Lost Me To Find You

Lost Me To Find You
7. Jaga Jarak



Ada jarak yang bahkan tidak bisa diukur dengan menggunakan meter, tidak dapat ditempuh bahkan dengan kecepatan berapapun. Iya, jauh, sejauh perasaan kita saat ini.


Selamat membaca, semoga syuka :))


*


Kevin dan Natasya masih berdiri saling berhadapan di depan rumah Natasya, dengan pandangan serius dan tidak lepas satu sama lain. kevin harap-harap cemas menunggu kata-kata yang akan diucapkan Natasya kepadanya.


Natasya mencoba menenangkan diri dengan menarik napas. Dia merasa ragu dengan apa yang akan dia ucapkan kepada Kevin, tapi dia juga tidak bisa terus-terus begini, dia tidak mau ada kesalahan pahaman lebih lanjut antara dia dan Kevin, terlebih lagi ini menyangkut perasaan.


Natasya bukan cewek tidak peka, dia tahu bahwa ada yang berbeda dengan perlakuan Kevin padanya selama ini, oleh sebab itu dia ingin meluruskannya, dia tidak ingin Kevin berharap banyak padanya.


“Kok bengong Sya? Kamu mau bilang apa sama aku?” tanya Kevin karena sedari tadi Natasya hanya diam.


Natasya tersadar dari lamunannya, dia kembali memfokuskan pandangannya pada Kevin sekaligus memantapkan hatinya. Pelan-pelan dia berkata pada Kevin...


“Vin, aku rasa terjadi kesalah pahaman antara kita selama ini” Natasya memulai pembicaraannya dengan sangat hati-hati, dia tidak ingin jika kata-katanya akan melukai perasaan Kevin.


Kevin terdiam, dia tidak menanggapi perkataan Natasya sama sekali. Dia sebenarnya masih mencoba menerka-nerka ke mana arah pembicaraan Natasya kali ini.


Melihat keterdiaman Kevin, Natasya kembali menarik napas dan menyusun kata-katanya kembali.


“Aku tahu ada yang beda dari cara kamu memperlakukan aku selama ini. Aku bukan cewek yang bakal diam aja dengan semua perlakuan istimewa kamu sama aku dan bertindak seolah-olah nggak terjadi apa-apa, aku nggak mau kamu berharap lebih sama aku Vin” Natasya mengungkapkan hal yang selama ini mengganjal di hatinya dengan sekali tarikan napas. Natasya bahkan tidak berani untuk menatap mata Kevin.


“Sya.....” potong Kevin mencoba mencela. Kevin memiliki firasat bahwa pembicaraan ini akan mengarah pada hal yang bahkan membayangkannya saja sudah terasa sakit menurut Kevin.


“Bentar Vin, aku belum selesai” ucap Natasya mencegah Kevin menyudahi pembicaraannya.


“Selama ini aku cuman anggap kamu teman, sama kayak Satria, Tian dan teman-teman lainnya. Bahkan semua perlakuan manis kamu selama ini aku anggap hanya sebagai perlakuan istimewa dari seorang teman dekat, nggak lebih”


“Okey, aku tahu aku nggak berhak untuk berhentiin perasaan kamu, tapi please, jangan sampai kehilangan diri kamu sendiri, aku nggak mau kamu berharap lebih sama pertemanan kita ini Vin” Natasya menunduk lagi, dia takut perkataannya telah melukai perasaan Kevin.


Hening..... Kevin menunggu kata-kata apa lagi yang akan diungkapkan oleh Natasya, dia juga ingin mengetahui isi hati gadis itu, meskipun nantinya itu akan menyakitkan, dia akan mencoba menguatkan hatinya. Lagipula dengan begini, dia akan tahu bagaimana bersikap untuk selanjutnya.


Setelah dirasa Natasya tidak berkata apapun lagi, Kevin mencoba menata hati dan kata-katanya.


“Sya, aku senang kalau kamu mau ngomong jujur kayak gini sama aku, setidaknya nggak semua orang bisa jujur dengan hatinya” ungkap Kevin dengan sungguh-sungguh.


“Aku juga senang karna meskipun kamu tahu perasaan aku, kamu nggak pernah coba menjauh. Tapi Sya, kalau yang kamu takutin aku bakal sakit hati dengan semua harapan aku sama kamu, tenang aja, bahkan aku udah persiapin semuanya sejak awal.


Natasya mencoba mengangkat kepalanya dan menatap Kevin secara intens. Dia tahu sedikit banyaknya akan ada yang berubah di antara mereka ke depannya. Tapi entah kenapa, dia merasa lega bahwa mereka sudah mengungkapkan isi hati mereka masing-masing sehingga tidak ada kesalah pahaman lagi.


Natasya berharap, setelah pembicaraan mereka hari ini dia tidak perlu merasa bersalah lagi ke depannya, toh dia juga sudah memberitahukan perasaannya yang sebenarnya.


Kevin cowok baik, dia tahu itu, tapi jika menyangkut perasaan dia juga tidak bisa berbuat banyak, sama kayak kata orang-orang bahwa kita tidak bisa memilih pada siapa hati kita akan dijatuhkan.


**


Setelah sibuk berdebat dengan pikiran mereka masing-masing, akhirnya mereka saling memandang dengan tatapan teduh. Mereka seperti baru saja menyelesaikan masalah yang jika dibiarkan akan meledak seiring waktu.


“Aku senang kita bisa saling jujur kayak gini, ke depannya aku juga berharap kalau kita akan selalu membicarakan apapun yang mengganjak di hati kita masing-masing” ucap Kevin dengan senyum tulusnya.


“Kita nggak tau apa yang akan terjadi ke depannya, tapi apapun itu aku yakin dengan komunikasi yang baik nggak bakal ada kesalah pahaman ke depannya, mari tetap berteman Vin” ucap Natasya sambil menepuk pundak Kevin.


Kevin tersenyum, kemudian memutuskan untuk pulang, dia sudah melewatkan hari yang benar-benar berat, khususnya berat untuk hatinya.


Wohoaaaaaa......😍😍


Akhirnya aku update lagi setelah satu minggu


Kangen nggak? Bilang kangen aja ya hehehe


Reader : Lahhh.... maksa nih thor ceritanya? Kangen mana bisa dipaksa😋


Author : Bilang kangen aja napa biar author senang😏


Reader : Nggak baek thor maksa-maksa🙄


Author : Iye iye, cuka cuka lodeh 😑


Jangan lupa like, comment, dan poinnya ya gaes


Comment kalian penting banget, karena itu akan jadi sumber energi dan ide bagi author


Makasih buat yang selalu setia dukung cerita ini, sini peluk dulu hehehe🤗