
Happy reading......
Hope you all enjoy guys❤
*
Natasya masih diam terpaku di tempat dimana Kevin berucap ketus kepadanya. Jujur saja, tindakan Kevin barusan seperti bukan Kevin yang Natasya kenal selama ini.
Sementara Kevin yang moodnya memang sudah berantakan, berjalan cepat menuju aula.
Pengumuman hasil olimpiade sebenarya masih akan dilaksanakan 45 menit lagi, tapi entah kenapa, Kevin merasa harus menghindari orang-orang terdekatnya jika tidak ingin melampiaskan rasa kesalnya pada mereka.
Kevin sadar atas perbuatannya barusan yang mungkin menyakiti hati Natasya, tapi entah kenapa, dia tidak merasa menyesal sama sekali.
Kenapa aku bisa sekesal itu cuman karna lihat Samuel dekat sama Keyra? ucap Kevin membatin.
Tadinya Kevin memang berniat untuk menghampiri Samuel dan Keyra, tetapi karena ulah Natasya, dia jadi tidak mood. Benar-benar mengganggu sekali.
**
Di sisi lain, Keyra dan Samuel masing asik bertukar cerita satu sama lain.
"Kamu berapa bersaudara sih, Sam?" tanya Keyra penasaran.
"Aku anak semata wayang" jawab Samuel singkat.
"Yaudah kalau gitu aku mau daftar dong" seru Keyra sambil tersenyum lebar.
"Mau daftar apaan?" tanya Samuel sambil tertawa.
"Mau daftar jadi adek kamu" cengir Keyra. Melihat Samuel yang hanya diam, Keyra meneruskan kalimatnya.
"Aku juga anak semata wayang, dan pengen benget punya saudara" ucap Keyra memelas.
Samuel yang mendengar penuturan Keyra tersenyum dan mengelus kepala Keyra dengan sayang.
"Oke, mulai hari ini kamu jadi adek aku" jawab Samuel.
"Beneran?" tanya Keyra semangat.
"Iya dong. Lagian aku lebih dulu lahir daripada kamu" jawab Samuel sombong.
Mereka akhirnya tertawa bersama dan Keyra menyandarkan kepalanya di pundak Samuel.
Keyra merasa sangat bahagia karena akhirnya dia memiliki seseorang yang bisa dijadikannya saudara. Jujur saja, selama ini Keyra merasa kesepian karena dia hanya putri tunggal.
Keyra sering iri melihat orang lain yang dapat bermain dengan saudaranya. Keyra sering mendengarkan cerita teman satu kelasnya yang memiliki kakak perempuan, mereka terlihat manis karena sering saling meminjam pakaian. Begitu juga dengan temannya yang memiliki kakak laki-laki, mereka mengatakan bahwa seorang kakak laki-laki akan jadi pelindung untuk saudara perempuannya.
Ahhh..... terlahir tanpa saudara benar-benar menyebalkan!
***
Setelah bosan bercerita, Keyra dan Samuel memutuskan untuk pergi ke aula, karena lima belas menit lagi pengumuman juara olimpiade akan diumumkan.
Begitu memasuki aula, sudah banyak peserta lain di tempat itu. Sehingga mereka kesulitan untuk mendapatkan tempat duduk.
Keyra mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut aula, matanya tiba-tiba memicing begitu dia melihat Kevin duduk sendirian dan......melamun. Ya, Keyra tahu bahwa sekarang Kevin sedang melamun, karena Kevin hanya menatap lurus ke depan dan tidak melakukan pergerakan sama sekali.
"Ayo ke sana, Sam" ajak Keyra.
Keyra mengajak Samuel ke arah Kevin, karena kursi di dekat Kevin memang masih kosong.
"Vin......" panggil Keyra sambil menepuk pundak Kevin.
Kevin terkejut karena tiba-tiba pundaknya ditepuk seseorang, tetapi kemudian dia menoleh dan meleihat Keyra sudah duduk di sebelahnya.
"Ngelamun mulu elahhh" ucap Keyra karena Kevin kembali melamun.
Kevin hanya terkekeh sebagai tanggapan.
Keyra kembali mengedarkan pandangannya ke sekitar,
"Natasya mana? Tumben nggak bareng?" tanya Keyra begitu menyadari Natasya tidak ada di dekat Kevin.
"Nggak tahu" jawab Kevin singkat.
"Emang tadi nggak bareng?" tanya Keyra lagi.
"Dia punya teman kali Key selain aku" jawab Kevin acuh tak acuh.
Lahhh..... teman?! Kalau cuman teman ngapain pasang ekspresi kayak gitu? Kayak orang lagi cemburu aja gerutu Keyra dalam hati melihat ekspresi Kevin yang bertingkah seolah tidak peduli.
Kevin kembali terdiam. Dia memfokuskan pandangannya ke depan meskipun tidak tahu melihat apa.
Ngapain sih duduk di sini. Kalau mau pamer ke taman aja sana gerutu Kevin dalam hati.
Hati Kevin masih panas membayangkan kedekatan Samuel dan Keyra. Dia tidak cemburu. Bukan. Dia hanya tidak suka jika Keyra dekat dengan orang lain selain dirinya.
