Lost Me To Find You

Lost Me To Find You
17. Rahasia Kevin



Tenang, aku berbakat dalam hal terlihat baik-baik saja. Tidak perlu se-khawatir itu🙂


*


Kevin masih terdiam dan belum mengeluarkan sepatah katapun untuk menjawab pertanyaan tante Naura.


Entah kenapa, pertanyaan terkait kaluarga selalu menyimpan duka tersendiri untuk Kevin.


Mama Naura tahu betul, jika Kevin berubah murung begitu mendengar pertanyaannya.


"Udah nggak usah dijawab, Vin" ucap tante Naura menghibur. Mama Naura sadar, jika Kevin juga butuh privasi.


Kevin masih terdiam. Dia kembali teringat dengan keluarganya. Rumah yang besar tetapi dingin, dingin yang bukan tercipta karena AC di sudut ruangan.


Papa dan mamanya merupakan pasangan pekerja keras. Saking kerasnya bekerja, mereka bahkan sampai lupa, jika Kevin lebih butuh cinta daripada uang.


Pikiran Kevin melayang jauh, dia jadi teringat papa dan mamanya yang sering berdebat itu. Heran.


"Vin....." panggil Keyra yang melihat Kevin terus melamun.


"Kamu ngelamun terus" tambah Keyra.


"Enggak kok" elak Kevin.


**


Hari sudah mulai gelap. Hanya sedikit warna jingga yang membekas di langit sisa senja sore ini. Kevin yang masih berada di rumah Keyra pun memutuskan untuk pulang.


"Kamu hati-hati ya Vin pulangnya" pesan mama Naura sambil mengantarkan Kevin ke depan pintu. Keyra juga mengikuti Kevin dan mamanya ke depan dan fokus memperhatikan Kevin yang sedang memasang helm.


"Tan, Kevin mau nanya dong. Boleh nggak?" tanya Kevin meminta persetujuan lebih dulu.


Dia sudah menimbang-nimbang pertanyaan ini sejak lama. Rencana ingin menanyakan langsung dengan orang tuanya, tapi...


Ahhhh, sudahlah.


"Mau nanya apa, Vin?" tanya Mama Naura yang melihat Kevin hanya melamun.


"Tan, dulu tante sama om nikah karena saling cinta nggak?" tanya Kevin dan turun dari motornya.


Mama Naura tersenyum mendengar pertanyaan Kevin. Anak kecil yang dulu masih suka merengek hanya karena tidak dibelikan es krim ini sudah remaja ternyata.


"Saling cinta dong" jawab Mama Naura tersenyum.


"Sekarang tante masih cinta nggak sama om?" tanya Kevin lagi.


Mama Naura tertawa kecil mendengar pertanyaan itu. Keyra yang berdiri di samping mamanya juga ikut penasaran dengan jawaban yang akan dilontarkan oleh mamanya.


Sejauh yang Keyra lihat, mama dan papanya merupakan pasangan yang sangat dingin. Papanya sangat sibuk bekerja, dan pulang ke rumah hanya untuk tidur, mandi, dan kadang makan.


"Ya cinta dong, buktinya tante masih di sini sampai saat ini, Vin" jelas tante Naura tersenyum.


Keyra mengernyit mendengar jawaban mamanya. Dia sedikit tidak terima jika mamanya itu masih mencintai papanya yang dingin itu. Karena yang Keyra perhatikan, papanya tidak mencintai mereka sedikitpun. Karena jika papanya mencintai Keyra dan mamanya, dia pasti akan menunjukkannya.


"Gitu ya, tan" ucap Kevin lirih. Tiba-tiba saja dia teringat papa dan mamanya.


"Mungkin nggak tan kalau cinta itu bisa berubah, atau mungkin hilang?" tanya Kevin lagi.


Mama Naura merasa sesak begitu mendengar pertanyaan Kevin. Dia tahu luka di balik pertanyaan itu. Yang jelas, sekarang bukan waktu yang tepat untuk Kevin bisa mengerti itu semua.


Mama Naura akhirnya mengelus lengan Kevin dan memintanya untuk membuka helm. Mama Naura mengajak Kevin untuk duduk di kursi yang tersedia di depan rumah.


***


"Cerita sama tante, Vin. Ada apa?" tanya mama Naura penuh perhatian.


Dia sudah mengenal Kevin sejak kecil, kenal mama dan papanya sejak lama, dan dia tahu jelas, bahwa laki-laki yang disukai putrinya ini sedang tidak baik-baik saja.


