
Menunggu tanpa pernah dihampiri.
*
Saling mengetahui rahasia satu sama lain ternyata membuat Kevin dan Keyra semakin dekat. Seperti pagi ini,
Tin..... tin.......
Bunyi klakson dari depan rumah Keyra.
Keyra yang saat itu sedang serapan dengan mamanya merasa heran, tumben sekali ada suara motor di depan rumah mereka.
"Keyra coba lihat dulu ya, Ma" ucap Keyra kemudian pergi menuju teras rumah.
Keyra dikejutkan dengan kehadiran Kevin sepagi ini di depan rumahnya.
"Neng, sesuai aplikasi kan?" tanya Kevin layaknya ojek online.
Keyra yang sudah tersadar dari keterkejutannya tertawa mendengar pertanyaan Kevin yang sedang cosplay jadi tukang ojek itu.
"Ngapain sih kamu ke sini, masih pagi udah nongol aja" ucao Keyra bingung. Tidak biasanya Kevin mampir ke rumahnya seperti ini, terlebih ini masih pagi.
"Ya mau jemput kamu lah, ya kali mau numpang serapan"
"Tapi boleh juga sih kalau ditawarin" lanjut Kevin sambil terkekeh.
Keyra yang mendengar kalimat panjang Kevin yang berujung menumpang serapan itu hanya tertawa dan mengajak Kevin untuk ikut serapan bersama dengan mamanya.
"Mama...... ada jelangkung nih" teriak Keyra yang berjalan memasuki ruang makan.
"Kok aku dibilang jelangkung sih" sungut Kevin.
"Ya abisnya datang nggak diundang, pulang nggak diantar" jawab Keyra dengan tampang tidak berdosanya.
"Siapa yang datang, Key?" tanya mamanya sebelum melihat Kevin yang berjalan di belakang Keyra.
"Ternyata kamu, Vin"
"Sini gabung serapan sama tante dan Keyra" kanjut Mama Naura begitu mengetahui tamunya pagi ini adalah Kevin.
"Iya tan, ini mau numpang serapan kok" ucap Kevin sambil nyengir.
"Haahaha.... bisa aja kamu" ucap Mama Naura sekaligus mengambilkan nasi goreng untuk Kevin.
Mereka serapan dengan tenang dan diiringi dengan cerita-cerita yang sesekali membuat mereka tertawa.
**
"Ayok dong Key, nanti kita telat" panggil Kevin yang sudah berada di atas motor dan menunggu Keyra menunjukkan batang hidungnya.
Setelah serapan tadi, Keyra pamit untuk mengambil tas sekolahnya ke kamar. Tetapi sudah beberapa menit, gadis itu tidak kunjung turun.
Keyra berlari kecil menuruni tangga karena mendengar suara Kevin yang sedari tadi tidak berhenti memanggil namanya.
"Kamu berisik banget sih, Vin" geruru Keyra sembari memasang helmnya.
Keyra sebenarnya gugup tadi, dia berkali-kali menatap wajahnya di depan cermin untuk memastikan tidak ada sesuatu yang buruk dengan penampilannya hari ini. Bagaimanapun, ini hari baru untuknya, dimana Kevin datang pagi-pagi ke rumahnya dan megajaknya untuk berangkat bersama.
Tetapi mendengar teriakan Kevin yang tidak sabaran, Keyra jadi sebal. Dia lupa untuk memberikan senyuman terbaiknya yang sudah dia latih sejak tadi di depan cermin dan malah menunjukkan wajah cemberut di depan Kevin.
"Udah ayokkkkk....." ucap Keyra meminta Kevin segera melajukan motornya.
"Sabar dong, ada yang lupa nih. Mau salim dulu sama tante" ucap Kevin kemudian menyuruh Keyra turun dari motor dan segera salim ke tante Naura.
"Kevin berangkat ya tan" ucapnya diikuti Keyra yang juga ikut salim. Padahal tadi dia sudah salim🙄
"Jagain anak gadis tante, kalau bandal cubit aja" ucap mama Naura sambil tertawa.
"Apaansih, Ma" ucap Keyra malas.
"Siappp tan, bakal Kevin jagain, dan Kevin cubit kalau sampai bandal" ucap Kevin meyakinkan.
Keyra yang mendengar hal tersebut hanya memutar bola matanya malas.
**
Kevin dan Keyra menjadi pusat perhatian begitu mereka turun dari motor.
"Tumben si Kevin berangkatnya sama si Keyra, biasanya juga sama Natasya" ucap salah satu siswa.
"Kevin kayaknya juga sudah mau berteman sama Keyra. Mungkin karena Keyra sudah termasuk siswa berprestasi sekarang" tambah siswa lainnya.
