilnya, melewati bangunan-bangunan gedung tinggi yang terlihat megah. Darra masih saja menatap luar jendela mobil.


Hampir duapuluh menit mereka dalam diam, Vino terlihat fokus pada jalan yang ramai lalu lalang pengendara.


Vino sesekali menatap Darra, tapi wanita itu sama sekali tak menghiraukannya.


" Ya tuhan apa salah Vino tuhan, Vino sangat menyayanginya, tapi kenapa dia tak menyayangi Vino" Ucapnya dengan nada sedih, kata-kata Vino terdengar menggelikan. Tapi ucapannya mendapatkan respon positif dari Darra.


Darra mengenyitkan dahinya, ia berpikir apakah sekejam itu dia pada Vino, raut sedih tersirat dari matanya.


" Sayang jangan bicara seperti itu" Ucap Darra sembari memeluk lengan Vino.


" Nyatanya seperti itu kamu tak menyayangiku" Vino melanjutkan Dramanya. Ucapnya dengan senyum mencibir.


" Itu tak benar, aku sangat menyayangimu sayang" ucap Darra manja.


" Jika iya kenapa selalu merajuk denganku"


" Salahmu sendiri yang slalu menggodaku"


" Begitukah"


"huemhh"


" Iya, iya maafkan aku"


" Huemh.." Ucapa Darra yang masih saja menempel di lengan Vino.


" Sayang, Eummchhh..." Panggila Vino membuat Darra mendongakkan kepala, Cuppp.. Vino mencium Bibir Darra. Darra terjekut matanya melotot ini kali pertama Vino mencium Bibirnya. Perlahan Darra menutup matanya, seketika Vino meminggirkan mobilnya.


" Eummhhh" Vino menikmati ciuman mereka, Darra mengalungkan tangannya keleher Vino. Vino merasakan bibir Darra yang manis. Cukup lama mereka berciuman.


TINNNNN.... Bunyi klakson yang cukup keras dari mobil pengendara lain mengagetkan mereka. Darra menarik tubuhnya kembali ketempat duduk.


Vino dengan raut wajah yang belum puas, melajukan kembali mobilnya. Darra merapikan baju dan rambutnya. Dia juga merapikan rambut Vino yang sedikit acak-acakan.


" Kenapa 2 bulan itu lama sekali, rasanya sudah tak sabar ingin memilikimu sayang"


" Sabarlah sayang, 2 bulan akan berlalu cepat"


" Tapi aku sudah tak sabar lagi sayang, rasanya ingin memakan mu sampai habis" ucapnya dengan senyuman nakal.


" Dasar mesum" cibir Darra.


" Jahat sekali mengatai ku mesum, itu bukan mesum sayang tapi itu tanda cinta"


" Iya, ya, ya, apalah itu, yang penting sekarang aku mau makan, rasanya lapar sekali perutku" ucap Darra sembari memegang perutnya.


" Pasti tadi siang kamu gak makan"


" Hehehe, iya"


" Kan tadi aku sudah menyuruhmu jangan telat makan, ini malah tak makan sama sekali"


" Mungkin karena terlalu senang kamu mengajakku kencan, rasa lapar ku jadi hilang"


" Benarkah, segitunya sayang. Terus kenapa sekarang bilangnya lapar, bukankah cukup dengan melihatku kamu sudah kenyang" Vino menggodanya dengan mata nakal dan senyum yang jail.


" Maaf tuan kalau untuk saat ini perutku tak cukup hanya dengan melihat tampang anda yang seksi ini" Darra membalasnya dengan mencubit pipi Vino.


*****


Sesampainya di restoran Vino menyerahkan kunci mobil kepada satpam yang ada di sana untuk memarkirkan mobilnya.


Vino menggandeng tangan Darra masuk kedalam restoran, didepan pintu mereka disambut dengan beberapa pelayan yang berjejer rapi. Salah satu petugas menunjukan tempat yang sudah di pesan oleh Vino.


Didalam ruang, beratapkan transparan sehingga pemandangan langit terlihat dari dalam ruangan itu. Beberapa tumbuhan yang berhiaskan bunga mawar merah dan buang lili putih menghiasi ruangan itu dan terlihat sangat indah.


Pemandangan dalam ruang itu bak bernuansa outdoor, tak seperti didalam ruangan. Melainkan seperti sebuah taman dengan hiasan mewah, yang dipenuhi bunga-bunga, dan pemandangan langit yang indah penuh bintang dan cahaya bulan yang terang sebagai pelengkapnya. Vino mempersilahkan Darra untuk duduk.


" Kamu suka sayang" tanya Vino.


" Iya aku suka, Vino ini sangat indah" ucapnya kagum.


" Vino kenapa sebanyak ini, siapa yang memakannya?!"


" Katanya kamu lapar sayang"


" Iya tapi kan gak harus sebanyak ini juga makanannya Vino"


" Sudahlah jangan bicara saja, ini makan" Vino menyodorkan steak yang sudah dipotonginya.


" Terima Kasih sayang" Ucapnya dengan senyum manis.


Vino dan Darra menikmati makan malam meraka. Sebenarnya bukan hanya Darra saja yang lapar, Vino juga sama dengannya. Karena tadi siang Vino melewatkan makan siangnya agar cepat pulang.


