
" Pagi pak Vino, jadwal anda hari ini rapat bersama pemegang saham, berkunjung ke beberapa anak perusahaan, dan yang terakhir tanda tangani semua dokumen ini, sebelum mulai rapat" ucap Darra, kemudian menyodorkan bertumpuk-tumpuk dokumen padanya.
Vino menatap Darra dengan tatapan nakalnya, namun Darra berusaha seprofesional mungkin tak menghiraukan tatap Vino.
" Sayang, peluk aku" minatnya manja.
" Maaf pak, ini di kantor"
" 5menit saja, ayolah" rengek nya bak anak kecil
" Vino..." ucapnya kaget
Vino menarik tangan Darra dengan satu gerakan kini tubuh Darra duduk dipangkuan Vino.
" Vino malu di lihat staf lain"
" Aku bos di sini sayang, tenanglah" Vino memeluk tubuh Darra, mencium rambut Darra yang harum.
Tiba-tiba Aryo masuk begitu saja, ia lupa mengetuk pintu. Asisten Vino itu seketika keluar lagi dan menutup kembali pintu Ruangan Vino.
" Hahaha.." Vino tertawa melihat wajah Aryo yang panik.
" Dasar bodoh" Aryo mengutuk dirinya sendiri, seharusnya dia lebih hati-hati, karena sekarang Darra tunangan bosnya, pasti mereka akan lebih leluasa mengumbar kemesraan dimana saja.
Sebelum Darra beranjak dari pangkuan Vino, ia mencium kedua pipi Vino dengan lembut. Kalau tak segera dilakukan, entah beberapa lama lagi Aryo akan berdiri di depan ruangan Vino.
" Masuk lah" ucap Vino tegas.
Aryo pun masuk dengan menundukkan kepalanya, Darra berjalan keluar dari ruangan Vino.
" Maaf Tuan, saya..." Ucap Aryo gugup
" Sudahlah tak apa Aryo, nanti kau juga akan sering melihatku seperti itu" ucap Vino dengan senyuman nakalnya.
" Iya tapi Tuan kira-kira lah kan ini kantor" tambahnya dengan berani.
" Kenapa mengaturku, apa gaji bulan depanmu ingin aku potong" Ancaman Vino
" Tidak, tidak Tuan" Aryo menyerah
Bagaiman pun Vino bosnya, meski Vino lebih muda darinya. Tapi Aryo harus menghormatinya. Kesetiaan Aryo membuat Vino puas dengan kinerjanya.
" Apa hari ini aku bisa pulang lebih sore"
" Siap, bisa tuan, anda ada acara?!"
" Aku ingin mengajak Darra keluar, setelah pertunangan kemaren aku belum mengajaknya kencan"
" Oh, baik tuan, apa perlu saya persiapkan tempat makan malam tuan"
" Tidak perlu, atur saja agar aku pulang lebih awal"
" Baik tuan" Aryo menyadari bosnya lagi sayang-sayangannya.hehehe
Vino rapat dengan pemegang saham sampai pukul 12.00, hasil rapat menunjukkan ada peningkatan saham untuk beberapa bulan ini.
Vino dan CEO tersenyum puas.
Setelahnya Vino dan Aryo berangkat menuju anak perusahaan yang cukup memakan waktu, ada dua anak perusahaan yang mereka kunjungi hari ini.
" Sayang jangan lupa makan siang๐" pesan Vino
" Iya sayang๐"
" Aku sedang diperjalanan menuju anak perusahan, tadi mau pamit kamu tak ada tempat kerja"
" Iya, aku tadi di ruangan lain, hati-hati dijalan ya sayang๐"
" Siap nyonya Vino๐๐"
" Emchh..๐"
" Kenapa merajuk"
" Kenapa slalu menggodaku"
" Siapa yang menggoda mu sayang, setiap aku bersamamu rasanya ingin...."
" Ingin apa"
" Ingin memakan mu๐คฃ๐คฃ"
" ๐ ๐๐ผ "
" Hehehe, ampun sayang, pukul nya pakai bibir aja ya๐คฃ"
" V I N O๐๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ"
Darra hanya membaca pesan dari Vino, senyuman mengembang dibibir nya. Semenjak hari pertunangan sampai saat ini, selain hanya di kantor mereka tak pernah bertemu.
Vino sibuk dengan pekerjaannya, hingga pulang larut malam. Dan hasil kerja kerasnya terbayar sudah, saham mengalami peningkatan, pendapatan dari anak perusahaan menunjuk pada grafik peningkatan.