****
Seluruh peserta olimpiade sudah berkumpul di aula itu.
Panitia olimpiade juga sudah berada di depan siap memberi pengumuman.
"Selamat sore....." sapa salah satu panitia dengan menggunakan pengeras suara.
"Siang bu....." jawab seluruh peserta serentak.
"Akhirnya saat yang ditunggu-tunggu tiba, ya"
"Untuk peserta yang belum mendapatkan juara, jangan berkecil hati, belajar lebih giat lagi" ucap panitia itu.
"Langsung saja, kami akan membacakan nama-nama peserta yang mendaparkan juara"
"Kami hanya akan membacakan juara 1 sampai 3. Selain itu, dapat dilihat di mading di depan aula ini, karena kami sudah menempelkannya di sana"
"Baik, tanpa menunggu waktu kami akan membacakan juara satu di bidang IPS terlebih dahulu"
Panitia sedang membacakan juara-juara olimpiade si bidang IPS.
Samuel yang berada di samping Keyra terlihat merapalkan doa berkali-kali.
Keyra yang melihat itu hanya tersenyum, dia tahu jika Samuel sedang gugup sekarang.
"Santai aja, Sam" ucap Keyra sambil menepuk pundak Samuel.
Samuel kemudian tersenyum dan kegugupan itu berangsur-angsur hilang.
Saat ini, adalah pengumuman untuk bidang IPA.
"Baik...... Di bidang IPA, kami akan mengumumkan mata pelajaran Matematika terlebih dahulu"
"Juara 1 yaitu atas nama....
Aqia Putri asal sekolah SMA Negeri 1 Bogor, dengan poin 930, berikan tepuk tangan meriah"
Prok.....prok.....prokkkkk
"Gilakkk.... tuh cewek makanan pokoknya rumus kali ya" ucap Samuel berdecak kagum.
"Aku jadi nggak percaya diri" ucapnya kemudian.
"Aku yakin kamu juara" ucap Keyra meyakinkan.
Keyra tahu cowok di sampingnya ini sangatlah pintar. Jadi tidak mungkin jika dia tidak mendapatkan juara. Ya minimal juara 3 lah.
"Juara 2 yaitu atas nama......
Jonathan Christiandi asal sekolah SMA Negeri 2 Bandung, dengan poin 915, berikan tepuk tangan meriah"
Prok.....prokkkk......prokkkkkk
Dan juara 3 yaitu atas nama......
Samuel Chandrawinata dari SMA Negeri 4 Bandung, dengan poin 900, berikan tepuk tangan meriah"
Suara tepuk tangan terdengar bersahut-sahutan. Samuel diam terpaku, dia tidak meyangka jika dia bisa menjadi juara di olimpiade ini, ya meskipun hanya dapat juara 3, dia tetap bersyukur.
"Sam..... sana ke depan" ucap Keyra yang melihat Samuel tidak bergeming dari tempat duduknya.
Samuel menoleh dan tersenyum, kemudian hendak melangkahkan kakinya,
"Aku tunggu kamu di depan" ucap Samuel kemudian berlalu.
Keyra hanya membalasnya dengan senyuman manis andalannya. Sedangkan Kevin yang mendengarnya memutar bola matanya malas. Sok romantis banget cibir Kevin dalam hati.
Selanjutnya mata pelajaran Kimia"
"Yang menjadi juara 1 yaitu atas nama......
Kevin Anggara asal sekolah SMA Negeri 4 Bandung, dengan poin 940, berikan tepuk tangan meriah"
Kevin tersenyum kecil begitu namanya berada di urutan pertama.
"Selamat, Vin. Kamu hebat" ucap Keyra tersenyum sambil menepuk pundak Kevin.
Kevin berterimakasih kemudian pergi ke depan.
Setelah juara mata pelajaran Kimia diumumkan mulai dari satu sampai 3, panitian mengumumkan peserta yang juara pada mata pelajaran Fisika.
Nama Natasya Kumara tentu saja disebutkan di sana. Dia emang pintar sih, cocok sama Kevin ucap Keyra membatin.
Tiba saatnya pengumuman untuk mata pelajaran Biologi.
Keyra terlihat gelisah di tempat duduknya. Keyra malu , karena jika dia tidak juara, maka dia akan jadi satu-satunya yang tidak juara di antara semua teman dekatnya itu.
"Juara 1 yaitu atas nama.......
Nayra Cantika dari SMA Negeri 2 Bogor, dengan poin 930, berikan tepuk tangan meriah"
Selanjutnya juara 3 yaitu atas nama.....
"Keyra Solana asal sekolah SMA Negeri 4 Bandung, dengan poin 920, berikan tepuk tangan meriah"
Keyra hampir menangis begitu namanya disebutkan.
Maklum saja, Keyra adalah siswa biasa dengan kemampuan biasa pula. Sepanjang sejarah, ini adalah pencapaiannya yang paling besar.
Keyra berjalan ke depan dan meminta maaf kepada seluruh pembaca karena jarang update. Tapi Keyra juga mohon agar sudi kiranya meninggalkan jejak di cerita ini.
And see you next part.....
With Love
Citra_Girsss