"Kalian ini, memang mereka sudah berteman sejak kecil. Jangan ngomongin yang enggak-enggak deh" ucap siswa lain mencoba membedi klarifikasi.
Kevin dan Keyra yang mendengar desas-desus itu hanya bersikap sesantai mungkin. Biarlah orang berpikir sesukanya, pikir mereka.
***
Bel baru saja berbunyi. Semua siswa terlihat menghambur ke tengah lapangan begitu juga dengan penghuni kelas IPA-1.
Begitu wakil kepala sekolah bagian kesiswaan berdiri di podium, semua siswa diam dan fokus pada arahan yang akan diberikan.
"Se la mat pa gi pak......" jawab seluruh siswa dengan nada yang panjang. Sudah seperti anak TK sebelah saja.
"Pagi ini, bapak ingin memberitahukan bahwa olimpiade tingkat provinsi, akan diadakan hari Rabu. Oleh sebab itu, bapak minta agar semua yang terlibat segera mempersiapkan diri"
"Bapak juga berharap, kalian akan memberikan hasil terbaik"
"Bapak rasa, hanya itu yang perlu disampaikan, sekian dan terimakasih"
"Selamat pagi" ucap bapak wakil kepala sekolah mengakhiri apel pagi ini.
****
Seluruh peserta olimpiade diminta untuk segera berkumpul di ruang khusus persiapan olimpiade tingkat provinsi.
Kevin dan Keyra berjalan beriringan dengan sesekali tertawa karena candaan yang dilontarkan Kevin.
"Vinnn..... " panggil Natasya dengan berlari kecil.
Keyra yang melihat hal itu mencoba tersenyum.
"Tumben-tumbenan nggak ngajak aku?" tanya Natasya begitu dia sampai di hadapan Kevin.
Ehhhh...... Kok aku bisa lupa ya? tanya Kevin dalam hati. Ini terasa seperti bukan dia yang biasanya.
Biasanya, tiba di sekolah, orang yang pertama akan dka cari adalah Natasya. Kemana-mana bersama Natasya. Mungkin, hanya ke toilet yang dia pergi tetapi tidak bersama Natasya.
Lah ini, bisa-bisanya Kevin lupa.
Setelah memikirkan kejanggalan itu, Kevin mencoba mencari jawaban yang sekiranya masuk akal untuk dia sampaikan kepada Natasya.
"Aku tadi nggak lihat kamu di kelas, kirain udah pergi duluan" jawab Kevin beralasan.
"Ohhhh itu, aku emang ke toilet tadi bentar" jawab Natasya.
Mereka berjalan beririangan dan melupakan keberadaan Keyra.
Sialllll..... Kenapa dia lagi yang ditinggalkan.
Sadar Key.... Kamu bukan siapa-siapa Kevin. Lihat tuh dia sama Natasya, cocok banget kan. Jangan jadi orang jahat deh. Ucap Keyra membatin sambil memperhatikan Kevin dan Natasya yang berjalan beriringan.
Pada akhirnya, Keyra tetap ditinggalkan.
Pada akhirnya, Keyra yang akan tetap menunggu tanpa pernah dihampiri.
Pada akhirnya, Keyra yang akan tetap mencintai sendiri.
*****
Begitu memasuki ruangan, Keyra sudah melihat Kevin dan Natasya duduk sebelahan. Benar-benar tidak ada harapan😂
"Keyyyy..... sini" panggil Samuel sambil melambaikan tangan ke arah Keyra yang baru saja memasuki ruangan.
Keyra yang melihat itu spontan tersenyum. Ahhh..... dia bahkan hampir melupakan orang baik yang satu itu.
Keyra berjalan ke arah meja Samuel dan duduk di sampingnya.
Tidak lama kemudian, pembimbing untuk olimpiade itu memasuki ruangan.
"Selamat pagi anak-anak"
"Pagi bu"
"Coba dilihat temannya yang lain. masih ada yang belum bergabung?"
Setelah menoleh kiri dan kanan, semua siswa yang ada di ruangan itu serentak menjawab,
"jangan lupa ditunggu next partnya ya"😂🤣
Omel-omel Reader Author (OORA)
Reader: Beneran thor, mereka jawab kayak gitu?
Author: Iyalahhh.....
Reader: Ahhh... Jadi malas nunggu part selanjutnya.
Author: Lahhh.... Kenapa?
Reader: Nggak asikk, author suka ngegantungin gitu. Emang kita-kita ini jemuran.
Author: Lahhh.... emang bukan ya??🤔
Reader: Serahhhhhhhhhh deh🙄
Hahahahaha
With Love
Citra_Girsss