Dalam urusan pekerjaan Vino tak diragukan lagi, dia pandai, tegas, cekatan, dan disiplin. Jiwa pekerja kerasnya diwarisi dari ayahnya. Yang seorang CEO handal.
Darra membereskan meja kerjanya, bersiap untuk pulang. Semenjak resmi menjadi tunangan Vino, staf kantor lebih menghormatinya. Tak lagi sekonyol dulu.
Jika dulu dia ceplas-ceplos sana sini dengan para staf, kini dia harus lebih menjaga sikap. Karena tunangannya adalah direktur utama di perusahaan.
Tapi bukan berarti dia harus tinggi hati, ia masih sama seperti Darra yang dulu, sopan, periang, cerewet dan tegas. Darra pulang mengendarai mobilnya, hasil dari jerih payahnya sendiri.
Rumah Darra
" Tumben pulang sore Raa" tanya Arnes kakak laki-laki Darra.
" Iya bang, ada janji makanya pulang lebih awal" Jawabnya
" Aunty arra pulang" Sasha berlari menghampiri Darra dan memeluknya.
" Hai, sayang little Aunty yang cantik" Darra mencium pipi Sasha yang cabi.
" Apa aunty bawa kue" tagihnya
" Pasti, ini untuk sicantik es krim dan kue" Darra menyerahkan bungkusan yang sempat dibelinya tadi.
" Makacih aunty, muachhhh..." Sasha mencium pipi Darra, Sasha begitu menggemaskan, umurnya 3th Darra sangat menyayanginya.
" Raa jangan terlalu memanjakan Sasha" ucap Tantri mama Sasha dan juga kakak ipar Darra.
" Tak apa kak, Sasha sudah seperti anakku sendiri, aku sangat menyayangi, kalau tak ada dia rasanya sepi" ucap Darra sambil menyomot cemilan yang habis dimasak Tantri.
" Aduh... Jorok, cuci tangan dulu Raa, kamu ini kebiasaan"
" Hehehe, Habisnya masakan kakak enak sih"
Darra pergi kekamarnya, ia bergegas mandi dan kemudian bersiap-siap, tapi Darra belum juga siap. Ia bingung mau mengenakan baju apa, beberapa baju dikeluarkannya dari lemari.
Dan pilihannya jatuh pada mini dress warna maron, lekuk tubuhnya membentuk sempurna. Dengan rambut terurai bergelombang, nampak semakin cantik.
Mobil Vino terparkir dihalaman rumah Darra, bik jum mempersilahkan Vino masuk kedalam rumah disambut oleh Arnes.
" Selamat malam bang" sapa Vino, Arnes sedang diruang santai, menemani Sasha menonton tv.
" Hai, Vino lama kamu gak kesini, sibuk kerja ya"
" Iya bang"
" Uncle Vino miss you" Sasha menghampiri Vino mencium pipi Vino.
" Hay little cantik, ini untukmu, cium uncle lagi" Vino memberinya bungkusan yang berisi berbagai macam coklat, dan Vino mendapatkan ciuman bertubi-tubi dipipinya.
Gemas dengan ulah Sasah Vino menggelitiknya, Sasha tertawa terpingkal-pingkal. Mendengar suara bising dari ruang santai Darra keluar dari kamarnya.
" Sayang sudah hentikan, kasihan Sasha kan" ucap Darra
Vino menoleh kearahnya, mulutnya terngangah melihat Darra yang terlihat cantik dan segar.
" Uncle, tutup mulutnya nanti ada lalat masuk" kata-kata Sasha membuyarkan lamunan Vino. Darra dan Arnes tertawa karena ulah Sasha.
Vino sangat malu dibuatnya.
" Sayang sini, gak boleh gitu sama uncle ya sayang" perintah Tantri. Dan Sasha pun beranjak dari pangkuan Vino.
" Kalian mau pergi keluar, gak makan malam dulu" ucap Tantri
" Maaf kak, kami makan diluar gak pa pa kan, sudah terlanjur janji, karena dari pagi dia merajuk" Vino melempar pandangannya kearah Darra.
" Hah, siapa yang merajuk, jelas-jelas kamu sendiri yang mengajakku" ucap Darra kesel, bibirnya cemberut.
" Tuh kan kak, dia gampang sekali merajuk, aku harus pandai-pandai merayunya"
" Ihhh...Vino" Darra mencubit pinggang Vino
" Aduhh...aduh... Sakit sayang"
" Rasain, menyebalkan sekali"
Arsen dan Tantri tertawa melihat tingkah mereka berdua. Sudah dewasa tapi masih saja kekanak-kanakan.
****
Hay Readers tercinta, lanjut terus ikutin cerita Darra dan Vino ya. Love you๐
Happy Reading๐