Lost Me To Find You

Lost Me To Find You
13. Pengakuan



Aku tidak ingin memendamnya lebih lama dari ini. Persetan dengan apa yang terjadi ke depannya, yang aku tahu hatiku juga butuh kepastian untuk berlabuh atau lanjut berlayar.


*


Keyra merasa seperti seorang pencuri yang hendak mengungkapkan rahasia terbesar yang telah dia pendam cukup lama dan hanya dia dan Tuhannya yang tahu.


Sebenarnya sih sama saja, hanya di posisi Keyra yang sekarang bukan tindakan pencurian yang dia sembunyikan, tapi perasaannya kepada Kevin.


Atau, apakah menyembunyikan perasaan sudah termasuk tindakan kejahatan?🤔 Jika sudah, sepertinya akan banyak rakyat Indonesia yang masuk penjara setelah ini😂


Keyra memusatkan perhatian seluruhnya pada Kevin yang sedang duduk di sampingnya. Dia harus mengatakannya, harus.......


"Vin, kamu mau tau kan alasan apa yang buat aku tiba-tiba ikut bimbingan belajar?" tanya Keyra sekali lagi.


"Iya" jawab Kevin singkat.


Jujur saja dia sangat penasaran. Tapi mendengar kata-kata Keyra sebelumnya sepertinya dia sedikit agak was-was. Tapi biarlah, dia tidak mau menghabiskan sisa hidupnya dengan penasaran.


"Terserah kalau setelah ini kamu mau menjauh, marah, bingung, atau apapun itu Vin. Tapi satu hal, aku nggak akan sembunyi lebih lama lagi" ucap Keyra.


"Maksud kamu apaan sih Key? Aku nggak ngerti" ucap Kevin.


"Aku ikut bimbingan belajar karena aku suka sama seseorang" ucap Keyra sambil menatap Kevin.


Hah?


Kevin terkejut mendengar kata-kata Keyra. Bukan apa-apa, Kevin hanya bingung, sejak kapan Keyra kepikiran tentang hal-hal berbau asmara, bahkan setahu Kevin. Keyra tidak pernah berpacaran hingga saat ini.


Kevin masih terdiam dengan pikirannya sendiri. Tepukan Keyra di bahunya menyadarkannya.


"Wahhhh, kayaknya banyak yang enggak aku tahu tentang kamu Key"


"Terus apa hubungannya suka seseorang sama ikut bimbingan belajar?" tanya Kevin penasaran.


**


Keyra tersenyum mendengar pertanyaan Kevin, bukan senyuman manis seperti biasanya, melainkan senyum mirip ejekan terhadap diri sendiri.


Lucu juga kalau dipikir-pikir, dia sibuk memperbaiki diri agar pantas bersama Kevin, Kevinnya malah sibuk mengejar cinta Natasya.


Hidup emang suka gitu ya, bercanda mulu sama perasaan.


"Aku bukan tipe orang yang dia suka" ucap Keyra.


Hah?


"Dia bilang gitu? Siapa sih orangnya? Aku jadi penasaran Key" ucap Kevin dengan ketertarikan penuh.


Kevin pikir, Keyra ini jenis cewek yang enggak terlalu buruk. Dia baik, ramah, cantik juga. Tipe seperti apa lagi sih yang dicari laki-laki yang disukai Keyra itu.


Keyra tidak langsung menjawab pertanyaan Kevin. Dia memilih untuk melanjutkan kata-katanya.


"Dia juga udah suka sama orang lain" ucap Keyra lagi.


"Wahh.... parah sih tuh cowok, terus dia nggak bilang apa-apa sama kamu Key?" tanya Kevin kesal.


Bisa-bisanya tuh cowok sialan ucap Kevin membatin.


"Bukan salah dia Vin, aku yang salah. Karena aku nggak pernah bilang kalau aku ada rasa sama dia"


"Kasih tau aku siapa orangnya Key" desak Kevin tapi masih bisa menguasai emosinya.


"Bener kamu mau tahu?" tanga Keyra meyakinkan.


"Ya kali aku bercanda Key, serius siapa orangnya?" jawab Kevin tertawa.


"Orang itu.....


Kamu Vin" ucap Keyra pelan setelah menjedanya beberapa waktu.


***


Kevin menggesek-gesekkan telinganya.


Siapapun tolong.....


Tokong jelaskan pada Kevin bahwa dia baru saja salah dengar.


Aku pasti salah dengar, pastiii


Ya kali Keyra suka sama aku, hahahahakk


Nggak mungkin lah, salah dengar lu Vin ucap Kevin dalam hati.


Tapi tadi aku dengar jelas banget. Kalau orang yang Keyra suka itu aku.


Untuk memastikan pendengarannya, Kevin meminta Keyra untuk mengulang kata-katanya kembali.


"Tadi kamu bilang apa Key? Kamu suka sama siapa?" tanya Kevin.