Kevin terenyuh dengan kelembutan mama Naura, dia bahkan lupa kapan terakhir kali dia merasa dicintai seperti sekarang ini.


"Papa sama Mama kayaknya udah nggak saling cinta deh, tan" ucap Kevin lirih.


"Kita jarang bicara di rumah, papa dan mama sibuk sama kerjaan mereka, Kevin bahkan lupa kapan tetakhir kali kita makan bareng"


"Itu alasan Kevin cari banyak kesibukan, belajar keras, biar Kevin bisa ngalihin semua pikiran Kevin dari masalah mama dan papa" tanbahnya dengan tatapan sendu.


Keyra berkaca-kaca mendengar rahasia Kevin. Dibalik sikap cerianya selama ini, ternyata dia menyimpan luka sedalam ini. Keyra saja yang masih mempunyai mama yang perhatian kadang suka sedih, karena bagaimanapun, dia ingin jika papanya memberikan perhatian juga.


Mama Naura mengelus lembut kepala Kevin. Ini yang dia takutkan, dia tidak ingin Keyra sampai seperti ini karna keegoisannya dengan suaminya. Oleh sebab itu, dia bertahan dengan semua rasa sakitnya hingga saat ini.


"Papa sama Mama kamu nggak berubah, Vin. Mereka itu sayang banget sama kamu. Mereka kerja keras biar kamu bisa jadi apapun yang kamu mau" ucap Mama Naura mencoba menghibur.


Kevin yang mendengar ucapan tante Naura hanya tersenyum simpul. Dia tahu, tante Naura hanya mencoba menghiburnya. Tapi entah kenapa, ada rasa lega dalam hatinya karena sudah berhasil berbagi beban yang dia simpan sendirian selama ini.


"Makasih ya tan untuk makan malamnya. Makasih juga udah mau dengerin cerita Kevin"


"Kevin izin pulang, tan, Key" ucap Kevin salim ke Mama Naura dan melambaikan tangan ke arah Keyra.


****


Kevin memarkiran motornya di garasi. Berjalan memasuki pintu utama dengan bersenandung kecil. Dia dikejutkan dengan suara papanya yang sudah duduk di ruang keluarga dengan tatapan tajamnya.


"Mau jadi apa kamu pulang sekolah jam segini?" hardik papanya.


Kevin masih terdiam, menunggu apa saja yang akan diucapkan papanya itu selanjutnya.


"Ternyata begini kelakuan kamu selama papa kerja"


"Darimana saja kamu baru pulang jam segini?" tanyanya dengan sedikit membentak.


Ini yang Kevin tidak suka dari papanya. Mendahulukan pemikiran buruk sebelum bertanya.


"Kevin mulai ikut bimbingan belajar pa mulai hari ini. Dan tadi sebelum pulang. Kevin juga mampir ke rumah tante Naura" ucap Kevin jujur.


Papanya hanya diam mendengar jawaban Kevin tanpa merasa bersalah sedikitpun.


"Sana kamu ke kamar, belajar yang rajin" usir papanya tanpa meminta maaf atas tuduhannya tadi.


Kevin tidak menyahut. Dia memilih berjalan melewati papanya dalam diam. Tapi begitu dia sampai di anak tangga, dia menoleh,


"Papa jangan lupa istirahat, pa" ucapnya lirih dan berjalan dengan cepat tanpa mendengar jawaban papanya.


Kevin merebahkan diri di ranjang king size nya, pikirannya melayang, rumah besar tapi dingin untuk apa?


.......... See you next part guysss😘


Makasih loh sudah sempatin buat mampir, semoga jangan bosan-bosan ya🤗


Omel-omel Reader Author (OORA)


Author: Geng, geng, tau nggak?


Reader: Bau-baunya mau ngajak ghibah nih author satu😒


Author: Idihhh, sotoy. Mau tebak-tebakan ini. Mau apa kagak?😌


Reader: Kirain mau ghibah🤭 Kuylah kalau tebak-tebakan😂


Author: Kenapa di komputer ada tulisan enter?


Reader: Ya kalau tulisannya entar, programnya nggak jalan-jalan dong thor. Gimana sih, garing beut ahh😒


Author: Baru juga benar sekali, udah songong lu.


Reader: Iri bilang bos😎


Author:



With Love


Citra_Girsss