Setelah menikmati berbagai hidangan yang tersedia didepan mereka. Vino menyuruh pelayan untuk membereskannya. Ada beberapa sisa makanan yang masih utuh, Vino menyuruh pelayan membawa dan memakannya.


Vino menjabat tangan Darra memintanya untuk berdansa dengannya. Darra menuruti permintaan Vino. Alunan musik klasik mengiringi gerak tubuh mereka.


Darra dan Vino menikmati kebersamaan mereka. Kedua tangan Vino melingkar dipinggang Darra. Darra menyandarkan kepalanya didada Vino, dengan kedua tangan yang melingkari leher Vino.


" Sayang..." ucapnya lembut


" Humz.."


" Apa kamu bahagia bersamaku?!" Tanya Vino


" Sudah pasti sayang"


" Apa kamu tak menyesal akan menjadi pendamping hidupku"


" Aku akan sangat menyesal jika menolak dan menyianyiakan cintamu sayang" ucap Darra


" Apa kamu benar-benar menyayangiku, mencintaiku?!"


" Kenapa masih bertanya sayang, tentu saja aku sangat menyayangi dan mencintaimu" Darra menjawab dengan nada lembut penuh keyakinan.


Vino tersenyum puas dengan jawaban Darra, menambah cintanya tumbuh berkali-kali lipat pada Darra.


" Sayang..."


" Humz..." Kali ini Darra memandang wajah laki-laki yang memeluknya penuh kehangatan.


Vino mencium kening Darra dengan lembut, ciuman Vino beralih ke kedua pipi Darra, dan berlanjut dibibir Darra, Darra mulai terbiasa ia memejamkan matanya. Menikmati ciuman lembut Vino dibibirnya.


Malam yang penuh kehangatan, terbayar sudah kerinduan Vino pada wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya, menjadi milik Vino seutuhnya dan selamanya.


****


Vino meminta Darra untuk tidur di apartemennya, Darra mengiyakan ajakan Vino.


Darra mengabari kakaknya malam ini ia tidak pulang kerumah. Arnes mempercayai Vino mampu menjaga adik perempuan yang disayanginya.


Meski mereka satu apartemen, tapi mereka tidur dikamar yang berbeda. Vino masih punya moral, ia sangat menghargai Darra dan kepercayaan Ernes padanya. Ini kali pertama Darra tidur di apartemen Vinno. Darra masuk ke kamar dan mengunci pintunya.


Mereka tidur di kamar masing-masing dengan pulasnya malam itu. Darra perlahan membuka mata, Darra bangun dari tidurnya yang sangat nyenyak.


Darra keluar dari kamar dengan wajah segar dan sudah cantik, ia pergi ke dapur untuk membuat sarapan. Di dapur Darra dikejutkan ada wanita paruh baya yang sedang masak di sana. Wanita itu melihat Darra, wanita itu tersenyum pada Darra.


" Selamat pagi nyonya, anda sudah bangun" sapa wanita itu dengan sopan.


" Pagi... Iyha..." Darra bingung harus memanggil dengan sebutan apa, karena Darra belum mengenalnya.


" Saya bik inah nyonya, kepala asisten rumah tangga dirumah besar, semalam tuan Vino menyuruh saya, pagi-pagi sekali untuk datang ke apartemennya, tuan Vino bilang kalau calon nyonya muda menginap di apartemen tuan" jelasnya.


" Oh... Iya bik inah, masak apa bik?!" Darra menghampiri bik inah yang sedang memasak.


" Ini nyonya masak nasi goreng kesukaan tuan, dengan berbagai sayuran" jelas, bik inah terlihat senang karena calon nyonya mudanya sangat ramah.


" Ada yang bisa saya bantu bik?!" tanya Darra


" Jangan repot-repot nyonya, nyonya duduk saja disana" Bik inah menunjuk meja makan yang sudah tertata rapi hanya kurang menu utamanya saja.


" Emchh...baiklah, ternyata sudah siap semua tinggal nasi goreng saja" jawab Darra.


" Iya nyonya" ucapnya tersenyum melihat wajah nyonya nya yang sedikit kecewa karena tak bisa membantunya, karena semua sudah siap dimeja makan.


" Ya sudah sayang bangunkan Vino dulu ya bik" Darra berjalan ke kamar Vino.


Kebetulan hari ini Darra libur, setiap akhir bulan bagi sebagian karyawan diberikan cuti bergantian. Tentunya Vino juga libur, dia bos jadi sesuka hatinya mengambil cuti.


Tok...tok...tokk....


Darra mengetuk pintu kamar Vino, beberapa kali mengetuk dan memanggil tak ada jawaban. Darra mencoba membuka pintu kamar Vino, yang ternyata tak terkunci.


Darra masuk ke kamar Vino melihat seisi kamar itu, ruangan itu terlihat sangat mewah dan rapi. Matanya mencoba mencari-cari sosok penghuni kamar itu, dan Auuwwwwww.......😅


Hay Readers, maaf ya up nya suka telat, mohon tetap setia menunggu cerita selanjutnya🤗


Terima Kasih😘, Happy Reading😊