"Sama kamu" jawab Keyra santai.


"Hahahahahakk nggak lucu Key" jawab Kevin tertawa.


"Nggak lucu karna aku emang nggak lagi melucu Vin" jawab Keyra serius.


Kevin terdiam......


Melihat keterdiaman Kevin, Keyra melanjutkan kata-katanya.


"Awalnya aku pikir dengan aku berusaha menjadi tipe cewek yang kamu suka, kamu bakal suka aku juga"


"Nyataannya aku salah"


"Kamu suka Natasya bukan karna dia memenuhi semua tipe yang kamu cari"


"Tapi karna dia Natasya, itu aja"


"Jadi, meskipun aku mati-matian berusaha untuk jadi tipe yang kamu suka, aku nggak bakal berhasil, alasannya simple..."


"Karena aku bukan Natasya, just it".


Keyra mengungkapkannya tanpa menangis.


Keyra mengungkapkannya tanpa terbata.


Iya, Keyra berhasil.


Keyra berhasil mengungkapnnya dengan begitu lancar seolah-olah dia sudah mencatatnya sebelumnya dan menghafalnya begitu bangun tidur.


****


Keyra mengalihkan pandangannya ke depan dan Kevin, dia masih setia dengan ekspresi terkejut dan bingungnya.


Banyak pertanyaan yang bersarang di kepala Kevin.


Kenapa aku nggak pernah sadar sedikitpun kalau Keyra suka sama aku?


Sejak kapan Keyra suka sama aku?


Rasanya Kevin tidak menenukan jawaban apapun untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di dalam kepalanya saat ini.


Kevin menarik kembali kesadarannya. Bagaimanapun, Kevin harus menanyakan ini.


"Sejak kapan kamu suka sama aku Key?" tanya Kevin setelah terdiam cukup lama.


"Aku nggak tau pastinya kapan Vin, yang aku tau rasa itu makin hari makin nyiksa" jawab Keyra sedih.


"Kenapa baru sekarang kamu bilang sama aku?" tanya Kevin.


"Awalnya aku pikir kamu nggak perlu tau tentang perasaan aku, karna untuk perasaanku, biar itu jadi urusan aku aja. Tapi makin ke sini, rasanya aku nggak bisa pendam ini terus, karna hati aku juga butuh kepastian, antara berlabuh atau lanjut berlayar"


"Aku harap, nggak ada yang berubah ke depannya Vin"


"Tetap kayak kita yang biasanya"


"Untuk urusan perasaan aku, biar itu jadi urusan aku aja" ucap Keyra mengakhiri.


"Ayok balik ke ruangan, mereka pasti udah belajar" ajak Keyra karena melihat keterdiaman Kevin.


"Maaf Key...." ucap Kevin seperti berbisik


Hah?


Keyra yang sudah berdiri dan hendak pergi menoleh kembali.


"Kamu ngomong Vin?"


"Maaf....." ucap Kevin mengulangi kata-katanya dengan suara yang lebih keras.


Keyra terdiam. Sepanjang dia hidup, setaunya kata maaf hanya akan diungkapkan orang yang merasa bersalah dan orang yang melakukan penolakan.


"Aku udah suka sama Natasya" ucap Kevin yang melihat Keyra terdiam di hadapannya.


Iya aku tahu. Tapi kenapa rasanya sakit mendengar kamu yang bilang langsung? ucap Keyra dalam hati.


Apa yang Keyra pikirkan berbeda dengan apa yang dia ucapkan.


"It's okay, kan tadi aku udah bilang, untuk perasaanku, biar itu jadi urusan aku, kamu hanya perlu tahu" ucap Keyra tersenyum.


"Sekarang yuk ke kelas, yang tadi lupain aja, nggak penting" ucap Keyra sambil tertawa.


Keyra memang ahli untuk urusan yang satu ini, berpura-pura bahagia.


Dia memegang prinsip, ya mana tau dengan aku pura-pura bahagia aku bakal bahagia beneran.


Mana tau aja dulu.


...........See you in the next part💙


Omel-omel Reader Author (OORA)


Author : Aku turut berduka untuk apa yang menimpa Keyra😣


Reader : Nggak usah sok suci lu thorr...😒


Author : Apaan sih.... Siapa yang sok suci coba? Mabuk cincau nih ente😑


Reader : Yang bikin Keyra kayak gitu kan elu juga, pake segala gaya-gayaan bilang berduka, cihhh😏


Author : Oh iya lupa, yang bikin alur cerita kan aku juga😂


Reader : Nggak usah ketawa thor. Pokoknya untuk part ini like, comment, rate and vote kami tahan. Biarin....😎


Author : Hehehehe, jangan dong, kita baikan aja ya, jangan ditahan ya like, comment, rate sama vote nya🤗😘


With Love


Citra_Girsss